[JI] NEWS >>>

Cabang Dinas Pendidikan Wilayah Ponorogo Konsisten Meriahkan Kirab Pusaka Grebeg Suro 2026, Maskun Naik Kereta Kencana Dikawal Kepala SMKN 1 Sooko

PONOROGO (JI) – Cabang Dinas Pendidikan Wilayah Ponorogo kembali menunjukkan komitmennya dalam melestarikan budaya daerah dengan turut ambil bagian dalam Kirab Pusaka dan Lintas Budaya Grebeg Suro 2026. Keikutsertaan tersebut menjadi bukti bahwa dunia pendidikan tidak hanya berperan dalam mencerdaskan generasi bangsa, tetapi juga menjaga dan mewariskan nilai-nilai budaya kepada generasi muda. Kirab Pusaka dan Lintas Sejarah Budaya merupakan salah satu agenda utama Grebeg Suro yang setiap tahunnya melibatkan berbagai elemen masyarakat, instansi pemerintah, serta lembaga pendidikan. 

Pada pelaksanaan tahun ini, Kepala Cabang Dinas Pendidikan Wilayah Ponorogo, Maskun, S.Pd., M.M., hadir langsung mengikuti kirab dengan menaiki kereta kencana bersama rombongan pendidikan. Kehadirannya menjadi simbol dukungan penuh terhadap upaya pelestarian budaya yang telah menjadi identitas Kabupaten Ponorogo.

Rombongan Cabang Dinas Pendidikan Wilayah Ponorogo mendapatkan perhatian masyarakat sepanjang rute kirab. Mereka memulai perjalanan dari kawasan Makam Batoro Katong di Kelurahan Setono sebagai titik awal (start) dan berakhir di Paseban Alun-Alun Ponorogo sebagai titik finish, mengikuti rute utama kirab pusaka yang menjadi bagian penting dalam rangkaian Grebeg Suro 2026. Senin, (15/6/2026).

Menariknya, selama perjalanan, kereta kencana yang ditumpangi Maskun mendapat pengawalan langsung dari Kepala SMKN 1 Sooko, Shaiful Abidin, S.Pd., M.Pd. Kehadiran kepala sekolah tersebut menunjukkan sinergitas yang kuat antara Cabang Dinas Pendidikan dengan satuan pendidikan dalam mendukung kegiatan budaya daerah.

Maskun menyampaikan bahwa partisipasi Cabang Dinas Pendidikan Wilayah Ponorogo dalam Kirab Pusaka bukan sekadar seremoni tahunan, melainkan bentuk nyata kepedulian dunia pendidikan terhadap pelestarian warisan budaya leluhur.

"Melalui kegiatan ini, kami ingin menanamkan kepada para pelajar bahwa budaya adalah identitas yang harus dijaga. Pendidikan dan budaya tidak bisa dipisahkan karena keduanya menjadi fondasi pembentukan karakter generasi muda," ujarnya.

Sementara itu, Shaiful Abidin mengaku bangga dapat terlibat langsung dalam pengawalan rombongan pendidikan pada Kirab Pusaka Grebeg Suro 2026.

"Kami ingin memberikan teladan kepada siswa bahwa melestarikan budaya adalah tanggung jawab bersama. Kirab Pusaka menjadi momentum penting untuk mengenalkan sejarah dan nilai-nilai luhur Ponorogo kepada generasi penerus," ungkapnya.

Sepanjang jalur kirab, ribuan masyarakat tampak memadati sisi jalan untuk menyaksikan arak-arakan pusaka, kereta kencana, pasukan budaya, serta berbagai peserta dari instansi dan sekolah yang turut meramaikan perayaan Grebeg Suro. Antusiasme warga tersebut menunjukkan bahwa tradisi budaya Ponorogo tetap mendapat tempat istimewa di hati masyarakat. 

Keikutsertaan Cabang Dinas Pendidikan Wilayah Ponorogo dari tahun ke tahun dalam Kirab Pusaka dan Lintas Budaya Grebeg Suro menjadi bukti nyata bahwa dunia pendidikan terus berperan aktif menjaga eksistensi budaya lokal. Dengan keterlibatan para kepala sekolah, guru, dan pelajar, diharapkan nilai-nilai sejarah, budaya, serta kearifan lokal Ponorogo akan terus hidup dan berkembang di tengah arus modernisasi. (Ari FS)

Berita Terbaru
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
Posting Komentar