[JI] NEWS >>>

Gembong Tengah Kutho Titik Nol Tampil Memukau di FNRP 2026, Suguhkan Pentas Spektakuler yang Bikin Ribuan Penonton Terpana

PONOROGO (JI) – Penampilan perdana Grup Reyog Gembong Tengah Kutho Titik Nol yang mewakili wilayah Eks-PB Ponorogo sukses mencuri perhatian ribuan penonton pada ajang Festival Nasional Reog Ponorogo (FNRP) XXXI Tahun 2026 di Panggung Utama Alun-alun Ponorogo. Grup yang merupakan kolaborasi seniman  reyog berpretasi dari Kecamatan Ponorogo, Babadan, Jenangan, dan Siman tersebut tampil begitu sempurna, megah, dan spektakuler hingga mendapat sambutan meriah dari masyarakat yang memadati arena festival. FNRP menjadi salah satu agenda utama dalam rangkaian Grebeg Suro 2026 yang digelar pada 11–14 Juni 2026. 

Sejak tabuhan musik pengiring pertama menggema, Gembong Tengah Kutho Titik Nol langsung menunjukkan kualitas pertunjukan yang matang. Harmonisasi gerak para penari jathil, ketangguhan warok, atraksi dadak merak yang kokoh, serta tata garap panggung yang rapi mampu membangun atmosfer pertunjukan yang memukau.

Tidak hanya menampilkan kekuatan tradisi, grup ini juga berhasil menghadirkan kemasan artistik yang modern tanpa meninggalkan pakem Reyog Ponorogo. Alur cerita yang kuat dipadukan dengan koreografi yang dinamis membuat penonton larut dalam setiap adegan yang disajikan.

Sorak sorai dan tepuk tangan berkali-kali terdengar dari tribun penonton saat para pemain menampilkan sejumlah atraksi andalan. Bahkan banyak penonton yang mengabadikan momen tersebut melalui telepon genggam mereka sebagai bentuk apresiasi atas penampilan yang dinilai luar biasa.

Kehadiran Gembong Tengah Kutho Titik Nol menjadi bukti bahwa wilayah Eks-PB Ponorogo masih menjadi salah satu lumbung seniman reyog berkualitas. Kolaborasi empat kecamatan ini menunjukkan kekompakan, semangat gotong royong, dan kecintaan masyarakat terhadap seni budaya warisan leluhur yang kini telah diakui dunia.

Dengan penampilan yang begitu solid, megah, dan memukau, Gembong Tengah Kutho Titik Nol berhasil meninggalkan kesan mendalam bagi para penonton. Tak sedikit yang menilai penampilan perdana grup ini layak diperhitungkan dalam persaingan menuju jajaran terbaik Festival Nasional Reog Ponorogo 2026.

Sementara itu Camat Ponorogo, Kanjeng Raden Arya Tumenggung (KRAT) Shandra Aji Hidayanto, S.STP., M.Si, menyampaikan apresiasi tinggi atas penampilan Grup Reyog Gembong Tengah Kutho Titik Nol yang mewakili wilayah Eks-PB Ponorogo dalam Festival Nasional Reog Ponorogo (FNRP) XXXI Tahun 2026.

Menurutnya, penampilan yang ditunjukkan para seniman dari Kecamatan Ponorogo, Babadan, Jenangan, dan Siman tersebut mencerminkan kekuatan kolaborasi, kekompakan, serta kualitas sumber daya seni budaya yang dimiliki wilayah pusat Kabupaten Ponorogo.

"Alhamdulillah, malam ini kita menyaksikan penampilan yang sangat luar biasa dari Reyog Gembong Tengah Kutho Titik Nol. Mulai dari garapan cerita, koreografi, musikalitas hingga penampilan para pemain di atas panggung terlihat sangat matang. Ini menunjukkan bahwa semangat pelestarian budaya Reyog di wilayah Eks-PB Ponorogo masih sangat kuat," ujar Shandra.

Ia menilai penampilan tersebut tidak hanya menghibur masyarakat, tetapi juga menjadi bentuk nyata komitmen generasi muda dalam menjaga dan mengembangkan warisan budaya adiluhung Ponorogo.

"Saya bangga karena kelompok ini mampu menghadirkan pertunjukan yang spektakuler tanpa meninggalkan pakem-pakem Reyog Ponorogo. Inovasi yang ditampilkan tetap berpijak pada nilai-nilai tradisi sehingga mampu memberikan tontonan yang berkualitas sekaligus edukatif," tambahnya.

Shandra juga mengapresiasi kerja keras seluruh seniman, pelatih, pendukung, serta pemerintah kecamatan yang tergabung dalam Eks-PB Ponorogo sehingga mampu menampilkan pertunjukan yang memukau ribuan penonton di panggung utama Alun-alun Ponorogo.

"Ini adalah hasil kerja bersama. Saya mengucapkan terima kasih kepada Sesepuh reyog Mbah Pur Warok Gedheng seluruh seniman, pembina, pelatih, serta masyarakat yang telah mendukung. Semoga penampilan Gembong Tengah Kutho Titik Nol dapat menjadi motivasi bagi generasi muda untuk terus mencintai dan melestarikan Reyog Ponorogo sebagai identitas dan kebanggaan daerah," pungkasnya. (Ari FS)

Berita Terbaru
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
Posting Komentar