Rayon Bintang PSHT Cabang Ponorogo Pusat Madiun Gelar Sungkeman Calon Warga Baru Komisariat Pasar Pon
Dalam kesempatan tersebut, Pembina Rayon Bintang, Kangmas Sugeng Hariyono menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya kepada seluruh pelatih yang selama ini telah mendampingi para siswa dengan penuh kesabaran, tanggung jawab, dan dedikasi tinggi hingga memasuki tahapan akhir menjelang pengesahan.
"Kami mengucapkan terima kasih yang setinggi-tingginya kepada seluruh pelatih yang dengan penuh kesabaran dan tanggung jawab telah membimbing para siswa hingga sampai pada tahap menjelang proses pengesahan. Begitu juga kepada para wali siswa yang telah mempercayakan putra-putrinya untuk berlatih di Rayon Bintang," ungkapnya.
Lebih lanjut Kangmas Sugeng Hariyono atau yang kerap disapa dengan sebutan Sugeng Srikandi menambahkan pola pembinaan di Rayon Bintang memiliki karakter tersendiri. Para pelatih yang bertugas dipilih dan diseleksi secara khusus agar mampu menanamkan nilai-nilai luhur ajaran PSHT kepada seluruh siswa.
"Barangkali dalam proses latihan, Rayon Bintang memiliki metode yang berbeda dengan rayon lainnya. Pelatih yang kami tunjuk benar-benar kami seleksi agar mampu mengajarkan nilai utama PSHT, yakni berbudi luhur, mengetahui yang benar dan yang salah, serta setia kepada hati nurani," jelasnya.
Selain memberikan materi teknik pencak silat, para siswa juga dibekali pemahaman ke-SH-an sebagai fondasi pembentukan karakter. Hal ini dilakukan agar para calon warga tidak hanya memiliki kemampuan bela diri, tetapi juga memiliki akhlak dan kepribadian yang baik.
Ia menegaskan bahwa sehebat apa pun seseorang menguasai ilmu pencak silat, pada akhirnya semua harus dikembalikan kepada Tuhan Yang Maha Esa sebagai sumber kehidupan dan kebenaran.
"Sehebat apa pun ilmu yang dimiliki dan sedalam apa pun seseorang mendalami pencak silat, semuanya harus dikembalikan kepada Tuhan Yang Maha Esa. Jangan sampai ajaran Terate melenceng dari nilai-nilai berbudi luhur yang menjadi dasar perjuangan PSHT," tegasnya.
Ia menambahkan calon warga baru diingatkan untuk selalu mengedepankan akhlak dan adab dalam kehidupan sehari-hari, terutama kepada orang tua, guru, dan sesama manusia. Sikap hormat dan rendah hati harus menjadi identitas setiap warga PSHT.
"Kami berpesan kepada seluruh calon warga baru agar selalu menjaga akhlak dan adab, menghormati orang tua, menghargai sesama, serta terus mengembangkan ajaran PSHT dengan tulus tanpa pamrih. Karena hakikat dari Persaudaraan Setia Hati Terate adalah membentuk manusia yang berbudi luhur, tahu benar dan salah, serta mampu membawa manfaat bagi masyarakat,"ungkapnya.
Acara sungkeman berlangsung penuh haru ketika para calon warga memohon doa restu kepada orang tua dan pelatih. Momen tersebut menjadi simbol penghormatan, rasa syukur, serta pengingat bahwa perjalanan menjadi warga PSHT bukan sekadar memperoleh pengakuan sebagai pesilat, tetapi juga mengemban amanah untuk menjaga nilai-nilai luhur persaudaraan dan pengabdian kepada masyarakat. (Ari FS)



