[JI] NEWS >>>

Bagindas Guncang Alun-Alun Ponorogo, Ribuan Warga Larut dalam Nostalgia Hari Jadi ke-530

 

PONOROGO (JI) – Alunan lagu-lagu hits Bagindas sukses mengguncang Alun-Alun Ponorogo sekaligus membawa ribuan warga larut dalam nostalgia. Grup musik yang populer di era 2000-an itu menjadi salah satu penampil yang paling ditunggu dalam Konser Sekar Kinanthi Wening Daya, puncak rangkaian perayaan Hari Jadi Kabupaten Ponorogo ke-530. Sabtu, (22/8/2026).

Konser tersebut menjadi salah satu agenda hiburan yang disiapkan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Ponorogo untuk memeriahkan hari jadi daerah. Sejak sebelum acara dimulai, antusiasme warga terlihat dari ramainya kawasan Alun-Alun Ponorogo. Masyarakat datang dari berbagai kalangan untuk menikmati malam perayaan sekaligus menyaksikan langsung penampilan para musisi.

Tak hanya Bagindas, panggung hiburan juga menghadirkan sejumlah penampil lain. Musisi lokal Ponorogo mendapat kesempatan tampil, disusul Kajawi dan Marvin KDI yang turut menghibur masyarakat. Perpaduan musisi lokal dan nasional membuat konser berlangsung semarak dengan suguhan musik yang beragam.

Bagi warga yang tumbuh bersama lagu-lagu Bagindas, penampilan grup tersebut menghadirkan nostalgia yang kuat. Lagu-lagu yang pernah begitu akrab di telinga masyarakat kembali menggema di tengah kemeriahan perayaan Hari Jadi Ponorogo. Tak heran, penampilan Bagindas menjadi salah satu momen yang paling mencuri perhatian sepanjang konser.

Pelaksana Tugas (Plt) Bupati Ponorogo, Bunda Lisdyarita mengatakan konser tersebut merupakan bagian dari rangkaian peringatan Hari Jadi Kabupaten Ponorogo ke-530. Menurutnya, masyarakat dapat menikmati berbagai penampilan dalam satu panggung.

“Ada berbagai penampilan mulai dari band lokal, lalu ada Kajawi yang lagi ngetren, lalu Marvin KDI dan band yang cukup terkenal yaitu Bagindas,” kata Lisdyarita.

Menurut Lisdyarita, peringatan Hari Jadi Ponorogo ke-530 bukan sekadar agenda hiburan atau seremonial. Momentum tersebut menjadi kesempatan untuk menengok kembali perjalanan panjang Ponorogo yang telah melewati berbagai masa berkat perjuangan para pendahulu dan kerja keras masyarakat. Karena itu, kemeriahan hari jadi diharapkan tetap memiliki makna bagi masyarakat.

“Usia 530 bukan perjalanan yang singkat, perjuangan panjang para pendahulu serta kerja keras masyarakat Ponorogo,” terangnya.

Lisdyarita berharap rangkaian peringatan hari jadi dapat dinikmati seluruh lapisan masyarakat sekaligus menjadi ruang untuk memperkuat rasa kebersamaan. Konser di Alun-Alun Ponorogo, kata dia, menjadi salah satu cara menghadirkan hiburan sekaligus mempertemukan masyarakat dalam suasana yang hangat dan penuh kegembiraan.

“Malam ini kita hadir dalam konser Sekar Kinanthi Wulan Joyo, sebagai ruang kebersamaan,” pungkasnya.

Konser Bagindas menjadi salah satu bagian dari rangkaian panjang perayaan Hari Jadi Kabupaten Ponorogo ke-530. Perpaduan penampilan musisi lokal dan nasional membuat malam perayaan tersebut tidak hanya menjadi hiburan, tetapi juga menjadi ruang kebersamaan bagi masyarakat untuk merayakan perjalanan panjang Ponorogo. (Ari FS)

Berita Terbaru
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
Posting Komentar