SMKN 2 Ponorogo Ajak Siswa “Menjemput Sejarah”, Temui Veteran Pejuang Kemerdekaan
PONOROGO (JI) – Semangat mengenang jasa para pejuang kemerdekaan tidak hanya dilakukan melalui upacara bendera. SMK Negeri 2 Ponorogo mengajak para siswanya “menjemput sejarah” dengan menemui langsung veteran dan sosok penerus nilai-nilai perjuangan bangsa.
Kegiatan tersebut menjadi bagian dari Gerakan Inspiratif Guru dan Murid Menjemput Sejarah 81 Tahun Indonesia Merdeka yang digagas Dinas Pendidikan (Dindik) Jawa Timur dalam rangka memperingati HUT ke-81 Republik Indonesia. Program yang berlangsung 12–16 Agustus 2026 itu melibatkan pelajar SMA, SMK, dan SLB di 38 kabupaten/kota se-Jawa Timur.
Gerakan tersebut dirancang untuk mendekatkan peserta didik dengan sejarah melalui pengalaman langsung. Selain menumbuhkan nasionalisme, kegiatan ini juga diarahkan untuk memperkuat pendidikan karakter serta menanamkan penghargaan terhadap jasa para pejuang.
SMK Negeri 2 Ponorogo turut ambil bagian dengan mengunjungi dua sosok yang memiliki keterkaitan erat dengan sejarah perjuangan. Kegiatan tersebut dilaksanakan pada Sabtu (15/8/2026).
Kunjungan pertama dilakukan kepada Mbah Hardjo Mislan, veteran yang kini berusia 112 tahun dan tinggal di Desa Bedingin, Kecamatan Sambit, Kabupaten Ponorogo. Ia tercatat sebagai veteran sipil sekaligus pejuang kemerdekaan yang turut berjuang mempertahankan kemerdekaan Indonesia pada masa perjuangan 1945.
Kisah perjuangan Mbah Hardjo menjadi pengalaman berharga bagi para siswa. Dari sosok yang pernah merasakan langsung getirnya perjuangan melawan penjajahan Belanda, termasuk hingga wilayah Surabaya, siswa diajak memahami bahwa kemerdekaan yang dinikmati saat ini tidak diperoleh dengan mudah.
Kunjungan berikutnya dilakukan kepada Bapak Warno di Jalan MT Haryono 71 A, Jingglong, Ponorogo. Pertemuan tersebut menjadi ruang bagi siswa untuk menyerap cerita, keteladanan, dan semangat perjuangan yang perlu terus diwariskan kepada generasi muda.
Selain bersilaturahmi dan menggali kisah perjuangan, rombongan SMK Negeri 2 Ponorogo juga menyerahkan bingkisan sembako kepada para veteran dan penerus perjuangan yang dikunjungi. Pemberian tersebut menjadi bentuk kepedulian sekaligus penghormatan sekolah kepada sosok-sosok yang telah memberikan kontribusi bagi bangsa.
Kepala SMK Negeri 2 Ponorogo, Suryanto, M.Pd., menjelaskan bahwa kegiatan tersebut menjadi bagian penting dalam pembentukan karakter peserta didik. Menurutnya, pembelajaran sejarah tidak cukup hanya dilakukan melalui buku maupun ruang kelas.
“Melalui kegiatan ini, anak-anak tidak hanya mengenal sejarah dari buku pelajaran, tetapi dapat berinteraksi langsung dengan saksi dan pelaku sejarah. Dari sana mereka dapat mengambil nilai perjuangan, keteladanan, keberanian, dan pengorbanan untuk diterapkan dalam kehidupan,” ujarnya.
Suryanto menambahkan, penyerahan bingkisan sembako diharapkan menjadi bentuk sederhana rasa terima kasih dan kepedulian generasi muda kepada para pejuang serta keluarga yang menjadi bagian dari perjalanan bangsa.
Gerakan Menjemput Sejarah juga menjadi momentum untuk menyadarkan generasi muda bahwa perjuangan mempertahankan Indonesia tidak berhenti setelah kemerdekaan diproklamasikan. Jika dahulu para pejuang berjuang dengan tenaga dan keberanian untuk merebut serta mempertahankan kemerdekaan, kini tugas generasi muda adalah mengisi kemerdekaan dengan belajar, berkarya, berprestasi, menjaga persatuan, dan memberikan kontribusi terbaik bagi bangsa.
Melalui kegiatan tersebut, SMK Negeri 2 Ponorogo menanamkan pesan sederhana kepada peserta didik: kenang jasa para pejuang, teladani semangatnya, dan lanjutkan perjuangannya melalui karya serta prestasi.
Sebab, sejarah bukan sekadar cerita masa lalu. Sejarah menjadi sumber inspirasi bagi generasi hari ini untuk melangkah dan menyiapkan masa depan Indonesia yang lebih baik. (afs/hms)

