[JI] NEWS >>>

SMPN 1 Ponorogo Gelar Lomba Tingkat I dan Pelantikan Penggalang di Bumi Perkemahan Mojo Pitu

PONOROGO (JI) – Semangat kepramukaan dan pendidikan karakter mewarnai kegiatan Perkemahan Lomba Tingkat I sekaligus Pelantikan Penggalang Gugus Depan 01.123–01.124 SMPN 1 Ponorogo yang digelar di Bumi Perkemahan Mojo Pitu, Kecamatan Slahung, Kabupaten Ponorogo, Jumat (2/10/2026).

Kegiatan tersebut menjadi momentum bagi para siswa untuk belajar secara langsung melalui pengalaman di alam terbuka. Tidak hanya mengasah keterampilan kepramukaan, perkemahan juga dirancang untuk menumbuhkan sikap mandiri, disiplin, tanggung jawab, tangguh, serta mampu bekerja sama dalam kelompok.

Antusiasme peserta terlihat sepanjang pelaksanaan kegiatan. Para siswa mengikuti berbagai aktivitas kepramukaan secara berkelompok dengan penuh semangat dan kebersamaan. Mereka juga dituntut mampu beradaptasi dengan lingkungan, mengatur kebutuhan selama berkemah, serta menyelesaikan berbagai tantangan secara bersama-sama.

Dalam sambutannya saat malam Unggun Gembira, Kepala SMPN 1 Ponorogo, Kuat, S.Pd., mengatakan bahwa kegiatan perkemahan merupakan salah satu sarana penting dalam membentuk karakter peserta didik di luar lingkungan sekolah.

Menurutnya, melalui kegiatan tersebut siswa belajar bertanggung jawab terhadap diri sendiri maupun kelompok. Nilai kedisiplinan, kemandirian, kebersamaan dan kepedulian juga diharapkan dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari.

“Api unggun pada malam hari ini bukan hanya sekadar rutinitas. Api unggun memiliki sejarah panjang. Pada zaman dahulu digunakan untuk menghangatkan tubuh dan mengusir binatang buas. Kini kita hadirkan kembali sebagai bagian dari kegiatan perkemahan,” ujar Kuat.

Ia mengajak para siswa memaknai setiap bagian dari api unggun sebagai simbol dalam kehidupan.

“Lidah api yang menjulang ke langit merupakan simbol semangat yang tidak boleh pudar, sedangkan kayu bakar yang terbakar menjadi simbol pengabdian,” jelasnya.

Kuat juga mengajak para peserta memaknai lambang pohon kelapa yang menjadi salah satu simbol penting dalam Gerakan Pramuka. Menurutnya, hampir seluruh bagian pohon kelapa dapat memberikan manfaat.

“Kalau sudah menjadi Pramuka, kita juga harus menjadi pribadi yang bermanfaat. Kita duduk melingkar seperti ini juga mengajarkan kebersamaan dan bagaimana kita bisa memberikan manfaat bagi sesama,” tuturnya.

Ia berpesan agar semangat yang tumbuh selama perkemahan tidak berhenti setelah kegiatan berakhir. Para siswa diharapkan terus belajar dengan giat dan menjadi generasi yang mampu memberikan manfaat bagi keluarga, masyarakat, nusa dan bangsa.

“Marilah kita jadikan semangat ini untuk belajar dengan giat agar kita semua dapat berguna bagi nusa dan bangsa,” tambahnya.

Selain sebagai ajang pembelajaran dan pembentukan karakter, kegiatan perkemahan juga menjadi ruang untuk mempererat persaudaraan antarsiswa. Kebersamaan yang terbangun selama berada di alam terbuka diharapkan mampu memperkuat kekompakan serta rasa saling peduli.

Melalui Perkemahan Lomba Tingkat I dan Pelantikan Penggalang ini, SMPN 1 Ponorogo berharap nilai-nilai kepramukaan dapat benar-benar menjadi bagian dari kehidupan peserta didik. Kemandirian, kedisiplinan, tanggung jawab, gotong royong dan kepedulian diharapkan terus tumbuh dan diterapkan, baik di lingkungan sekolah, keluarga maupun masyarakat.

Kegiatan tersebut turut dihadiri Kepala Desa Mojo Pitu, Kepala SMPN 1 Ponorogo bersama jajaran wakil kepala sekolah, bapak dan ibu guru, pembina Pramuka, wali murid, masyarakat Desa Mojo Pitu serta sejumlah tamu undangan. (Ari FS)

Berita Terbaru
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
Posting Komentar