Asesmen dan Pengukuhan Capaian Pembelajaran Tahfidzul Qur’an Jenjang SMP Tahun 2026, Kadindik: Cetak Peserta Didik Generasi Qur’ani
PONOROGO (JI) – Dinas Pendidikan Kabupaten Ponorogo kembali menggelar kegiatan Asesmen dan Pengukuhan Capaian Pembelajaran Tahfidzul Qur’an jenjang SMP Tahun 2026 sebagai bentuk implementasi pendidikan berbasis keagamaan di Bumi Reog. Kegiatan yang berlangsung khidmat dan penuh haru tersebut diikuti ribuan siswa SMP negeri maupun swasta se-Kabupaten Ponorogo. Senin, (25/5/2026).
Program ini merupakan tindak lanjut dari Peraturan Bupati Ponorogo Nomor 37 Tahun 2022 tentang Penyelenggaraan Pendidikan Berbasis Keagamaan pada Pendidikan Dasar yang terus menunjukkan perkembangan positif setiap tahunnya. Pada jenjang SMP, capaian pembelajaran tahfidz mulai dari 1 juz yaitu juz 30, 2 juz, 3 juz, 4 juz, dan seterusnya, bahkan ada yang 30 juz sebanyak 5 peserta.
Dalam pelaksanaan asesmen, 53 siswa SMP Negeri dan 24 SMP Swasta di Kabupaten Ponorogo sebanyak 4.161 peserta didik mengikuti uji publik hafalan Al-Qur’an di hadapan para penguji dari unsur ustadz dan ustadzah. Penilaian meliputi kelancaran hafalan, tajwid, makharijul huruf, serta adab membaca Al-Qur’an.
Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Ponorogo, Drs. H. Nurhadi Hanuri, M.M menyampaikan bahwa program tahfidz bukan hanya sebatas mengejar hafalan, namun menjadi bagian penting dalam pembentukan karakter generasi muda yang religius, disiplin, dan berakhlakul karimah. Selamat kepada peserta didik sekolah menengah pertama negeri dan swasta atas pencapaian yang didapat, karena akan muncul ahli-ahli Al-Quran dan penghafal Al-Quran yang akan memakmurkan Agama diwilayah Kabupaten Ponorogo.
“Program ini adalah ikhtiar bersama untuk melahirkan generasi Qur’ani di Ponorogo. Anak-anak tidak hanya cerdas secara akademik, tetapi juga memiliki pondasi spiritual yang kuat. Kami berharap budaya membaca dan menghafal Al-Qur’an terus tumbuh di lingkungan sekolah maupun keluarga. Ia menegaskan tujuan acara ini yaitu memberikan apresiasi kepada peserta didik yang telah menorehkan pencapaian pembelajaran tahfidz siswa dan juga mendorong semua sekolah jenjang SMP Kabupaten Ponorogo untuk terus berinovasi dan berkreasi sedemikian rupa agar terus menggelorakan semangat belajar Al-Quran dengan berbagai metode dan cara agar anak-anak yang lulus SMP tidak ada lagi yang buta huruf Al-Quran lancar membaca dengan Tartil dan semakin banyak hafal yang diraih,"ujarnya.
Sementara itu, Plt Bupati Ponorogo, Bunda Lisdyarita menegaskan bahwa pendidikan berbasis keagamaan menjadi salah satu pondasi penting dalam membangun sumber daya manusia yang unggul di masa depan. Menurutnya, Al-Qur’an merupakan pedoman hidup yang harus dikenalkan sejak dini kepada generasi muda.
Suasana haru tampak saat prosesi pengukuhan peserta asesmen berlangsung. Para siswa bersama orang tua mengikuti rangkaian acara dengan penuh bangga.
Program tahfidz yang terus berkembang di Kabupaten Ponorogo dinilai menjadi salah satu langkah nyata dalam menciptakan generasi yang tidak hanya unggul dalam ilmu pengetahuan, tetapi juga kuat dalam nilai-nilai moral dan spiritual. Pemerintah Kabupaten Ponorogo berharap gerakan ini mampu menjadikan Ponorogo sebagai daerah yang melahirkan generasi Qur’ani yang berprestasi dan berkarakter. (Ari FS)


