Peringati Hari Lahir Pancasila 2026, Eko Mulyadi: “Pancasila Bukan Simbol, Tapi Ruh Kehidupan Bermasyarakat”
PONOROGO (JI) – Peringatan Hari Lahir Pancasila yang jatuh pada 1 Juni 2026 menjadi momentum penting untuk kembali meneguhkan nilai-nilai kebangsaan dalam kehidupan sehari-hari. Hal tersebut disampaikan oleh Eko Mulyadi, Kepala Desa Karangpatihan, Kecamatan Balong, Kabupaten Ponorogo, yang juga merupakan penerima penghargaan Ikon Prestasi Pancasila Tahun 2020 kategori Social Entrepreneur dari Badan Pembinaan Ideologi Pancasila.
Menurut Eko Mulyadi, Pancasila tidak boleh hanya dipahami sebagai simbol negara atau sekadar dihafalkan dalam upacara seremonial. Lebih dari itu, Pancasila harus menjadi pedoman dan ruh dalam setiap tindakan serta kebijakan yang menyentuh kehidupan masyarakat.
“Pancasila bukan hanya simbol, tapi ruh. Nilai-nilai yang terkandung di dalamnya harus hidup dalam perilaku sehari-hari, mulai dari gotong royong, kepedulian sosial, toleransi, hingga semangat membangun kemandirian masyarakat,” ujarnya saat memperingati Hari Lahir Pancasila 2026. Senin (1/6/2026).
Eko menjelaskan bahwa penerapan nilai-nilai Pancasila telah menjadi landasan pembangunan di Desa Karangpatihan. Desa yang dikenal luas melalui berbagai program pemberdayaan masyarakat, termasuk bagi warga penyandang disabilitas intelektual, menjadi contoh nyata bagaimana nilai kemanusiaan dan keadilan sosial diwujudkan dalam bentuk program yang berdampak langsung bagi masyarakat.
Menurutnya, sila-sila dalam Pancasila bukan hanya konsep ideal, tetapi memiliki relevansi kuat dalam menghadapi tantangan zaman, termasuk perkembangan teknologi, perubahan sosial, hingga dinamika ekonomi masyarakat desa.
“Di tengah arus globalisasi dan kemajuan digital, kita tidak boleh kehilangan jati diri bangsa. Pancasila harus menjadi kompas moral agar pembangunan tetap berorientasi pada kemanusiaan, persatuan, dan kesejahteraan bersama,” tambahnya.
Penerima penghargaan Ikon Prestasi Pancasila 2020 tersebut juga mengajak generasi muda untuk memahami Pancasila secara kontekstual dan mengimplementasikannya dalam kehidupan nyata. Menurutnya, semangat gotong royong, toleransi, dan kepedulian sosial merupakan bentuk nyata pengamalan Pancasila yang harus terus diwariskan kepada generasi penerus.
Peringatan Hari Lahir Pancasila tahun 2026 menjadi pengingat bahwa Pancasila bukan sekadar dasar negara, melainkan fondasi karakter bangsa yang harus terus dijaga dan diamalkan oleh seluruh elemen masyarakat.
“Jika nilai-nilai Pancasila benar-benar hidup dalam diri setiap warga negara, maka Indonesia akan menjadi bangsa yang kuat, berdaulat, dan mampu menghadapi berbagai tantangan masa depan. Karena itu, Pancasila harus terus kita rawat bersama, bukan hanya diucapkan, tetapi diwujudkan dalam tindakan,” pungkas Eko Mulyadi. (Ari FS)

