[JI] NEWS >>>

Ali Mufthi: Ponorogo Butuh Pemantik dan Check and Balance, Jangan Terjebak Kegamangan

PONOROGO (JI) – Politisi senior Ponorogo yang juga Anggota DPR RI Fraksi Partai Golkar, Dr. H. Ali Mufthi, S.Ag., M.Si., mendorong seluruh elemen masyarakat ikut menjadi pemantik perubahan agar Kabupaten Ponorogo bergerak lebih maju dan tidak terjebak dalam kegamangan maupun stagnasi pembangunan.

Ali Mufthi yang juga Ketua DPD Partai Golkar Provinsi Jawa Timur menilai, kemajuan Kota Reog membutuhkan energi positif dari berbagai pihak. Tidak hanya pemerintah, tetapi juga media massa, aktivis, lembaga swadaya masyarakat (LSM), politisi, tokoh masyarakat, hingga kelompok-kelompok masyarakat lainnya.

Menurutnya, keberadaan berbagai elemen tersebut penting untuk menciptakan check and balance dalam proses pembangunan. Kritik dan kontrol sosial, kata dia, seharusnya tidak dimaknai sebagai upaya menghambat pemerintah, melainkan bagian dari upaya memastikan pembangunan berjalan sesuai kepentingan masyarakat.

"Saya berharap Ponorogo ini menjadi lebih baik. Harus ada pemantik untuk Ponorogo dan harus ada check and balance. Saya meminta dukungan dari media, aktivis, LSM, politisi, tokoh masyarakat dan semua elemen masyarakat," ujar Ali Mufthi.

Ia menegaskan, media memiliki peran strategis dalam membangun kesadaran publik. Pemberitaan tidak semestinya hanya berhenti pada agenda seremonial pemerintahan, tetapi juga perlu mengawal serta menyampaikan perkembangan pembangunan secara kritis dan berimbang.

"Media jangan hanya menyampaikan acara-acara seremoni. Tetapi juga bagaimana menyampaikan kemajuan pembangunan, sehingga masyarakat menyadari pembangunan yang ada di Ponorogo," tegasnya saat ngobar bersama awak media, usai pembukaan Bahlil Mini Soccer. Kamis. (3//9/2026).

Ali Mufthi berharap ruang publik di Ponorogo ke depan mampu menghadirkan persepsi yang lebih positif. Menurutnya, Ponorogo harus dibangun menjadi daerah yang nyaman, tidak hanya sebagai tempat tinggal, tetapi juga menjadi tujuan untuk berteduh, bersantai, menikmati kuliner, sekaligus menikmati berbagai kegiatan dan event.

"Persepsi yang baik harus dibangun. Ponorogo harus menjadi tempat yang nyaman, tempat berteduh, tempat bersantai, termasuk untuk kuliner," katanya.

Karena itu, ia mendorong agar Ponorogo tidak hanya mengandalkan Grebeg Suro sebagai agenda besar daerah. Kota Reog dinilai memiliki potensi budaya, olahraga, seni, dan komunitas yang dapat dikembangkan menjadi event berskala nasional.

Salah satunya, event pencak silat. Ponorogo yang memiliki basis perguruan pencak silat yang kuat dinilai mempunyai modal besar untuk menggelar kompetisi maupun festival pencak silat dengan skala nasional.

"Harapannya di Ponorogo juga ada event-event yang berskala nasional. Jangan hanya Grebeg Suro. Misalnya event pencak silat yang bisa menjadi daya tarik tersendiri," ungkapnya.

Menurut Ali Mufthi, semakin banyak event berskala nasional yang digelar secara konsisten akan memberikan efek berantai bagi daerah. Selain menghidupkan sektor ekonomi dan UMKM, kegiatan tersebut juga dapat memperkuat citra Ponorogo sebagai daerah tujuan wisata dan pusat kegiatan budaya maupun olahraga.

Ia berharap sinergi antara pemerintah dan seluruh elemen masyarakat dapat terus diperkuat. Dengan demikian, pembangunan Ponorogo tidak berjalan sendiri-sendiri, tetapi memiliki arah yang jelas dan mampu memberikan dampak nyata bagi masyarakat.

"Kita ingin Ponorogo bergerak. Jangan sampai terjadi kegamangan dan stagnan seperti yang kita rasakan sekarang. Semua harus ikut menjadi pemantik agar Ponorogo semakin baik," pungkas Ali Mufthi. (Ari FS)

Berita Terbaru
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
Posting Komentar