Grand Final Duta Generasi Berencana (GenRe) 2023, Henry: Ajak finalis Sosialisasikan Remaja Ponorogo Bebas Stunting
PONOROGO (JI) - Dinas Pengendalian Penduduk Keluarga Berencana (DPPKB) Kabupaten Ponorogo sukses mengggelar malam grand final pemilihan duta Generasi Berencana (GenRe) Kabupaten Ponorogo tahun 2023. Bertempat di Mall Ponorogo City Center (PCC). Jumat, (26/05/2023).
Hadir dalam acara tersebut Wakil Bupati Ponorogo, Bunda Lisdyarita dan sejumlah Kepala OPD di lingkungan Pemkab Kabupaten Ponorogo serta para tamu undangan seperti terlihat perwakilan dari BKKBN propinsi Jawa Timur.
Kepala DPPKB Kabupaten Ponorogo, Henry Indrawardana, SE, M.Si mengatakan bahwa antusias remaja Ponorogo untuk mengikuti pemilihan duta generasi berencana atau duta genre Kabupaten Ponorogo tahun 2023 cukup tinggi. "Alhamdulillah, untuk peserta tahun ini cukup banyak. Tercatat ada 266 pendaftar dalam pemilihan duta genre Kabupaten Ponorogo tahun 2023,"terangnya.
Lebih lanjut Henry menjelaskan, dari jumlah sebanyak itu dilakukan serangkaian tes mulai tes tulis hingga wawancara, hingga akhirnya terpilih 25 peserta kemudian dikerucutkan kembali hanya menyisakan 20 peserta terdiri dari 10 putra dan 10 putri. "Dari 20 finalis putra dan putri ini kemudian kita karantina selama 10 hari,"ujarnya.
Selama karantina, para finalis tersebut dibekali dengan life skill, penguatan program mulai dari PIK remaja, pembuatan genre, stunting termasuk program KB dan berbagai ketrampilan diajarkan kepada para finalis termasuk koreografi. "Ternyata para finalis memiliki kemampuan yang luar biasa. Termasuk penataan panggung dan pelaksanaan acara merupakan kerja mereka. Kita dari KB hanya memfasilitasi saja dan semua dikerjakan team genre 2023,"ungkapnya.Lanjut Henry berharap dengan terpilihnya duta genre Kabupaten Ponorogo tahun 2023 ini bisa mengajak dan mempengaruhi para remaja untuk ikut berperan aktif bagaimana remaja berencana, bertindak untuk menjauhi tiga hal yaitu menunda usia pernikahan, jauhi narkoba dan sek pra-nikah. "Dengan menjauhi ketiga hal tersebut maka bisa memutus mata rantai stunting di kabupaten Ponorogo,"ucapnya.
Pun bahwa menurut banyak pihak, salah satu pemutus mata rantai stunting adalah menunda usia pernikahan dan jika terpaksa sudah menikah maka bisa menunda kehamilan,"tegasnya.
Sementara itu Wakil Bupati Ponorogo Lisdyarita, SH dalam sambutanya di acara malam grand final duta genre 2023 Kabupaten Ponorogo merasa senang dan bangga karena para finalis luar biasa dan cukup menguasai materi yang akan diwakilinya.
Terbukti, ketika para finalis menjawab berbagai tantangan pertanyaan soal stunting dan program KB bisa menjawab dengan bagus dan itu menjadi modal bagi mereka untuk diajak turun langsung ke masyarakat untuk membantu sosialisasi terkait stunting. "Alhamdulillah, saat ini angka stunting kita pada posisi 14 persen. Harapannya angka stunting Ponorogo bisa turun menjadi 7 persen sesuai harapan bapak Bupati,"jelasnya.
Para duta genre Kabupaten Ponorogo ini nantinya akan kita ajak turun langsung ke masyarakat mensosialisasikan stunting termasuk berbagai program lain pemerintah Kabupaten Ponorogo seperti mengangkat soal UMKM dan segala produknya termasuk reog yang saat ini tengah gencar melakukan promosi agar diakui oleh UNESCO,"harapnya.
Sementara itu dari pemilihan duta genre Kabupaten Ponorogo yang digelar di Mall PCC Ponorogo akhirnya perwakilan PIK-Remaja Fajar melati Universitas Muhammadiyah Ponorogo berhasil keluar menjadi juara satu baik putra maupun putri atas nama Rahfil Anjami dan Yuefa Malika Alfa Shifra.
Selain itu, panitia pelaksana pemilihan duta genre Kabupaten Ponorogo 2023 juga memilih dan menetapkan duta genre terfavorit dan inspirator,"pungkasnya. (Ari FS)




