PONOROGO (JI) - Komitmen untuk menjaga dan melestarikan tradisi Reyog Ponorogo kembali ditegaskan oleh Anggota DPRD Provinsi Jawa Timur Hj. Atika Banowati, SH. Dalam sebuah kegiatan sosialisasi kebudayaan dan pariwisata, legislator komisi D DPRD Jawa Timur Dapil IX, tersebut menekankan bahwa Reyog bukan hanya simbol seni, tetapi juga identitas dan marwah Kabupaten Ponorogo yang harus dirawat lintas generasi.
Di tengah perbincangan publik mengenai proses hukum yang saat ini sedang berjalan terkait pembangunan Monumen Reyog, ia menegaskan bahwa dinamika tersebut tidak seharusnya mengurangi harapan besar masyarakat. “Proses hukum kita hormati dan biarkan berjalan sesuai mekanisme. Tetapi nilai, harapan, dan cita-cita masyarakat tentang Monumen Reyog sebagai ikon besar Ponorogo tidak boleh ikut terhenti,” ujarnya.
Menurutnya, Monumen Reyog akan menjadi simbol kebanggaan baru Ponorogo, sekaligus ruang edukasi budaya bagi masyarakat dan wisatawan. Lebih dari itu, kehadiran monumen tersebut diyakini mampu memberikan dampak ekonomi bagi warga sekitar. “Jika Monumen Reyog selesai dan dapat difungsikan dengan baik, efeknya akan sangat besar bagi UMKM, pedagang kecil, dan sektor wisata Ponorogo. Mobilitas pengunjung akan meningkat dan roda ekonomi masyarakat akan bergerak lebih cepat,” tambahnya.
Ia menilai bahwa pelestarian budaya tidak hanya dilakukan melalui pertunjukan seni dan pembinaan sanggar, tetapi juga lewat pembangunan ikon visual yang kuat, sehingga mampu menarik minat generasi muda serta wisatawan dari berbagai daerah.
Lebih lanjut Atika Banowati juga mengajak seluruh pihak untuk tetap fokus pada tujuan utama yaitu menjaga kelestarian Reyog sebagai warisan luhur. “Reyog Ponorogo adalah jati diri kita. Apa pun dinamika yang terjadi, komitmen untuk melestarikannya harus tetap menjadi prioritas bersama,” tegasnya.
Masyarakat menyambut positif pernyataan tersebut, terutama para pelaku UMKM yang berharap keberadaan Monumen Reyog dapat menjadi pusat keramaian baru yang mampu mengangkat perekonomian lokal.
Dengan semangat pelestarian budaya dan penguatan ekonomi kerakyatan, harapan besar pun kembali disuarakan: Reyog tetap jaya, Ponorogo Creative semakin berdaya. (Ari FS)


COMMENTS