PONOROGO (JI) - Ketua Bhayangkari Daerah Jawa Timur, Ny. Dewi Nanang Avianto, mengunjungi pameran stand Batik Ciprat Karangpatihan saat kunjungan kerja Kapolda Jawa Timur di Mapolres Ponorogo pada Kamis, (20/11/2025). Kunjungan ini merupakan bagian dari agenda Bhayangkari dalam memperkuat pemberdayaan ekonomi kreatif berbasis desa serta mendukung kemandirian penyandang disabilitas.
Ny. Dewi Nanang Avianto langsung meninjau proses produksi batik ciprat yang selama ini menjadi ikon desa dan dikerjakan oleh warga difabel intelektual. Ia mengapresiasi kreativitas para perajin serta pendamping yang mampu mengembangkan batik ciprat menjadi produk bernilai ekonomi sekaligus sarana pemberdayaan sosial.
"Saya sangat bangga melihat karya-karya luar biasa dari para penyandang disabilitas di sini. Batik ciprat Karangpatihan bukan hanya produk, tetapi bukti bahwa kesempatan dan pendampingan yang baik dapat melahirkan kemandirian,” ujar Ny. Dewi saat berdialog dengan para perajin.
Dalam kesempatan tersebut, Ketua Bhayangkari Daerah Jatim juga menyerahkan bantuan berupa peralatan batik dan paket dukungan lainnya sebagai bentuk komitmen Bhayangkari terhadap keberlanjutan program pemberdayaan di Desa Karangpatihan. Ia berharap bantuan tersebut dapat meningkatkan kapasitas produksi sekaligus memperluas jangkauan pemasaran.
Kepala Desa Karangpatihan, Eko Mulyadi, ditemui di stand pameran Batik Ciprat menyampaikan terima kasih atas perhatian Bhayangkari. Menurutnya, dukungan seperti ini memberi semangat besar bagi warga, terutama para perajin difabel yang telah menjadikan batik ciprat sebagai jalan menuju kemandirian ekonomi.
Ny. Dewi Nanang Avianto kemudian melanjutkan dengan melihat galeri produk, area pelatihan, serta sesi foto bersama dengan para perajin dan pengurus Bhayangkari. Suasana hangat dan penuh apresiasi mewarnai seluruh rangkaian kegiatan.
Dengan support dan dukungan ini, Bhayangkari Daerah Jawa Timur menegaskan komitmennya dalam membantu penguatan UMKM kreatif sekaligus memperluas jaringan dukungan bagi desa-desa inklusif di Jawa Timur, termasuk Karangpatihan yang telah lama dikenal sebagai desa pemberdayaan difabel. (Ari FS)


COMMENTS