PONOROGO (JI) - Upaya menjaga dan melestarikan kesenian Reyog Ponorogo kembali digaungkan melalui kegiatan Sosialisasi Jogo Lan Lestarikno Budoyo Reyog Ponorogo yang berlangsung dalam agenda SOLOWSEMIRAN, sebuah program DPRD Provinsi Jawa Timur oleh Hj. Atika Banowati, SH, Anggota DPRD Provinsi Jawa Timur Dapil IX Ponorogo, Trenggalek, Pacitan, Magetan dan Ngawi. Acara ini mendapat sambutan hangat dari masyarakat, pelaku seni, hingga generasi muda yang hadir.
Dalam kegiatan tersebut, Hj. Atika Banowati, SH menegaskan bahwa Reyog bukan sekadar pertunjukan seni, tetapi simbol identitas, kekuatan budaya, dan kebanggaan masyarakat Ponorogo. “Reyog adalah warisan leluhur yang harus terus dijaga, dipelajari, dan diwariskan. Tanpa keterlibatan generasi muda, tradisi ini bisa tergerus zaman,” ujarnya.
Program SOLOWSEMIRAN sendiri berfokus pada edukasi, pelatihan, dan penguatan nilai budaya lokal agar tetap relevan di tengah perkembangan teknologi dan perubahan pola hidup masyarakat. Melalui kegiatan ini, para peserta mendapatkan pemahaman lebih mendalam mengenai filosofi Reyog, peran para tokoh dalam pertunjukan, hingga nilai sejarah yang terkandung di dalamnya.
Pemateri dari kalangan budayawan dan pelaku seni Reyog juga turut memberikan pemaparan tentang pentingnya regenerasi kelompok seni, tata kelola sanggar, serta strategi mengenalkan Reyog kepada dunia melalui media digital. Para peserta diajak berdialog, berdiskusi, hingga melakukan simulasi singkat gerak dasar tari Reyog.
Hj. Atika Banowati menambahkan bahwa DPRD Jawa Timur berkomitmen terus mendukung upaya pelestarian budaya, terutama seni tradisi yang menjadi ikon daerah. “Melalui SOLOWSEMIRAN, kami ingin memastikan bahwa budaya Reyog tidak hanya dikenal, tetapi tetap hidup dan berkembang mengikuti zaman tanpa kehilangan jati diri,” tegasnya.
Sementara itu Yohan selaku peserta sosialisasi yang hadir menyampaikan apresiasi atas kegiatan ini karena dinilai mampu memberikan wawasan baru serta semangat menjaga Reyog Ponorogo sebagai kebanggaan bersama. Ayo, “Jogo Reyogmu, Lestarikno Budayamu,”pungkasnya. (Ari FS)



COMMENTS