[JI] NEWS >>>

Sosialisasi Kesetiakawanan Sosial, Hj. Atika Banowati Dorong Lingkungan Agamis dan Harmonis

PONOROGO (JI) - Dalam momentum bulan suci Ramadhan 1447 H / 2026 M. Hj. Atika Banowati, SH,. Anggota Komisi D DPRD Provinsi Jawa Timur, menggelar sosialisasi bertema membangun dan menumbuhkan jiwa kesetiakawanan sosial guna mewujudkan lingkungan yang lebih agamis dan harmonis.

Upaya membangun dan menumbuhkan jiwa kesetiakawanan sosial terus digelorakan Hj. Atika Banowati, Anggota Komisi D DPRD Provinsi Jawa Timur, di moment bulan suci Ramadhan 1447 H. yang mengangkat tema agama, pentingnya memperkuat solidaritas sosial guna mewujudkan lingkungan yang lebih agamis dan harmonis. Bertempat di Hotel Mahesa, Jumat (27/2/2026).

Dalam kegiatan yang dihadiri dua narasumber, yakni Drs. Gufron dan Dr. Wildan Nafi’i, dosen UIN Ponorogo, tokoh masyarakat, tokoh agama, serta perwakilan pemuda dan perempuan tersebut, Hj. Atika Banowati, SH,. menegaskan bahwa kesetiakawanan sosial merupakan fondasi utama dalam menjaga persatuan dan kerukunan di tengah keberagaman masyarakat.

Dalam sambutannya, Hj. Atika Banowati, SH menyampaikan bahwa bulan Ramadhan merupakan momentum yang tepat untuk memperkuat solidaritas sosial dan kepedulian terhadap sesama. “Ramadhan mengajarkan kita tentang empati, kepedulian, dan kebersamaan. Nilai-nilai inilah yang harus kita jaga dan kita implementasikan dalam kehidupan sehari-hari untuk menciptakan lingkungan yang harmonis di usia yang rata-rata sudah lansia, mari kita jalani hidup dengan bahagia dan tetap gemar bersosialisasi,”ujarnya.

“Kesetiakawanan sosial bukan hanya sekadar slogan, tetapi harus diwujudkan dalam tindakan nyata, seperti saling membantu, peduli terhadap sesama, dan menjaga nilai-nilai keagamaan dalam kehidupan sehari-hari,” ujarnya.

Sebagai anggota Komisi D DPRD Provinsi Jawa Timur, yang membidangi kesejahteraan rakyat, Atika juga mendorong sinergi antara pemerintah dan masyarakat dalam menjalankan program-program sosial, khususnya di bidang pendidikan, kesehatan, dan pemberdayaan ekonomi umat.

Menurutnya, lingkungan yang agamis tidak hanya tercermin dari aktivitas ibadah semata, tetapi juga dari perilaku sosial yang mencerminkan nilai-nilai kebaikan, toleransi, dan gotong royong. Dengan demikian, tercipta suasana yang harmonis dan kondusif bagi pembangunan daerah.

Sementara itu Drs. Gufron salah satu narasumber memaparkan tentang hikmah puasa. Ia menjelaskan bahwa puasa bukan sekadar menahan lapar dan dahaga, melainkan juga sarana pembentukan karakter dan empati sosial.

Salah satu peserta sosialisasi, Yohan menanyakan terkait waktu dimulainya puasa setelah imsak, Gufron menjelaskan bahwa imsak merupakan tanda peringatan. "Imsak itu peringatan agar kita bersiap. Setelah adzan Subuh berkumandang, barulah puasa dimulai. Jika sekadar minum setelah imsak dan sebelum Subuh, itu masih diperbolehkan,”terangnya. 

Kegiatan sosialisasi dengan tema Agama ini juga menjadi ruang dialog antara masyarakat dan wakil rakyat, di mana berbagai aspirasi dan masukan disampaikan secara terbuka. Harapannya, melalui penguatan kesetiakawanan sosial, masyarakat dapat semakin solid dalam menghadapi berbagai tantangan sosial dan ekonomi.

Melalui sosialisasi ini, Hj. Atika Banowati, SH. Anggota komisi D DPRD Provinsi Jawa Timur Dapil IX (Ponorogo, Pacitan, Trenggalek, Magetan dan Ngawi) dari Partai Golkar ini berharap semangat Ramadhan 1447 H dapat menjadi penguat komitmen bersama untuk membangun masyarakat yang rukun, religius, serta saling mendukung demi terciptanya Ponorogo dan Jawa Timur yang lebih sejahtera,  harmonis dan berkeadilan,"pungkasnya. (Ari FS)

Berita Terbaru
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
Posting Komentar