PONOROGO (JI) - Dinas Pendidikan Kabupaten Ponorogo menggelar Pendidikan Budaya Nusantara. Ada pameran karya dari sekolah menengah pertama (SMP) se Kabupaten Ponorogo. Puluhan stand pameran terlihat berjajar rapi dan cantik, lantaran menggunakan konsep rumah adat dari berbagai daerah se-Indonesia.
Untuk diketahui, pada gelaran ini juga disuguhkan berbagai pertunjukan peserta didik mulai dari musik, tari, karawitan, hingga pagelaran wayang kulit dengan dalang bocah. Digelar pada 23-25 November 2023 dalam rangka Hari Sumpah Pemuda, Hari Pahlawan, dan Hari Guru Nasional. Salah satunya yang menarik mata adalah stand pameran dari SMP Negeri 1 Ponorogo.
![]() |
| Siswa SMPN 1 Ponorogo raih juara diberbagai lomba gelar budaya Nusantara |
Stand yang dibentuk bak rumah adat Kalimantan Barat itu menampilkan berbagai hasil karya peserta didik. Seperti lukisan, kaligrafi, kotak tisu, topeng, hiasan dinding, hingga tote bag.
Kepala SMP Negeri 1 Ponorogo, Drs. H. Imam Mujahid, MA mengatakan, karya yang ditampilkan adalah hasil peserta didik selama pembelajaran di kelas.
Pada kesempatan ini pula, juga sebagai representasi dari tiap daerah yang ditampilkan. "Ini termasuk pendidikan wawasan kebangsaan (PWK). Daerah-daerah di seluruh Indonesia berpresentasi lewat budaya ini."Tradisinya, pakaiannya apa, pahlawan apa yang muncul dari sana termasuk pahlawan dari Kalbar,"jelasnya.
Lebih lanjut Imam Mujahid mengungkapkan, agar peserta didik menumbuhkan jiwa patriotisme dan dapat melestarikan seni budaya dengan baik. "Sehingga anak-anak cinta tanah air, patriotisme akan tertanam dengan baik,"ujarnya.
Sementara itu, siswi SMP Negeri 1 Ponorogo, Nazwa Zakaria, mengaku bangga dapat merepresentasikan orang Dayak dengan mengenakan pakaian adat Kalimantan Barat.
Ia pun berdiri di depan stand bersama kedua temannya untuk menyambut tamu yang datang. "Pakaian adat laki-laki Kalbar itu 'king baba', kalau perempuan 'king bibinge' yang disertai ukiran khas Kalbar,"pungkas siswi kelas 8 itu. (Ari FS)




COMMENTS