PONOROGO (JI) - Mantan Bupati Ponorogo periode 2016-2021, Ipong Muchlissoni, memastikan bakal meramaikan pemilihan kepala daerah (Pilkada) Kabupaten Ponorogo tahun 2024.
Kepastian itu setelah Ipong Muchlissoni bersama anggota DPRD Fraksi Nasdem, rombongan pendukung kader simpatisan partai dan relawan datang ke Kantor DPC PKB Kabupaten Ponorogo pada Minggu, (19/05/2024).
Kedatangan Ipong Muchlissoni bersama rombongan disambut oleh para pengurus DPC PKB Kabupaten Ponorogo dan desk pilkada PKB Kabupaten Ponorogo.
Dalam sambutanya Ipong Muchlissoni mengatakan sebagai partai besar dan sekaligus pemenang dalam pileg 2024, PKB selama ini konsisten dapat jatah kursi pimpinan DPRD Kabupaten Ponorogo. Oleh karena itu, sebagai bakal calon Bupati menjadi wajib harus daftar ke PKB.
"Kalau diusung PKB itu hati saya rasanya anyep. Karena ada banyak kyai di PKB,"ujarnya.
Lanjut Ipong sapaan akrabnya mengungkapkan apalagi dengan PKB dirinya memiliki sejarah emosional yang cukup panjang. Sejak PKB berdiri sejak tahun 1999 dirinya menjadi salah satu orang yang ikut di dalamnya meskipun kiprahnya waktu itu ada di Kalimantan Timur. "Saya pernah jadi ketua DPW PKB Kalimatan Timur,"jelasnya.
Lebih lanjut Ipong menambahkan Saya dan pak Multazam sudah punya pengalaman mengurus rekom pada pilkada 2020. Insyaallah. Rekom PKB akan jatuh kepada saya,"ucapnya penuh keyakinan.
"Problem bupati Ponorogo itu soal infrastuktur jalan. Dan itu akan menjadi perhatian kita nanti. Selanjutnya, program lain yang juga tak kalah menariknya adalah soal umroh untuk kyai kampung, marbot masjid juga akan diteruskan termasuk pemberian insentif atau honor bagi guru Diniyah 1,2 juta setahun.
"Ambulan desa juga akan kita lanjutkan kembali. Kasihan masyarakat yang hendak berobat jauh dari kota tidak punya kendaraan. Begitu juga soal pengembangan dan pelestarian seni reog. Diera saya jadi Bupati bukan pengakuan yang dikejar tapi lebih pada upaya pelestarian dan konsistensi reog bisa tampil dan ada dimana-mana saja termasuk belahan dunia.
"Gebyar reog setiap bulan tanggal 11 dan serentak. Termasuk pagelaran reog tampil di benua Eropa (Belanda, Jepang, Taiwan, Hongkong). Tujuan kita jelas, reog ada dimana-mana,"ungkapnya.
Ditambahkan Ipong Muchlissoni bahwa program pro rakyat itu soal komitmen dan jika pemerintah bilang tidak ada anggaran maka itu bohong besar. "Jadi Bupati harus pinter ngegohne. Alias ngatur anggaran. Dengan APBD 2,3 triliun saya yakin bisa memenuhi keinginan dan harapan masyarakat,"tegasnya.
Sementara Ketua DPC PKB Kabupaten Ponorogo Ibnu Multazam, mengapreasi Ipong Muchlissoni yang sudah percaya dengan PKB sebagai kendaraan dalam pilkada Kabupaten Ponorogo.
Dijelaskan Ibnu Multazam bahwa pasca pendaftaran malam ini maka bakal calon bupati dari PKB bisa langsung melakukan konsolidasi dan sosialisasi kepada masyarakat pastinya dengan menggunakan simbol dan atribut PKB.
"Kalau soal popularitas saya tidak meragukan lagi. Tapi untuk elektabilitas perlu ditingkatkan."jelasnya.
Untuk itu, DPP PKB juga sudah merekomendasikan 12 lembaga survei untuk bakal calon bupati dan wakil bupati dari PKB. "Silakan dipilih dari 12 lembaga survei itu. Dan itu wajib bagi bakal calon karena hasilnya akan kita kirim kepada DPP PKB,"pungkasnya. (Ari FS)




COMMENTS