Terbukti SMK yang dipimpin Syamhudi Arifin, SE, MM ini kembali menggelar program tahunan "Sterida Dolan Bareng Anak Yatim Piatu" di Yogyakarta, Kamis (19/9/2024).
Tak tanggung tanggung sebanyak 255 anak yatim piatu dari Kabupaten Ponorogo, Magetan, dan Madiun mendapat santunan dan diajak berwisata edukasi ke Yogyakarta.
Bahkan sebanyak delapan bus Alvaro Satya Trans diterjunkan penuh berisi tawa dan keceriaan anak-anak yatim piatu didampingi kerabatnya menuju kota gudeg.
Mereka disambut dengan hangat oleh keluarga besar SMK PGRI 2 Ponorogo yang telah menyiapkan rangkaian kegiatan penuh makna. Dimulai dengan pemberian santunan di Ramayana Hall, suasana haru bercampur bahagia menyelimuti ruangan.
Tantowi Muid, guru agama SMK PGRI 2 Ponorogo membawakan mauidhoh hasanah tentang keutamaan anak yatim mengingatkan akan kewajiban untuk mencintai dan menyayangi mereka.
Tak hanya santunan anak anak yatim juga diajak menjelajahi Yogjakarta. Mereka diajak merasakan keseruan di Soraloka Interactive Zoo tempat mereka dapat berinteraksi langsung dengan berbagai satwa. Puncaknya mereka diajak berkeliling di Malioboro ikon wisata Yogyakarta merasakan keramaian dan menikmati kuliner khas kota ini.
Edi Priyono, S.Pd Wakasek SMK PGRI 2 Ponorogo mengatakan bahwa kegiatan ini merupakan program tahunan Sterida. Tujuannya untuk meningkatkan keimanan dan ketaqwaan kepada Tuhan Yang Maha Esa serta menumbuhkan rasa cinta sesama.
"Selain memberi santunan kegiatan ini juga sebagai upaya membangun semangat motivasi dan dukungan pada anak yatim. Pun SMK PGRI 2 Ponorogo dan SMK YKP tahun ini mendapatkan anugerah siswa baru yang melimpah. "Alhamdulillah banyaknya siswa baru Sterida ini atas berkat doa panjenengan sedoyo masyarakat Ponorogo sekitar. Utamanya anak yatim,"ujarnya.
Ia berharap kepedulian SMK PGRI 2 Ponorogo kepada anak yatim ini membawa keberkahan. Sehingga mudah-mudahan pada PPDB tahun ajaran 2025/2026 yang akan datang terus bertambah lagi,"harapnya.
Apalagi di SMK PGRI 2 Ponorogo memiliki program jalur tidak mampu (JTM) yang memberikan kesempatan bagi dhuafa atau anak yatim untuk mendapatkan pendidikan bermutu dengan biaya yang lebih ringan. "Jadi bayaranya hanya 50 atau 25 persen saja. Sehingga dapat meringankan beban orang tua yang menyekolahkan di Sterida. Tentu dengan catatan syarat tertentu,"ungkapnya.
Sementara itu dalam Mauidhoh hasanahnya mengapresiasi kegiatan dolan dan santunan anak yatim ini. "Rosul menyampaikan besuk itu saya bersama orang yang memelihara anak yatim sebagimana telunjuk dan jari tengah. Jadi dekat sekali jejer bersama rosul. Ia menekankan bahwa santunan tidak hanya dilakukan pada waktu tertentu, tetapi bisa dilakukan setiap waktu. "Mengusap rambut anak yatim itu mendapatkan ratusan keberkahan,"ucapnya.
Lebih lanjut Tantowi menegaskan bahwa kegiatan dolan ini merupakan salah satu bentuk memperlakukan dengan baik anak yatim. Sebab sebaik-baik rumah itu yang ada anak yatim serta diperlukan dengan baik. Dan sejelek rumah adalah yang ada anak yatim namun disia-siakan. Jangan sampai tersakiti. Karena doa anak yatim itu mustajabah,"pungkasnya. (Ari FS)




COMMENTS