PONOROGO (JI) - SMAN 2 Ponorogo bekerjasama dengan Unida Gontor, Pelaksanaan Ramadhan Camp. Sebanyak 750 siswa yang berasal dari kelas X, XI di bagi menjadi dua gelombang bagi kelas X di tanggal 4 dan 5, bagi kelas XI tanggal 6 dan 7 Maret 2025. Selasa, (4/3/2025).
Kepala SMAN 2 Ponorogo Mursid S.Pd ,M.Pd dalam kata sambut mengatakan bahwa Alhamdulillah kita berada di Kampus Unida Gontor ini dalam rangka mengikuti pesantren ramadhan di unida semoga tanpa ada halangan apapun.
"Mohon kepada anak- anak agar di berikan materi keagamaan, pendidikan karakter dan diharapkan betul-betul menjadi pribadi yang baik, menjadi generasi yang unggul dalam rangka menyongsong generasi emas 2045.
Kegiatan ini akan berlangsung selama 2 hari ikuti secara utuh, jangan pulang sebelum waktunya gunakan dengan sebaik baiknya, ikuti rangkaian dengan penuh tanggung jawab, orang tua kalian sudah mengantar ke Unida dengan penuh keikhlasan,"terangnya.
Lebih lanjut Mursid, S.Pd., M.Pd, Bulan Ramadhan merupakan bulan yang di tunggu bagi umat Islam dalam Ramadhan diajarkan kesabaran, kedisiplinan, dan meningkatkan kualitas diri secara spiritual dan sosial.
"Kalian sudah ada di lingkungan Unida harus disiplin, kualitas diri spiritual akan meningkatkan hubungan kalian dengan Allah, jangan sampai di bulan Ramadhan berpuasa berpura-pura, Ramadhan Camp ini harus membekas pada diri kalian dan setelah kegiatan ini kalian bisa berkontribusi dalam kegiatan dan berkontribusi dalam menciptakan lingkungan yang damai dan sejahtera untuk semua. lingkungan, Selamat mengikuti Ramadhan Camp di Unida Gontor,"ujarnya.
Sementara itu wakil rektor 1 Unida Gontor Assoc Prof. Dr. Abdul hafidz bin Zaid,LC.,MA mengatakan bahwa Ada mahasiswa unida yang di undang di google selama satu bulan ternyata mahasiswa tersebut terbiasa kerja keras, harus di latih mental dan fisik, mahasiswa tersebut mempunyai kognitif flexibility,"ucapnya.
"Bersama siapapun mahasiswa tersebut nyambung berbicara, banyak pengetahuan yang di punyai, sesulit apapun ilmu harus di pelajari oleh karena itu dia di undang oleh Google dan mahasiswa tersebut dilahirkan di tempat yang tidak terlalu nyaman yaitu di kampus Unida,"ungkapnya.
Anak- anak selalu melihat hasil tidak melihat proses, sesuatu yang membuat kuat itu yang nanti membawa keberhasilan, termasuk pemimpin di lahir kan dari hal-hal yang tidak enak di lihat seseorang, kami berterimakasih kepada bapak kepala sekolah untuk menjadi partner di Ramadhan Camp tahun ini dan kami siap bekerjasama walaupun tidak di bulan Ramadhan,"pungkasnya. (Ari FS)



COMMENTS