PONOROGO (JI) - Pemerintah Desa Karangpatihan, Kecamatan Balong, Kabupaten Ponorogo menggelar tradisi Bersih Desa sebagai bentuk syukur dan doa bersama demi keselamatan serta keberkahan seluruh warga. Rangkaian kegiatan dimulai sejak hari Jumat pagi dengan ziarah leluhur, dilanjutkan Sabtu malam doa bersama, serta prosesi lampah suci ngalap pangayomaning gusti, dan ditutup dengan khotmil Qur’an.
Acara diawali dengan ziarah makam leluhur yang dilaksanakan di kompleks makam para pendiri desa. Kepala Desa Karangpatihan beserta perangkat desa, tokoh agama, tokoh masyarakat, dan warga setempat turut hadir dalam ziarah yang berlangsung khidmat tersebut. Kegiatan ini menjadi wujud penghormatan atas jasa para leluhur yang telah meletakkan dasar kehidupan di Karangpatihan.
Usai ziarah, masyarakat berkumpul di balai desa untuk menggelar doa bersama. Dengan penuh kekhusyukan, warga memanjatkan doa untuk keselamatan, kesehatan, dan kemakmuran desa. Suasana religius begitu terasa saat seluruh elemen masyarakat menyatu dalam lantunan doa.
Rangkaian dilanjutkan dengan "Lampah suci ngalap pangayomaning Gusti" yaitu kirab 7 obor berjalan kaki keliling desa sambil berdzikir yang diikuti oleh perangkat desa, tokoh adat, dan masyarakat. Lampah suci menjadi simbol penyucian diri dan lingkungan serta memperkuat jalinan kebersamaan di antara warga. Dengan harapan memagari desa dari segala hal yang negatif, agar semua warga senantiasa sehat, dan sejahtera.
Sebagai penutup, malam harinya digelar khotmil Qur’an yang dipusatkan di Masjid Desa Karangpatihan. Para ustaz dan warga secara bergantian melantunkan ayat-ayat suci hingga khatam, sebagai bentuk ikhtiar spiritual untuk mendatangkan keberkahan dan ketenangan bagi seluruh masyarakat.
Kepala Desa Karangpatihan, Eko Mulyadi, menyampaikan apresiasi atas keterlibatan aktif seluruh warga dalam menjaga dan melestarikan tradisi luhur ini.
“Bersih Desa bukan hanya soal tradisi, tapi juga momentum untuk mengingat asal-usul, memperkuat iman, dan mempererat persaudaraan di tengah masyarakat,” ungkapnya.
Sementara itu Camat Balong, Tony Kristiawan, dalam sambutannya memberikan apresiasi atas terselenggaranya kegiatan tersebut. Ia menilai, tradisi seperti ini merupakan bagian penting dari pelestarian budaya sekaligus memperkuat nilai spiritual di tengah masyarakat.
"Tradisi bersih desa ini adalah kekayaan budaya sekaligus ruang refleksi. Pemerintah Kecamatan sangat mendukung kegiatan seperti ini untuk terus dilestarikan,"ujarnya.
Dengan digelarnya Bersih Desa, masyarakat Karangpatihan berharap kehidupan semakin harmonis, desa dijauhkan dari segala bencana, dan selalu berada dalam lindungan Allah SWT. (Ari FS)



COMMENTS