PONOROGO (JI) - SMK PGRI 2 Ponorogo menggelar Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) tahun ajaran 2025/2026 dengan mengusung konsep “Sekolah Ramah”, Senin hingga Kamis (14–17 Juli 2025). Kegiatan ini menjadi wujud komitmen sekolah dalam menciptakan suasana belajar yang aman, nyaman, bebas perundungan, serta menjunjung tinggi nilai inklusivitas dan penghargaan terhadap hak peserta didik.
Plt Kepala SMK PGRI 2 Ponorogo, Agus Pariadi dalam sambutannya menyampaikan bahwa MPLS bukan hanya pengenalan fisik sekolah dan tata tertib, tetapi juga ruang untuk menanamkan nilai-nilai positif yang akan menjadi fondasi karakter siswa selama menjalani pendidikan di sekolah ini. "Anak-anak harus bangga menjadi bagian dari SMK PGRI 2 Ponorogo, karena di sinilah masa depan mereka dibangun,”ucapnya.
“Kami ingin menghadirkan sekolah sebagai tempat yang ramah bagi setiap anak, tanpa kekerasan, diskriminasi, maupun tekanan. Konsep sekolah ramah ini mengedepankan penghargaan terhadap keberagaman dan mendorong tumbuhnya semangat kolaborasi antar siswa dan guru,” ujar Agus Pariadi lulusan pasca sarjana di China ini.
Rangkaian MPLS diisi dengan materi pengenalan sekolah, pembinaan karakter, edukasi anti-perundungan, penguatan budaya positif, serta kegiatan interaktif yang melibatkan siswa dan OSIS secara kolaboratif. Dalam setiap kegiatan, panitia menekankan nilai empati, tanggung jawab, serta pentingnya menjaga lingkungan yang suportif dan saling menghargai.
Pembukaan MPLS diawali apel pagi yang diikuti seluruh siswa baru dan para guru. Agenda MPLS dibagi ke dalam tiga bagian besar antara lain, kunjungan Bengkel dari teknik mesin, otomotif hingga multimedia, serta bazar dan Pentas Seni Siswa diajak membuka stan, menjual hasil karya, sekaligus unjuk kreativitas lewat penampilan seni musik dan tari dan ketiga pembekalan Teori di Kelas siswa mendapat materi tentang tata tertib sekolah, sopan santun, hingga budaya positif yang berlaku di lingkungan SMK PGRI 2 Ponorogo. Materi digilir (rolling) agar semua siswa memperoleh pemahaman yang sama.
Selain materi internal, MPLS juga mendatangkan narasumber eksternal. Di antaranya dari Polres Ponorogo yang menyampaikan bahaya narkotika dan zat adiktif (NAPZA), serta pihak Kejaksaan Negeri yang mengusung program “Kejaksaan Masuk Sekolah.” Tak kalah penting, pihak sekolah juga mengenalkan peran Bursa Kerja Khusus (BKK), unit penting yang membantu lulusan SMK PGRI 2 Ponorogo terserap ke dunia kerja.
Sementara itu Waka Kesiswaan SMK PGRI 2 Ponorogo Edy Priyono, S.Pd menambahkan bahwa seluruh panitia telah dibekali pemahaman mengenai prinsip sekolah ramah anak dan pendekatan non-kekerasan, sehingga pelaksanaan MPLS berjalan menyenangkan dan aman bagi peserta didik baru.
"Tidak ada perploncoan di MPLS SMK PGRI 2 Ponorogo. Yang ada adalah pendampingan, pembimbingan, dan penguatan karakter. Ini semua demi menyiapkan generasi yang siap menghadapi tantangan masa depan dengan integritas dan rasa percaya diri,” terangnya.
SMK PGRI 2 Ponorogo berharap dapat terus menumbuhkan budaya sekolah yang mendukung pertumbuhan anak secara utuh, baik secara akademik maupun karakter, demi mencetak lulusan yang unggul dan berdaya saing tinggi. Bersama Mewujudkan Sekolah Ramah, untuk Masa Depan yang Cerah. (Ari FS)




COMMENTS