PONOROGO (JI) - SMK PGRI 2 Ponorogo menggelar acara serah terima peserta didik baru tahun pelajaran 2025/2026 dari orang tua atau wali murid kepada pihak sekolah, Sabtu (19/7/2025). Tema yang diangkat dalam pertemuan tahun ini “Sinergi Membangun Prestasi”. Kegiatan yang berlangsung di halaman utama sekolah ini menjadi momen penting dalam menjalin sinergi antara keluarga dan institusi pendidikan dalam mendampingi proses belajar siswa. Acara ini bukan sekadar formalitas tahunan, namun menjadi ruang refleksi dan proyeksi bersama untuk meneguhkan komitmen pendidikan vokasi berbasis karakter dan keterampilan kerja.
Turut hadir dalam acara tersebut Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Ponorogo Drs. H. Nurhadi Hanuri, MM, mewakili Bupati Ponorogo, Kepala Cabang Dinas Pendidikan Wilayah Ponorogo Provinsi Jawa Timur Adi Prayitno, S.Pd, MM, Ketua YPLP PGRI Ruskamto, M.Pd, Plt. Kepala Sekolah SMK PGRI 2 Agus Pariadi S.S., M.B.A.
Serta Ketua Komite Hasyim Asy'ari, Penjamin Mutu H. Pirngadi, dan jajaran Forkopimca Babadan. Ribuan wali murid tampak antusias mengikuti jalannya acara yang berlangsung khidmad dibuka dengan pertunjukan tari oleh para siswa.
Acara ini juga menjadi bagian dari rangkaian kegiatan Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) yang tengah berlangsung. Dalam momen tersebut, secara simbolis perwakilan orang tua menyerahkan siswa kepada kepala sekolah sebagai bentuk penyerahan tanggung jawab pendidikan formal kepada pihak sekolah.
Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Ponorogo, Drs. H. Nurhadi Hanuri, MM, dalam kata sambut mewakili Bupati Ponorogo, Sugiri Sancoko, menyampaikan salam dan menitipkan harapan besar agar SMK PGRI 2 Ponorogo terus menjadi pionir dalam mencetak lulusan yang siap kerja. “SMK PGRI 2 Ponorogo telah menunjukkan bukti nyata. Lulusan-lulusannya banyak yang terserap di perusahaan nasional bahkan internasional,” ujarnya.
Ia juga menekankan pentingnya pendidikan karakter sebagai bekal generasi muda, serta menyampaikan peluang-peluang prestisius bagi siswa, seperti program hafiz Qur’an yang kini didukung penuh Pemkab melalui jalur beasiswa dan peluang masuk TNI-Polri.
Tak hanya Pemkab, Ketua YPLP PGRI Ponorogo Ruskamto, M.Pd juga mengungkapkan kebanggaannya atas capaian sekolah. “Penerimaan siswa baru tahun ini memenuhi kuota. Ini bukti kepercayaan masyarakat masih tinggi pada SMK PGRI 2 Ponorogo,” ujarnya.
Menurutnya, keberhasilan ini tak lepas dari kerja keras para pendidik dan sinergi yang terus dijaga antara sekolah, komite, yayasan, dan wali murid.
Sementara itu Agus Pariadi, S.S., M.B.A. Plt. Kepala SMK PGRI 2 Ponorogo, mengatakan bahwa SMK bukan hanya sekolah kejuruan, tetapi “sekolah menuju kerja”.
Menurutnya, adab tetap menjadi pondasi, namun keterampilan menjadi senjata utama. Ia menjelaskan bahwa sekolah ini kini dipercaya oleh berbagai mitra industri, termasuk PT Amman Mineral Sumbawa Barat, yang bahkan menitipkan siswa dari Nusa Tenggara Barat untuk menempuh pendidikan di Ponorogo,"ungkapnya.
Sekolah ini berdiri sejak tahun 1984, 41 tahun bukan usia pendek. Tapi perjalanan masih terus ditempa dan diperbarui. Kami menyusun program karakter yang terintegrasi dan menyiapkan siswa bukan hanya untuk bekerja, tapi juga menjadi wirausaha yang mandiri,” tegasnya.
Puncak acara serah terima peserta didik baru dari orang tua ke pihak sekolah, disaksikan langsung oleh kepala sekolah dan Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Ponorogo mewakil Bupati Ponorogo ini sebuah simbol bahwa pendidikan adalah kerja kolektif yang butuh kepercayaan dan kebersamaan. "Kalau semua dilakukan bersama, akan terasa ringan. Pendidikan bukan hanya tugas sekolah, tapi milik kita bersama,” pungkas Agus Pariadi. (Ari FS)



COMMENTS