PONOROGO (JI) - SMK Negeri 1 Ponorogo menggelar aksi tanam biopori massal di lingkungan sekolah, sebagai bentuk kepedulian terhadap kelestarian lingkungan dan upaya nyata dalam mitigasi bencana banjir serta krisis air bersih. Kegiatan ini mengusung tema “Bergerak Bersama Cegah Banjir dan Krisis Air dengan Biopori.” Selasa (8/7/2025).
Ratusan siswa, guru, tim anggota Adiwiyata sekolah hingga tenaga kependidikan SMKN 1 Ponorogo turut ambil bagian dalam kegiatan tersebut. Aksi tanam biopori dilakukan serentak di berbagai titik strategis halaman sekolah dengan harapan dapat meningkatkan resapan air hujan dan mengurangi potensi genangan air.
Kegiatan ini turut dihadiri Asisten 1 Bupati Ponorogo, Ir. Bambang Suhendro, MM. Perwakilan dari yayasan menabung air (Mahesa Group), Andi Widodo, perwakilan dari Dinas Lingkungan Hidup Ponorogo,
Kepala SMKN 1 Ponorogo, Katenan, S.Pd,. M.M.Pd, mengatakan kegiatan ini merupakan bagian dari program peduli lingkungan sekolah serta penguatan karakter peserta didik dalam hal cinta alam dan tanggung jawab sosial.
“Biopori bukan hanya solusi sederhana untuk mengatasi banjir, tapi juga menjadi bagian dari edukasi kepada siswa tentang pentingnya menjaga keseimbangan ekosistem. Kami ingin menanamkan kesadaran bahwa sekecil apapun aksi kita, akan berdampak besar jika dilakukan bersama,” ungkapnya.
Lebih lanjut Katenan menambahkan Workshop sehari yang menghadirkan pemateri dan jejaring Adiwiyata Jawa timur melengkapi rangkaian kegiatan workshop ini bertujuan untuk mengintegrasikan pendidikan lingkungan hidup ke dalam mata pelajaran sekolah,"ungkapnya.
Sementara itu, Asisten 1 Bupati Ponorogo, Ir. Bambang Suhendro, MM., dalam sambutannya mengapresiasi langkah SMKN 1 Ponorogo yang telah menjadi pelopor gerakan cinta lingkungan di tingkat sekolah.
“Ini adalah contoh konkret bagaimana dunia pendidikan dapat ikut serta menyelesaikan persoalan lingkungan. Semangat bergerak bersama seperti ini patut diduplikasi oleh sekolah lain di Ponorogo,” ujarnya.
Dalam kesempatan tersebut, Bambang Suhendro juga ikut secara simbolis menanam biopori bersama kepala sekolah, perwakilan yayasan menambung air, Dinas Lingkungan Hidup dan perwakilan siswa.
Sedangkan perwakilan dari yayasan menabung air (Mahesa Group), Andi Widodo, mengaku yayasanya telah menginisiasi ribuan bipori di Jawa Timur sejak tahun 2017. senang bisa terlibat langsung dalam aksi tanam biopori. "Targetnya mencapai 5000 biopori di Jawa Timur di tahun 2025 dan satu juta biopori di tingkat nasional pada tahun 2026. "Semoga ini bisa diterapkan di sekolah lain dan juga di rumah,” ujarnya.
Kegiatan tanam biopori ini juga menjadi bagian dari upaya sekolah dalam mewujudkan predikat sekolah adiwiyata dan mendukung program pembangunan berkelanjutan (SDGs), khususnya pada aspek pengelolaan air bersih dan sanitasi.
Melalui aksi ini, SMKN 1 Ponorogo berharap dapat menjadi inspirasi bagi masyarakat luas untuk mulai bergerak bersama menjaga.
Dengan gerakan ini, SMKN 1 Ponorogo berharap bisa menjadi contoh sekolah ramah lingkungan serta menginspirasi gerakan serupa di sekolah-sekolah lainnya di Ponorogo dan sekitarnya. (Ari FS)



COMMENTS