PONOROGO (JI) - Badan Pangan Nasional (Bapanas) bersama Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Ponorogo melakukan peninjauan langsung ke gudang Bulog untuk memastikan ketersediaan serta kualitas beras dan jagung tetap aman dan terjaga. Langkah ini dilakukan sebagai bagian dari upaya menjaga stabilitas pasokan dan harga pangan di wilayah Ponorogo menjelang akhir tahun 2025. Kamis (9/10/2025).
Kunjungan tersebut dihadiri langsung Kepala Badan Pangan Nasional (Bapanas) Arif Prasetyo beserta Wakil Bupati Ponorogo Lisdyarita serta Kepala Dinas Ketahanan Pangan Kabupaten Ponorogo, serta jajaran Bulog Subdivre Madiun. Mereka melakukan pengecekan menyeluruh terhadap kondisi penyimpanan, kadar air, hingga mutu beras dan jagung yang tersimpan di gudang.
Kepala Bapanas Arif Prasetyo menyampaikan bahwa hasil pemeriksaan menunjukkan stok beras dan jagung di gudang Bulog Ponorogo dalam kondisi aman dan mencukupi untuk kebutuhan masyarakat beberapa bulan ke depan. “Kualitas beras dan jagung terpantau baik, penyimpanan sesuai standar, dan tidak ditemukan indikasi penurunan mutu,” ujarnya.
Lanjut Arif Prasetyo menegaskan dan memastikan bahwa seluruh pangan yang dikeluarkan oleh Bulog memiliki kualitas dan kondisi yang baik. pun menegaskan beras tidak boleh dikeluarkan dari gudang jika kualitasnya tidak memenuhi standart. "Hari ini saya cek beras yang disiapkan untuk bantuan pangan dan SPHP,"terangnya.
Selain mengecek stok dan kualitas beras, Arif juga ingin memastikan penyerapan dan distribusi beras berjalan dengan baik, sesuai dengan harga, kualitas dan tujuan yang diharapkan. Tak hanya beras ia juga meninjau kondisi penyerapan dan distribusi jagung di Bulog Ponorogo. Selain stok ia menekankan pentingnya menjaga agar harga jagung tetap menguntungkan bagi petani, namun tetap terjangkau bagi peternak.
Sebagai daerah dengan sektor pertanian yang menjadi andalan ekonomi, kabupaten Ponorogo dikenal sebagai salah satu lumbung padi di Jawa Timur. Pada tahun 2024 produksi padi di Ponorogo mencapai 379. 245 ton gabah kering giling (GKG).
Sementara itu, Wakil Bupati Ponorogo Lisdyarita menegaskan bahwa sinergi antara pemerintah pusat dan daerah terus diperkuat untuk menjaga ketahanan pangan. “Kami bersama Bapanas dan Bulog berkomitmen memastikan bahan pangan strategis selalu tersedia dengan harga yang stabil. Pemantauan seperti ini rutin dilakukan agar tidak terjadi kelangkaan atau lonjakan harga di pasaran,” jelasnya.
"Untuk Komoditas Jagung Pemerintah Kabupaten Ponorogo bersama Polres Ponorogo baru saja meluncurkan program "Satu Desa Dua Hektare Tanaman Jagung" guna mendukung gerakan ketahanan pangan nasional yang digagas Presiden Prabowo Subianto. "Kami sangat mendukung program apa pun yang berkaitan dengan ketahanan pangan. kemarin baru diluncurkan program penanaman jagung tiga hektar disetiap desa di Ponorogo, "pungkasnya. (afs/adv)




COMMENTS