PONOROGO (JI) -Setelah vakum selama satu dekade, Liga Sepak Bola Pelajar (LSP) akhirnya kembali digelar di Kabupaten Ponorogo. Ajang bergengsi antar pelajar ini secara resmi dibuka oleh Bupati Ponorogo, Sugiri Sancoko, di Stadion Batoro Katong, Sabtu (11/10/2025).
Kembalinya LSP Ponorogo disambut antusias oleh para pelajar, guru, dan masyarakat pecinta sepak bola. Turnamen ini menjadi momentum kebangkitan olahraga sepak bola di kalangan pelajar setelah 10 tahun “mati suri”.
Dalam sambutannya, Bupati Ponorogo Sugiri Sancoko menyampaikan rasa bangga dan harapannya agar kompetisi ini menjadi wadah pembinaan bakat sepak bola sejak dini.
Kang Giri sapaan Bupati Sugiri Sancoko menaruh harapan besar dari Liga Sepak Bola Pelajar 2025 lahir pesepak bola hebat. Apalagi, ada keterlibatan Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI) dalam memutar lagi kompetisi yang sudah lama mati suri.
Kebangkitan apapun dimulai dari pemuda, termasuk dalam dunia sepak bola. Untuk perubahan apapun, pemuda selalu di garda terdepan. “Kita ingin sepak bola Ponorogo kembali menggeliat. Liga ini bukan sekadar lomba, tapi ruang untuk menempa karakter, sportivitas, dan semangat juang anak-anak kita.
Lebih lanjut Kang Giri mengidamkan terulangnya masa kejayaan Persepon di era 1970 hingga 1980-an. "Laskar Suromenggolo" julukan Persepon termasuk tim yang disegani. Kang Giri berharap ada pemain liga pelajar yang memperkuat Persepon. “Pembinaan berjalan, dukung anak-anak yang bertanding di Liga Sepak Bola Pelajar 2025 menjadi pemain-pemain yang hebat,”ujar Kang Giri di hadapan ratusan peserta dan penonton.
Ia menegaskan bahwa Pemkab Ponorogo berkomitmen mendukung kebangkitan olahraga di daerah, khususnya di level pelajar, sebagai bagian dari pembangunan sumber daya manusia yang sehat, tangguh, dan berdaya saing.
Sementara itu, Ketua KNPI Ponorogo Alfanda Qoid Khusnul Saifuddin menyebut liga pelajar dapat menjadi ajang pemantauan bakat pemain. Dia juga berharap klub-klub sepak bola juga melakukan pembinaan pemain junior. “Sudah saatnya sepak bola Ponorogo bangkit,”ungkapnya.
KNPI berkolaborasi dengan Disbudparpora dan Pengcab PSSI Ponorogo dalam menggelar liga pelajar yang akan berlangsung 11 Oktober hingga 11 November 2025 itu. Tim tingkat SMP maupun tingkat SMA masing-masing dibagi dalam empat grup dengan sistem pertandingan setengah kompetisi. Delapan tim terbaik nantinya berhak melaju ke babak perempat final yang mulai menganut sistem gugur. Waktu pertandingan efektif 2×25 menit untuk tingkat SMP dan 2×35 menit untuk tingkat SMA,"jelasnya.
Sedangkan Wakil Bupati Ponorogo Bunda Lisdyarita, dalam kesempatan yang sama, mengungkapkan bahwa kegiatan ini diharapkan menjadi agenda rutin tahunan.
“Kami ingin mencetak bibit-bibit pesepak bola unggul dari Ponorogo yang kelak bisa berlaga di tingkat provinsi bahkan nasional,” ujarnya.
Pembukaan liga berlangsung meriah dengan penampilan drumband pelajar dan parade kontingen dari berbagai sekolah. Bupati Sugiri juga melakukan tendangan pertama sebagai tanda dimulainya kompetisi.
Dengan semangat baru dan dukungan penuh dari pemerintah daerah, Liga Sepak Bola Pelajar 2025 diharapkan menjadi awal kebangkitan prestasi olahraga Ponorogo di kancah yang lebih luas. (afs/adv)




COMMENTS