PONOROGO (JI) - Rangkaian kegiatan Bumi Reog Berdzikir (BRB) 2025 diawali dengan Apel Siaga Pamter Persaudaraan Setia Hati Terate (PSHT) di Paseban Alun-alun Kabupaten Ponorogo, Minggu (22/12/2025). Apel siaga dipimpin langsung oleh Ketua Cabang PSHT Ponorogo, Kang Mas Moh. Komarudin, S.Ag., M.Si., selaku inspektur apel.
Dalam sambutannya Kang Mas, Moh. Komarudin menegaskan bahwa Apel Siaga Pamter bukan sekadar kegiatan seremonial, melainkan bentuk kesiapan PSHT dalam menjaga ketertiban serta mengamankan seluruh rangkaian Bumi Reog Berdzikir (BRB) 2025.
“Kesiapsiagaan Pamter adalah bagian dari ikhtiar menjaga marwah persaudaraan. Tanpa kesiapan dan kedisiplinan, persaudaraan tidak akan tumbuh kuat dan bermartabat,”ujarnya.
Lebih jauh Moh Komarudin mengajak seluruh warga PSHT untuk menjadikan BRB sebagai ruang memperkuat nilai spiritual, sosial, dan kebangsaan. Menurutnya, pengamanan yang humanis dan berlandaskan persaudaraan menjadi kunci agar BRB benar-benar membawa kesejukan bagi masyarakat Ponorogo.
Usai apel, rangkaian kegiatan dilanjutkan dengan pengajian bersama Gus Eeng dan Abah Eko dari Wonogiri, sebagai penguat spiritual. Agenda berikutnya meliputi pawai obor, ziarah makam para tokoh dan sesepuh PSHT, serta napak tilas sejarah dengan mendatangi rumah ketua PSHT yang telah wafat.
Nuansa sosial turut menguat melalui bakti sosial sunatan massal di Padepokan PSHT Cabang Ponorogo, donor darah, serta santunan anak yatim yang diikuti 103 peserta, sesuai usia PSHT yang telah memasuki 103 tahun.
Rangkaian BRB kemudian dilanjutkan dengan konsolidasi dan persiapan menuju puncak acara Bumi Reog Berdzikir 2025 yang dijadwalkan berlangsung pada 28 Desember 2025.
Lebih lanjut Kangmas Moh. Komarudin mengingatkan seluruh warga PSHT agar tidak menebar ujaran kebencian, khususnya menjelang akhir tahun. Ia mengajak seluruh anggota melakukan evaluasi diri sebagai bekal menyongsong tahun 2026 dengan semangat persaudaraan, kedamaian, dan keteduhan, "pungkasnya. (Ari FS)



COMMENTS