PONOROGO (JI) - SMA Muhammadiyah 1 Ponorogo kembali menunjukkan komitmennya dalam mendukung pengembangan prestasi olahraga pelajar dengan menggelar Muhipo Pencak Silat Competition 2026.
Kejuaraan ini mempertandingkan pencak silat antar pelajar tingkat SD, SMP, hingga SMA dari berbagai sekolah se eks Karesidenan Madiun. Pertandingan berlangsung selama tiga hari dengan mempertandingkan berbagai kelas dan kategori sesuai jenjang usia. Para peserta tampil maksimal dengan dukungan penuh dari pelatih, official, serta para suporter yang hadir memberikan semangat.
Selain sebagai ajang kompetisi, Muhipo Pencak Silat Competition 2026 juga diharapkan mampu mempererat silaturahmi antar pelajar dan sekolah, serta mendorong tumbuhnya prestasi pencak silat di Kabupaten Ponorogo.
Ajang bergengsi tersebut digelar di Halaman Olahraga SMA Muhammadiyah 1 Ponorogo dan diikuti ratusan atlet muda yang tampil penuh semangat dan sportivitas. Kamis/Sabtu 29-31 Januari 2026.
Muhipo Pencak Silat Competition 2026 juga menjadi wadah pembinaan sekaligus ajang unjuk kemampuan bagi generasi muda dalam melestarikan seni bela diri asli Indonesia.
Kepala SMA Muhammadiyah 1 Ponorogo, Sugeng Riadi, M.Pd dalam sambutannya menyampaikan bahwa kegiatan ini tidak hanya bertujuan untuk mencari bibit atlet berprestasi, tetapi juga menanamkan nilai-nilai karakter seperti disiplin, kejujuran, dan sportivitas kepada para pelajar. “Pencak silat bukan hanya olahraga, tetapi juga sarana pembentukan mental dan akhlak generasi muda,” ujarnya.
Lebih lanjut Sugeng Riadi menambahkan Muhipo Pencak Silat Competition 2026 ini adalah event pertama kali yang diadakan SMA Muhammadiyah 1 Ponorogo dan ini juga merupakan event pertama di tingkat antar sekolah open se eks Karisedenan Madiun yang diadakan di Ponorogo. Pun event ini juga sebagai wadah para atlet untuk menambah jam terbang biar lebih maksimal perkembangannya serta kita juga mengenalkan sekolah di Muhipo ada kelas olahraga. Ia berharap kegiatan ini juga sebagai ajang silahturahmi para atlet dan semua perguruan silat yang ada di kabupaten Ponorogo.
Dengan terselenggaranya kegiatan ini, SMA Muhammadiyah 1 Ponorogo berharap dapat terus menjadi bagian dari lahirnya atlet-atlet pencak silat berprestasi yang mampu bersaing di tingkat regional hingga nasional.
Sementara itu Ketua Ikatan Pencak Silat Indonesia (IPSI) Kabupaten Ponorogo, H. Miseri Efendi, S.H, M.H menyampaikan apresiasi dan terima kasih yang setinggi-tingginya kepada SMA Muhammadiyah 1 Ponorogo atas terselenggaranya kejuaraan ini.
Kejuaraan pencak silat antar pelajar seperti ini memiliki arti yang sangat penting. Selain sebagai ajang kompetisi dan pembinaan atlet usia dini, kegiatan ini juga menjadi sarana untuk menanamkan nilai-nilai luhur pencak silat, seperti sportivitas, disiplin, persaudaraan, dan karakter berakhlak mulia. Inilah jati diri pencak silat sebagai warisan budaya bangsa yang harus terus kita jaga dan kembangkan.
IPSI Kabupaten Ponorogo sangat mendukung kegiatan-kegiatan positif di lingkungan pendidikan yang mampu melahirkan bibit-bibit atlet berprestasi. Dari ajang inilah diharapkan akan muncul pesilat-pesilat muda Ponorogo yang kelak mampu mengharumkan nama daerah di tingkat provinsi, nasional, bahkan internasional.
Kepada seluruh atlet yang bertanding, saya berpesan agar bertandinglah dengan penuh semangat, menjunjung tinggi sportivitas, serta menghormati wasit dan lawan. Menang atau kalah adalah hal yang biasa dalam kompetisi, namun pengalaman, mental juara, dan persaudaraan adalah nilai yang paling utama. selamat bertanding dan selamat mengikuti Muhipo Pencak Silat Competition 2026. Semoga kegiatan ini berjalan lancar, aman, dan sukses, serta membawa manfaat besar bagi kemajuan pencak silat di Kabupaten Ponorogo,"pungkasnya. (Ari FS)





COMMENTS