PONOROGO (JI) - Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Kabupaten Ponorogo mulai memanaskan mesin politik dengan menyiapkan pelaksanaan Musyawarah Cabang (Muscab) sebagai langkah konsolidasi organisasi. Agenda tersebut sekaligus menjadi momentum memperkuat struktur partai hingga tingkat bawah dalam menatap kontestasi politik ke depan, termasuk Pilkada 2029.
Agenda muscab PKB merupakan bagian dari konsolidasi organisasi partai yang dilakukan serentak di sejumlah daerah di Jawa Timur. Dewan Pengurus Cabang (DPC) Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Ponorogo rencananya menggelar Musyawarah Cabang (Muscab) pada tanggal 28 Maret 2026 mendatang.
Dwi Agus Prayitno, Sekretaris DPC PKB Ponorogo, mengatakan pelaksanaan muscab merupakan agenda yang telah ditetapkan oleh Dewan Pengurus Pusat (DPP) PKB dan kemudian ditindaklanjuti oleh Dewan Pengurus Wilayah (DPW) PKB Jawa Timur.
"Jadwal muscab sudah ditentukan oleh DPP dan diteruskan oleh DPW. Karena DPC merupakan kepanjangan tangan dari DPP di daerah, maka kami menyesuaikan dengan jadwal tersebut,"ungkapnya.
Lebih lanjut Dwi Agus Prayitno yang juga menjabat Ketua DPRD Ponorogo, ini menjelaskan, menjelang pelaksanaan muscab, pengurus partai di tingkat kecamatan atau Pengurus Anak Cabang (PAC) juga dilibatkan dalam kegiatan sosialisasi dan konsolidasi yang digelar oleh DPW PKB Jawa Timur.
Menurutnya, kegiatan tersebut bertujuan memberikan pemahaman terkait tahapan serta mekanisme pelaksanaan muscab."Nanti juga ada sosialisasi mengenai mekanisme pelaksanaan muscab. Pesertanya dari PAC-PAC, sehingga seluruh tahapan dijelaskan secara rinci," ujarnya.
Ia menambahkan bahwa Muscab merupakan bagian penting dari proses regenerasi kepemimpinan dan penguatan soliditas kader. Melalui forum tersebut, partai akan melakukan evaluasi serta menyusun strategi untuk memperbesar kekuatan politik PKB di Ponorogo. “Melalui Muscab ini kami ingin memperkuat konsolidasi partai, merapatkan barisan kader, sekaligus mempersiapkan langkah strategis untuk menghadapi agenda politik ke depan,” ujarnya.
Sementara itu, Bendahara DPW PKB Jawa Timur, M. Sholichul Umam mengatakan konsolidasi dengan struktur partai di daerah menjadi bagian penting untuk memperkuat organisasi. Kami ingin PKB tidak hanya kuat di legislatif, tetapi juga mampu menghadirkan kader terbaik untuk memimpin Ponorogo. Target kami jelas, merebut kursi Bupati pada Pilkada 2029,” tegasnya.
Selain konsolidasi internal, PKB Ponorogo juga akan memperkuat komunikasi politik dengan berbagai elemen masyarakat. Langkah ini dinilai penting untuk menjaga kedekatan partai dengan warga serta menyerap aspirasi yang berkembang di tengah masyarakat.
Menurutnya, momentum Ramadhan sering dimanfaatkan untuk menyapa kader hingga tingkat kecamatan sekaligus mempererat komunikasi dengan masyarakat. "Setiap Ramadan kami menyapa struktur partai di daerah. Ini bagian dari konsolidasi sekaligus menjaga kedekatan kader dengan masyarakat," katanya Rabu, (10/3/2026).
Ia menambahkan, aktivitas politik tidak boleh hanya muncul menjelang pemilu lima tahunan. Kader partai di daerah diminta tetap aktif hadir di tengah masyarakat. "Politik tidak boleh hanya muncul saat musim pemilu. Kader harus terus berada di tengah masyarakat,"ucapnya.
Ke depan, PKB menargetkan peningkatan kekuatan politik, baik di legislatif maupun eksekutif. Salah satunya dengan menambah perolehan kursi DPRD serta menargetkan kemenangan pada Pilkada 2029. "Sekarang PKB sudah meraih posisi Ketua DPRD. Ke depan targetnya bisa memenangkan kursi bupati pada 2029.
Dengan persiapan yang mulai dimatangkan sejak dini, PKB Ponorogo berharap dapat membangun kekuatan politik yang lebih solid dan siap menghadapi berbagai dinamika politik di masa mendatang,"pungkasnya. (Ari FS)



COMMENTS