Reyog Gembolo Sardulo Ex-PB Jebeng Tampil Memukau di FNRP XXXI Grebeg Suro 2026, Sihir Wisatawan Mancanegara
PONOROGO (JI) – Grup Reyog Gembolo Sardulo yang mewakili wilayah ex-PB Jebeng, terdiri dari Kecamatan Slahung, Kecamatan Bungkal, Kecamatan Balong, dan Kecamatan Ngrayun, kembali menunjukkan kelasnya dalam ajang Festival Nasional Reog Ponorogo (FNRP) XXXI Tahun 2026 yang menjadi bagian dari rangkaian Grebeg Suro 2026. Festival budaya terbesar di Bumi Reog tersebut menjadi magnet wisata nasional maupun internasional yang berlangsung pada 6–15 Juni 2026.
Tampil di panggung utama Alun-alun Ponorogo, Reyog Gembolo Sardulo berhasil memukau ribuan penonton yang memadati arena pertunjukan. Atraksi dadak merak yang kokoh, gerak lincah para jathil, energik bujang ganong, serta kekompakan seluruh pendukung menjadikan penampilan mereka mendapat sambutan meriah, termasuk dari wisatawan mancanegara yang hadir menyaksikan langsung kemegahan seni Reyog Ponorogo.
Grup Reyog Gembolo Sardulo, Ex- PB Jebeng, dibawah pembina dan pendiri Drs. Hadi Sasmita dan Agustino Ki Lurah Wengker/Kepala Desa Kupuk, Kecamatan Bungkal, dengan Ketua Sugeng Rawuh Kepala Desa Pelem dan seluruh Anggota DPRD Kabupaten Ponorogo Dapil 4 ini menjadi representasi, ex-PB Jebeng ini bukanlah nama baru dalam Festival Nasional Reog Ponorogo. Secara rutin, Gembolo Sardulo selalu menjadi bagian dari rangkaian pergelaran akbar Grebeg Suro dan konsisten bersaing di jajaran 10 besar serta meraih berbagai peringkat bergengsi. Rekam jejak tersebut menjadi bukti keseriusan para pelaku seni dalam menjaga kualitas pertunjukan sekaligus melestarikan warisan budaya leluhur.
Dalam sejarah perjalanan seni budaya Ponorogo, kontingen ex-PB Jebeng dikenal sebagai salah satu kekuatan penting dalam pelestarian Reyog. Dari tahun ke tahun, mereka terus menunjukkan performa tinggi dan mampu mempertahankan eksistensi kelompoknya sebagai salah satu akar sejarah perkembangan Reyog di wilayah selatan Ponorogo.
Wasis, Ap, M.Si, Camat Bungkal sekaligus Ketua rombongan group reyog Ex- PB Jebeng Gembolo Sardulo menyampaikan bahwa keikutsertaan dalam FNRP bukan sekadar mengejar prestasi, melainkan menjadi wujud tanggung jawab moral untuk menjaga keberlangsungan seni Reyog agar tetap hidup dan dicintai generasi muda.
“Semangat kami adalah menjaga marwah Reyog Ponorogo. Prestasi tentu membanggakan, tetapi yang lebih penting adalah bagaimana kesenian ini terus berkembang dan dikenal dunia,” ujarnya.
Sementara itu Camat Balong, Suseno, S.Sos, MM, mengungkapkan Festival Nasional Reog Ponorogo sendiri merupakan salah satu agenda budaya terbesar di Indonesia yang masuk dalam kalender pariwisata unggulan dan menjadi ikon kebanggaan masyarakat Ponorogo. Tahun 2026, FNRP kembali menghadirkan puluhan grup terbaik yang memperebutkan prestise tinggi di panggung budaya bertaraf nasional bahkan internasional.
"Dengan penampilan yang memukau dan konsistensi menjaga kualitas, Reyog Gembolo Sardulo kembali membuktikan bahwa Ex-PB Jebeng tetap menjadi salah satu pilar penting pelestarian budaya Reyog Ponorogo. Kehadiran kami di FNRP XXXI Grebeg Suro 2026 tidak hanya menghibur masyarakat, tetapi juga menjadi duta budaya yang memperkenalkan keagungan Reyog Ponorogo kepada dunia," pungkasnya. (Ari FS)



