[JI] NEWS >>>

Singo Sumowicitro SMPN 2 Kauman Siap Rebut Kembali Mahkota Juara di Festival Reyog Remaja XXIII Grebeg Suro 2026

PONOROGO (JI) – Group Reyog Singo Sumowicitro SMPN 2 Kauman kembali menjadi salah satu kontingen yang paling dinantikan penampilannya dalam ajang Festival Reyog Remaja (FRR) XXII Grebeg Suro 2026. Berbekal tradisi prestasi yang panjang dan persiapan matang selama lebih dari tiga bulan, kontingen asal Kecamatan Kauman itu optimistis mampu kembali merebut gelar juara umum.

Pada gelaran Festival Reyog Remaja 2025, Singo Sumowicitro berhasil meraih posisi Juara II, setelah sebelumnya menjadi salah satu langganan juara umum dan kolektor berbagai gelar prestisius di ajang FRR. Rekam jejak prestasi mereka menjadikan SMPN 2 Kauman sebagai salah satu kekuatan utama seni reyog pelajar di Ponorogo. 

Tahun ini, lebih dari 100 personel diterjunkan untuk memperkuat penampilan Singo Sumowicitro. Seluruh unsur pertunjukan mulai dari penari warok, pembarong, jathil, bujangganong, pengrawit hingga kru pendukung telah menjalani latihan intensif demi menampilkan sajian terbaik di panggung utama Grebeg Suro 2026.

Keunggulan lain yang dimiliki kontingen SMPN 2 Kauman adalah sebagian besar peserta aktif mengikuti pembinaan di sanggar seni reyog. Kondisi tersebut membuat proses latihan berjalan lebih efektif karena para pemain telah memiliki dasar keterampilan dan pemahaman yang kuat terhadap seni pertunjukan reyog.

"Kami sudah melakukan persiapan lebih dari tiga bulan. Hampir semua peserta juga aktif di sanggar, sehingga secara teknik maupun mental mereka lebih siap ketika tampil di panggung festival," ujar Kepala SMPN 2 Kauman, Drs. H. Indarto Bandono, M.Pd. Selasa. (9/6/2026) malam.

Menurut Indarto, pengalaman bertahun-tahun mengikuti Festival Reyog Remaja menjadi modal berharga bagi para siswa untuk menghadapi persaingan yang semakin ketat. Ia berharap kerja keras seluruh tim dapat berbuah manis dengan membawa pulang gelar juara umum.

"Target kami tentu ingin memberikan penampilan terbaik dan berharap bisa meraih juara umum. Anak-anak sudah berlatih dengan sungguh-sungguh, didukung para pelatih, pembina, orang tua, dan seluruh keluarga besar SMPN 2 Kauman," katanya.

Singo Sumowicitro sendiri dikenal sebagai salah satu grup reyog pelajar paling konsisten di Ponorogo. Berbagai gelar juara telah diraih sejak tahun 2016, 2018, 2019, 2022, dan 2024, sehingga menjadikan nama SMPN 2 Kauman selalu diperhitungkan dalam setiap penyelenggaraan Festival Reyog Remaja. 

Sementara itu Plt Bupati Ponorogo Bunda Lisdyarita, yang menyaksikan langsung pertunjukan di panggung utama Alun-Alun Ponorogo. mengapresiasi tinggi group reyog singo sumowicitro dari SMPN 2 Kauman.

Menurut Bunda Lisdyarita, penampilan Singo Sumowicitro kembali menunjukkan kualitas sebagai salah satu grup reyog pelajar terbaik di Ponorogo. Kekompakan para pemain, kekuatan cerita yang dibawakan, serta penguasaan panggung menjadi bukti keberhasilan pembinaan seni budaya di lingkungan sekolah.

"Saya melihat penampilan Reyog Singo Sumowicitro sangat luar biasa. Energi para pemain terasa sejak awal hingga akhir pertunjukan. Mereka tampil kompak, penuh semangat, dan mampu menghadirkan sajian yang menghibur sekaligus menunjukkan kualitas seni reyog yang tinggi," ungkapnya.

Bunda Lisdyarita menilai predikat sebagai langganan juara yang selama ini melekat pada SMPN 2 Kauman bukanlah sesuatu yang diperoleh secara instan. Prestasi tersebut merupakan hasil dari proses latihan yang panjang, kedisiplinan para siswa, serta dukungan sekolah dan para pelatih dalam menjaga regenerasi seni reyog.

"Ketika melihat mereka tampil, saya bisa merasakan betapa seriusnya persiapan yang dilakukan. Setiap elemen pertunjukan terlihat matang. Ini menjadi bukti bahwa generasi muda Ponorogo memiliki kecintaan yang besar terhadap budaya daerahnya," tambahnya.

Ia juga menyampaikan kebanggaannya karena Festival Reyog Remaja tidak hanya menjadi ajang kompetisi, tetapi juga wadah pembentukan karakter generasi muda melalui seni dan budaya.

"Anak-anak seperti inilah yang akan menjadi penerus pelestarian Reyog Ponorogo di masa depan. Mereka tidak hanya berkompetisi untuk meraih juara, tetapi juga menjaga identitas dan kebanggaan budaya Ponorogo agar tetap hidup dan berkembang,"pungkasnya. (Ari FS)

Berita Terbaru
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
Posting Komentar