Kepala Dinas Pendidikan Ponorogo Ikuti Kirab Grebeg Tutup Suro, Wujud Dukungan Pelestarian Budaya Daerah
PONOROGO (JI) – Dinas Pendidikan Kabupaten Ponorogo turut ambil bagian dalam Kirab Grebeg Tutup Suro Ponorogo, puncak rangkaian tradisi penutupan Tahun Baru Hijriah yang dipusatkan di kawasan Monumen Bantarangin, Kecamatan Kauman, Somoroto, Kamis, (16/7/2026).
Grebeg Tutup Suro merupakan agenda budaya dan religi yang setiap tahun menjadi daya tarik masyarakat. Rangkaian acaranya diawali dengan Bedol Pusaka, dilanjutkan Kirab Budaya, dan ditutup dengan tradisi Buceng Porak sebagai simbol rasa syukur, kebersamaan, serta harapan akan keberkahan di tahun yang baru.
Dalam kirab tersebut, Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Ponorogo, Drs. H. Nurhadi Hanuri, MM., bersama istri mendapat kehormatan menaiki kereta kencana yang berada tepat di belakang kereta kencana yang ditumpangi Bupati Ponorogo beserta keluarga. Kehadiran rombongan Dinas Pendidikan menjadi simbol dukungan dunia pendidikan terhadap upaya pelestarian sejarah, budaya, dan tradisi yang telah mengakar di tengah masyarakat Ponorogo.
Keikutsertaan Dinas Pendidikan tidak hanya menjadi bagian dari kemeriahan kirab, tetapi juga menegaskan pentingnya menanamkan nilai-nilai budaya kepada generasi muda melalui dunia pendidikan. Tradisi seperti Grebeg Tutup Suro dinilai memiliki nilai edukatif yang mampu memperkuat karakter, menumbuhkan kecintaan terhadap budaya lokal, serta mempererat persatuan masyarakat.
Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Ponorogo, Drs. H. Nurhadi Hanuri, MM., mengatakan bahwa pelestarian budaya merupakan tanggung jawab bersama, termasuk insan pendidikan.
"Sekolah tidak hanya menjadi tempat menimba ilmu pengetahuan, tetapi juga ruang untuk menanamkan karakter, kecintaan terhadap budaya, dan penghormatan terhadap sejarah daerah. Melalui momentum Grebeg Tutup Suro ini, kami ingin mengajak seluruh satuan pendidikan untuk terus mengenalkan budaya lokal kepada peserta didik agar tetap lestari di tengah perkembangan zaman," ujarnya.
Ia berharap sinergi antara pemerintah daerah, lembaga pendidikan, dan masyarakat dapat terus diperkuat sehingga tradisi-tradisi luhur Ponorogo tetap hidup, berkembang, dan menjadi kebanggaan generasi penerus,"pungkasnya. (Ari FS)

