FORTASI SMA Muhammadiyah 1 Ponorogo Jadi Gerbang Sukses Siswa Baru, Hadirkan Peserta dari Papua Barat Daya hingga Sulawesi Tenggara
PONOROGO (JI) – SMA Muhammadiyah 1 Ponorogo (Muhipo) menggelar Forum Ta'aruf dan Orientasi Siswa (FORTASI) Tahun Ajaran 2026/2027 selama lima hari, mulai Senin hingga Jumat, 13–17 Juli 2026. Mengusung tema "Berakhlak, Berprestasi, dan Peduli Sesama", kegiatan ini menjadi langkah awal dalam membentuk karakter, mengenalkan budaya sekolah, sekaligus mempersiapkan peserta didik baru menuju masa depan yang gemilang.
Tahun ajaran 2026/2027 menjadi catatan membanggakan bagi SMA Muhipo. Jumlah peserta didik baru mengalami peningkatan signifikan hingga mencapai 345 siswa, menunjukkan tingginya kepercayaan masyarakat terhadap kualitas pendidikan yang ditawarkan sekolah tersebut.
Menariknya, FORTASI tahun ini tidak hanya diikuti siswa dari Ponorogo dan sekitarnya. Beberapa peserta didik datang dari daerah yang cukup jauh, yakni Sulawesi Tenggara dan Papua Barat Daya, demi menempuh pendidikan di SMA Muhammadiyah 1 Ponorogo.
Keputusan mereka merantau bukan tanpa alasan. Keterbatasan akses pendidikan di daerah asal membuat mereka memilih Muhipo sebagai tempat untuk mengembangkan potensi sekaligus menggapai cita-cita.
Mereka menilai SMA Muhammadiyah 1 Ponorogo mampu memberikan lingkungan belajar yang nyaman, terbuka, serta menerima peserta didik dengan berbagai latar belakang dan karakter sehingga menjadi tempat yang tepat untuk bertumbuh.
Ketua Panitia FORTASI, SMA Muhammadiyah 1 Ponorogo, Eni Triyo Handayani, S.Pd mengatakan, sekolah berharap seluruh peserta didik baru dapat beradaptasi dengan lingkungan sekolah, mengenali budaya belajar, sekaligus menemukan dan mengembangkan bakat serta minat yang dimiliki.
Lebih lanjut Eni menjelaskan sekolah juga ingin menciptakan suasana belajar yang nyaman sehingga mampu mendorong lahirnya prestasi-prestasi baru di bidang akademik maupun nonakademik,"ujarnya.
"SMA Muhammadiyah 1 Ponorogo menargetkan para lulusannya tidak hanya berhasil menembus perguruan tinggi negeri favorit maupun sekolah kedinasan, tetapi juga siap menghadapi tantangan dunia kerja global,"jelasnya.
Sebagai bentuk komitmen tersebut, Muhipo menghadirkan berbagai program unggulan, termasuk program persiapan kerja ke Jepang dan Jerman, sehingga para siswa memiliki lebih banyak pilihan untuk meraih masa depan sesuai minat dan kemampuannya,"ungkapnya.
Dengan semangat "Berakhlak, Berprestasi, dan Peduli Sesama", FORTASI diharapkan menjadi pintu gerbang bagi lahirnya generasi muda yang berkarakter, unggul dalam prestasi, serta siap bersaing di tingkat nasional maupun internasional.
Sementara itu usai memimpin upacara pembukaan Forum Ta'aruf dan Orientasi Siswa (FORTASI), Kepala SMA Muhammadiyah 1 Ponorogo, Sugeng Riadi, M.Pd., menyampaikan materi "Aku Cinta Muhipo (Wawasan Wiyata Mandala)" kepada seluruh peserta didik baru. Dalam kesempatan tersebut, ia mengajak para siswa untuk menumbuhkan rasa bangga dan memiliki terhadap sekolah sebagai rumah kedua yang akan membentuk karakter dan masa depan mereka.
"FORTASI bukan sekadar mengenalkan lingkungan sekolah, tetapi menjadi langkah awal membangun karakter, kedisiplinan, serta semangat berprestasi. Kami ingin seluruh siswa mencintai Muhipo sebagai tempat belajar, bertumbuh, dan mengembangkan seluruh potensi yang dimiliki. Di sini, setiap anak memiliki kesempatan yang sama untuk meraih cita-citanya, baik melalui jalur perguruan tinggi, sekolah kedinasan, maupun program persiapan kerja ke Jepang dan Jerman. Kami berharap mereka dapat mengikuti seluruh rangkaian FORTASI dengan semangat, merasa nyaman, dan menjadikan Muhipo sebagai tempat terbaik untuk mengukir prestasi,"pungkasnya. (Ari FS)



