[JI] NEWS >>>

Beasiswa Berkelanjutan untuk Anak Yatim, NU Care dan Yayasan Berkah Srikandi Abadi Cetak Generasi Siman Menuju Pendidikan Tinggi

PONOROGO (JI) – Ratusan anak yatim dari jenjang SD, SMP hingga SMA di Kecamatan Siman mendapat harapan baru melalui program beasiswa pendidikan berkelanjutan yang digagas NU Care-LAZISNU bersama PCNU, MWC NU Siman, dan Yayasan Berkah Srikandi Abadi yang menaungi SPPG Patihan Kidul. Jumat (3/7/2026).

Penyerahan beasiswa yang berlangsung di sebuah rumah joglo di Patihan Kidul, Kecamatan Siman, tidak sekadar menjadi kegiatan santunan. Program tersebut dirancang sebagai pendampingan pendidikan jangka panjang agar para anak yatim memiliki kesempatan meraih pendidikan tinggi dan masa depan yang lebih baik.

Penggagas program, Sugeng Hariyono atau yang akrab disapa Sugeng Srikandi, menegaskan bahwa pendidikan merupakan investasi terbaik untuk mengangkat derajat seseorang. "Dengan ilmu, Allah akan mengangkat derajat kita. Maka jangan pernah lelah belajar," pesannya di hadapan ratusan penerima beasiswa.

Menurut Sugeng, program ini memiliki visi besar, yakni melahirkan generasi unggul dari kalangan anak yatim. Bahkan, pihaknya menargetkan sedikitnya 10 hingga 15 anak yatim di Kecamatan Siman dapat melanjutkan pendidikan ke fakultas kedokteran.

"Minimal ada 10 sampai 15 anak yang bisa masuk fakultas kedokteran. Soal biaya, NU Care Siman siap membantu," tegasnya.

Ia berharap para penerima manfaat yang berhasil menyelesaikan pendidikan nantinya dapat kembali mengabdi kepada masyarakat, khususnya di Kecamatan Siman. "Kedepan, kita ingin di wilayah Siman ada dokter-dokter yang berasal dari anak-anak yatim yang hari ini kita dampingi," tambahnya.

Untuk mendukung cita-cita tersebut, NU Care bersama Yayasan Berkah Srikandi Abadi juga menyediakan program bimbingan belajar (bimbel) secara gratis bagi para penerima beasiswa. Seluruh biaya bimbingan ditanggung penuh agar mereka memiliki peluang lebih besar lolos ke perguruan tinggi negeri, termasuk fakultas kedokteran.

Program beasiswa ini bersifat berkelanjutan dan disesuaikan dengan kebutuhan pendidikan masing-masing anak. Bantuan yang diberikan tidak hanya berupa biaya pendidikan, tetapi juga pendampingan, pembinaan karakter, serta motivasi agar para penerima tetap optimistis dalam mengejar cita-cita.

Sugeng berpesan agar seluruh anak yatim tidak menyerah pada keadaan dan terus berjuang meraih masa depan yang lebih baik. "Jangan mudah patah semangat. Kalian harus terus berjuang. Masa depan ada di tangan kalian sendiri," ujarnya.

Ia juga mengajak seluruh masyarakat untuk terus menumbuhkan semangat berbagi dan kepedulian terhadap sesama. "Bahagia itu ketika kita bisa berbagi dengan sesama," tutupnya.

Kolaborasi antara NU Care-LAZISNU, PCNU, MWC NU Siman, dan Yayasan Berkah Srikandi Abadi menjadi bukti bahwa sinergi lembaga keagamaan dan sosial mampu menghadirkan perubahan nyata. Dari sebuah rumah joglo sederhana di Patihan Kidul, mimpi-mimpi besar sedang dirangkai untuk melahirkan generasi berpendidikan, berdaya saing, dan siap mengabdi bagi masyarakat. (Ari FS)

Berita Terbaru
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
Posting Komentar