[JI] NEWS >>>

Didampingi ITS, PT PAM Ponorogo Siap Produksi Benih Jagung Unggul MTE 09, Mentan Amran Langsung Pesan untuk 13 Ribu Hektare

PONOROGO (JI) – PT Ponorogo Agro Mandiri (PAM) menyampaikan apresiasi kepada Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) Surabaya yang telah memberikan pendampingan dalam pengembangan dan produksi benih jagung unggul varietas MTE 09. Benih hasil inovasi anak bangsa tersebut memiliki potensi produksi mencapai 10 ton hingga 20 ton per hektare, jauh di atas rata-rata produktivitas jagung nasional.

Benih hasil inovasi anak bangsa tersebut kemudian diberi merek dagang "Reog 126" oleh PT PAM sebagai identitas produk yang siap dipasarkan untuk mendukung peningkatan produktivitas pertanian nasional.

Direktur PT Ponorogo Agro Mandiri (PAM), Manto Setyawan, selaku penyedia benih jagung 126, mengungkapkan bahwa keberhasilan pengembangan benih ini tidak lepas dari pendampingan intensif yang diberikan Rektor Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) Prof. Dr. Ir. Bambang Pramujati, S.T., M.Sc.Eng., Ph.D. di bawah arahan Prof ITS Muryono.

"Kami mengucapkan terima kasih kepada ITS yang telah membimbing dan mendampingi kami dalam memproduksi benih jagung varietas MTE 09. Sinergi ini menjadi langkah penting dalam menghadirkan benih unggul yang mampu meningkatkan produktivitas petani," ujar Manto.

Menurutnya, kolaborasi antara dunia akademik dan pelaku usaha menjadi bukti bahwa inovasi hasil riset perguruan tinggi mampu memberikan manfaat nyata bagi sektor pertanian sekaligus mendukung ketahanan pangan nasional.

Sementara itu, Menteri Pertanian RI,  memberikan apresiasi tinggi terhadap inovasi benih jagung yang dikembangkan ITS bersama PT PAM. Ia menyebut benih jagung 126 sebagai karya anak bangsa yang layak dikembangkan secara luas.

"Saya sangat bangga dan mengapresiasi apa yang dilakukan Bapak Rektor ITS. Ini karya anak bangsa yang menghasilkan benih jagung dengan produktivitas mencapai 10 hingga 20 ton per hektare," kata Amran.

Sebagai bentuk dukungan nyata, Kementerian Pertanian langsung melakukan pembelian benih jagung untuk kebutuhan tanam seluas 13 ribu hektare dengan nilai mencapai Rp10 miliar.

"Kami langsung membeli benih untuk 13 ribu hektare senilai Rp10 miliar. Produksinya berada di atas rata-rata nasional sehingga harus kita kawal bersama. Nantinya benih ini akan kami bagikan secara gratis kepada para petani," tegasnya.

Dukungan pemerintah tersebut diharapkan menjadi momentum bagi pengembangan benih jagung nasional sekaligus mendorong peningkatan produktivitas pertanian Indonesia melalui pemanfaatan inovasi teknologi hasil karya putra-putri bangsa. (Ari FS)

Berita Terbaru
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
Posting Komentar