Unjuk Karya Tutup MPLS Ramah 2026, SMPN 2 Kauman Tanamkan Karakter, Budaya, dan Percaya Diri Siswa Baru
PONOROGO (JI) – SMP Negeri 2 Kauman menutup rangkaian Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) Ramah Tahun Pelajaran 2026/2027 dengan menggelar Unjuk Karya peserta didik baru, Jumat, (17/7/2026). Kegiatan bertema "Cerdas Berkarya, Cerdas Berbudaya, Mandiri Bisa, Bersama Luar Biasa" ini menjadi puncak pelaksanaan MPLS yang berlangsung selama lima hari sesuai ketentuan Kementerian Pendidikan.
Sebanyak 256 peserta didik baru mengikuti seluruh rangkaian MPLS yang dirancang untuk membantu siswa beradaptasi dengan lingkungan sekolah, mengenal budaya sekolah, membangun karakter, serta menumbuhkan rasa percaya diri sejak hari pertama menjadi bagian dari keluarga besar SMPN 2 Kauman.
Kepala SMPN 2 Kauman, Indarto Bandono, M.Pd., mengatakan bahwa MPLS Ramah merupakan kegiatan yang sangat positif, tidak hanya bagi peserta didik, tetapi juga bagi orang tua karena memberikan bekal awal bagi siswa untuk mengenal lingkungan sekolah secara aman, nyaman, dan menyenangkan.
"Tujuan utama MPLS adalah membantu anak-anak beradaptasi dengan lingkungan sekolah yang baru sehingga mereka merasa aman, nyaman, dan siap mengikuti proses pembelajaran. Kami juga memberikan edukasi tentang bijak bermedia sosial agar siswa mampu memanfaatkan teknologi secara positif dan bertanggung jawab," ujarnya.
Indarto menjelaskan, SMPN 2 Kauman memiliki ciri khas yang membedakan dengan sekolah lain, yakni komitmen dalam melestarikan budaya lokal melalui Program Kamis Ponoragan. Program yang telah berjalan selama dua tahun tersebut mewajibkan seluruh warga sekolah, mulai dari kepala sekolah, guru, tenaga kependidikan, hingga peserta didik mengenakan busana khas Ponoragan setiap hari Kamis.
"Melalui Program Kamis Ponoragan, kami ingin menanamkan rasa bangga terhadap budaya Reyog Ponorogo sejak dini. Sekolah tidak hanya menjadi tempat belajar akademik, tetapi juga tempat membentuk karakter serta melestarikan budaya daerah agar tetap hidup di tengah generasi muda," tambahnya.
Pada penutupan MPLS, seluruh peserta didik baru menampilkan berbagai kreativitas dalam Unjuk Karya. Beragam penampilan seni, kreativitas, dan bakat ditampilkan di hadapan guru, orang tua, serta seluruh warga sekolah sebagai sarana melatih keberanian, kemampuan berkomunikasi, kerja sama, dan rasa percaya diri.
Indarto berharap setelah mengikuti MPLS Ramah, seluruh peserta didik baru semakin mengenal lingkungan SMPN 2 Kauman dan tumbuh menjadi pribadi yang berkarakter, disiplin, berprestasi, serta bangga terhadap budaya daerah.
Sementara itu, Ketua PGRI Kabupaten Ponorogo sekaligus anggota Asosiasi Pengawas Sekolah Indonesia (APSI) Ponorogo, Ruskamto, M.Pd., memberikan apresiasi tinggi terhadap pelaksanaan MPLS di SMPN 2 Kauman yang dikenal dengan sebutan Dakapo.
"Pelaksanaan MPLS di SMPN 2 Kauman sangat luar biasa. Panitia mampu melaksanakan seluruh kegiatan sesuai petunjuk teknis MPLS Ramah yang ditetapkan pemerintah. Kegiatan ini benar-benar mengedepankan pendidikan karakter, ramah anak, dan memberi ruang bagi siswa untuk berkembang," katanya.
Ruskamto berharap semangat yang diusung SMPN 2 Kauman melalui motto 'Mandiri Bisa, Bersama Luar Biasa' benar-benar terwujud dalam proses pendidikan sehari-hari.
"Harapan kami, Dakapo terus melahirkan siswa-siswa yang berprestasi, berkarakter, mencintai budaya, serta mampu melanjutkan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi sesuai cita-cita mereka. Semoga SMPN 2 Kauman terus menjadi sekolah yang membanggakan masyarakat Ponorogo," pungkasnya. (Ari FS)



