Dinas Pendidikan bersama IGTKI dan HIMPAUDI Kabupaten Ponorogo Gelar Tari Massal “Gegojegan Putu Warok”, Meriahkan Hari Anak Nasional 2026
PONOROGO (JI) – Dinas Pendidikan Kabupaten Ponorogo melalui Ikatan Guru Taman Kanak-Kanak Indonesia (IGTKI) dan Himpunan Pendidik dan Tenaga Kependidikan Anak Usia Dini Indonesia (HIMPAUDI) Se Kabupaten Ponorogo memeriahkan peringatan Hari Anak Nasional (HAN) 2026 dengan menggelar tari massal “Gegojegan Putu Warok” serta lomba prestasi anak dan guru PAUD. Ribuan anak-anak Usia Dini (PAUD), guru, dan tenaga pendidik tampak antusias mengikuti jalannya acara.
Kegiatan yang berlangsung meriah tersebut dihadiri langsung oleh Plt Bupati Ponorogo, Lisdyarita, bersama jajaran Forkopimda, Dinas Pendidikan Kabupaten Ponorogo, pengurus IGTKI dan HIMPAUDI, serta para orang tua peserta. Bertempat dilapangan Kodim 0802 Ponorogo. Selasa, (9/6/2026)
Ribuan peserta tampak antusias mengikuti tari massal “Gegojegan Putu Warok” yang mengangkat nilai-nilai budaya lokal Ponorogo. Gerakan tari yang enerjik dan penuh keceriaan menjadi simbol semangat anak-anak Ponorogo dalam mencintai budaya daerah sejak usia dini.
Selain tari massal, rangkaian kegiatan juga diisi dengan berbagai lomba prestasi anak dan guru PAUD. Beragam perlombaan tersebut menjadi wadah untuk mengembangkan kreativitas, keberanian, bakat, serta karakter positif anak-anak sejak dini, sekaligus meningkatkan kompetensi para pendidik PAUD.
Plt Bupati Ponorogo, Bunda Lisdyarita, mengapresiasi penyelenggaraan kegiatan yang mampu menggabungkan pendidikan karakter, pengembangan potensi anak, dan pelestarian budaya daerah.
“Anak-anak adalah generasi penerus bangsa yang harus kita siapkan sejak dini. Melalui kegiatan seperti ini, mereka tidak hanya belajar tampil percaya diri dan berprestasi, tetapi juga dikenalkan pada budaya luhur Ponorogo agar tetap lestari di tengah perkembangan zaman,” ujar Lisdyarita.
Menurutnya, Hari Anak Nasional harus menjadi momentum untuk memperkuat komitmen semua pihak dalam memberikan ruang tumbuh yang aman, sehat, kreatif, dan menyenangkan bagi anak-anak.
Sementara itu Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Ponorogo, Drs. H. Nurhadi Hanuri, MM,. mengatakan peringatan Hari Anak Nasional 2026 yang diselenggarakan IGTKI dan HIMPAUDI Kabupaten Ponorogo ini berlangsung penuh semangat dan kegembiraan. Sorak sorai peserta serta dukungan para orang tua menambah kemeriahan acara yang menjadi bukti nyata sinergi antara dunia pendidikan, pemerintah, dan masyarakat dalam mewujudkan generasi emas Ponorogo yang cerdas, berkarakter, dan berbudaya,"ujarnya.
Lebih lanjut Hanuri menambahkan bahwa tari massal “Gegojegan Putu Warok” dipilih sebagai ikon acara karena merupakan salah satu karya seni yang dekat dengan identitas budaya Ponorogo. Melalui gerakan yang sederhana dan menyenangkan, anak-anak diharapkan semakin mengenal dan mencintai warisan budaya daerahnya.
“Kami ingin anak-anak PAUD tidak hanya berkembang secara akademik, tetapi juga memiliki kecintaan terhadap budaya lokal. Tari Gegojegan Putu Warok menjadi media yang tepat untuk mengenalkan nilai-nilai budaya sejak usia dini,” ungkapnya.
Hal Senada diungkapkan Ketua Panitia peringatan Hari Anak Nasional 2026, Moklas, M.Pd., yang juga sesepuh IGTKI dan HIMPAUDI Kabupaten Ponorogo, menegaskan bahwa pendidikan anak usia dini (PAUD) memiliki peran yang sangat penting dalam membentuk karakter dan kualitas generasi masa depan. Karena itu, perhatian terhadap anak usia dini maupun para guru PAUD perlu terus ditingkatkan.
Menurut Moklas, perkembangan zaman yang semakin cepat menuntut dunia pendidikan untuk terus beradaptasi. Bahkan, berbagai kompetisi dan pengembangan kompetensi guru saat ini sudah mulai memanfaatkan teknologi kecerdasan buatan atau Artificial Intelligence (AI).
"Zaman sudah berubah. Saat ini berbagai lomba dan pengembangan kompetensi guru juga mulai berbasis AI. Karena itu, guru PAUD harus terus meningkatkan kemampuan dan wawasan agar mampu mengikuti perkembangan zaman," ujarnya.
Ia menjelaskan, kegiatan tari massal "Gegojegan Putu Warok" serta lomba prestasi anak dan guru PAUD yang digelar dalam rangka Hari Anak Nasional 2026 tidak hanya bertujuan memeriahkan peringatan HAN, tetapi juga menjadi sarana evaluasi terhadap kualitas pendidikan PAUD di Kabupaten Ponorogo.
"Dari kegiatan ini kita bisa melihat bahwa kualitas pendidikan PAUD di Ponorogo sangat membanggakan. Baik dari sisi kemampuan guru maupun perkembangan anak-anak didik. Mereka mampu menunjukkan kreativitas, keberanian, dan prestasi yang luar biasa," katanya.
Moklas berharap kepedulian terhadap anak-anak di era digital saat ini semakin ditingkatkan. Menurutnya, peran orang tua sangat penting dalam mendampingi tumbuh kembang anak, terutama dalam penggunaan teknologi dan proses belajar sehari-hari.
"Kami berharap para orang tua meluangkan lebih banyak waktu untuk mendampingi anak-anaknya belajar dan berinteraksi secara positif. Di era digital seperti sekarang, pendampingan orang tua menjadi sangat penting agar anak-anak dapat tumbuh dan berkembang secara optimal," tuturnya.
Selain itu, ia juga mendorong para guru PAUD untuk terus meningkatkan kompetensi dan kemampuan profesionalnya agar mampu menjawab tantangan pendidikan yang terus berkembang.
Kepada pemerintah, Moklas berharap perhatian terhadap program pendidikan anak usia dini dapat terus diperkuat, termasuk dukungan terhadap peningkatan kesejahteraan para guru PAUD.
"Saya berharap pemerintah memberikan perhatian yang lebih besar terhadap program-program pendidikan anak usia dini, termasuk peningkatan kompetensi dan kesejahteraan guru PAUD. Sebab mereka memiliki peran strategis dalam menyiapkan generasi masa depan yang berkualitas," pungkasnya. (Ari FS)






