HSP ke-98, Teguh Wiyono Ajak Pemuda Ponorogo Jadi Penggerak Ekonomi dan Pencipta Lapangan Kerja
PONOROGO (JI) – Momentum Hari Sumpah Pemuda (HSP) ke-98 Tahun 2026 menjadi ajakan bagi generasi muda untuk tidak sekadar mengenang sejarah perjuangan bangsa, tetapi juga mengambil peran nyata dalam membangun kemandirian ekonomi, menciptakan inovasi, dan membuka lapangan kerja.
Pesan tersebut disampaikan R.T. Teguh Wiyono, SE, SH, S.Pd, MM, pengusaha muda sukses asal Ponorogo, dalam peringatan Hari Sumpah Pemuda yang mengusung tema “Patriotik, Gigih, Berempati: Pemuda untuk Indonesia”. Rabu, (28/10/2026).
Menurut Teguh, semangat Sumpah Pemuda harus diterjemahkan menjadi aksi nyata melalui penguatan mentalitas kewirausahaan (entrepreneurship). Pemuda Indonesia perlu berani mengambil inisiatif, mengembangkan potensi diri, serta menciptakan peluang usaha yang mampu memberikan manfaat bagi masyarakat luas.
“Pemuda Indonesia tidak boleh hanya menjadi penonton dalam pertumbuhan ekonomi. Pemuda harus menjadi pencipta peluang, penggerak inovasi, dan pembuka lapangan kerja,” tegas Teguh.
Ia menilai, tantangan generasi muda saat ini bukan hanya bagaimana mendapatkan pekerjaan, melainkan juga bagaimana membangun kemampuan untuk menciptakan pekerjaan dan mengembangkan usaha secara mandiri.
Karena itu, menurutnya, semangat patriotisme di era modern perlu diwujudkan melalui kontribusi nyata terhadap perekonomian bangsa. Pemuda dapat mengambil bagian dengan mengembangkan usaha kreatif, memanfaatkan teknologi, membangun jejaring, serta berkolaborasi lintas sektor untuk menghasilkan karya yang produktif dan berkelanjutan.
“Sumpah Pemuda hari ini bukan lagi sekadar teks sejarah yang dibaca, tetapi keberanian untuk membangun usaha, berkolaborasi tanpa batas, dan menghasilkan karya yang berdampak untuk sekitar,” ujarnya.
Mentalitas Wirausaha Jadi Kunci
Kader muda potensial PDI Perjuangan Ponorogo, ini menekankan bahwa keberhasilan dalam berwirausaha tidak semata-mata ditentukan oleh besarnya modal yang dimiliki. Lebih dari itu, dibutuhkan pola pikir yang adaptif, kemauan untuk terus belajar, kemampuan membaca peluang, serta keberanian menghadapi tantangan.
Menurut Teguh Wiyono, kegagalan bukan alasan untuk berhenti melangkah, melainkan bagian dari proses pembelajaran untuk memperbaiki strategi dan membangun usaha yang lebih kuat.
“Keberhasilan usaha tidak ditentukan oleh seberapa besar modal di awal, melainkan oleh pola pikir yang adaptif, kemauan belajar secara berkelanjutan, dan semangat tidak takut gagal,” ungkapnya.
Ia juga mengajak generasi muda Ponorogo agar tidak ragu memulai usaha sesuai dengan kemampuan dan potensi yang dimiliki. Sektor usaha kreatif, perdagangan, pertanian, industri rumahan, hingga pemanfaatan teknologi digital dinilai memiliki peluang untuk dikembangkan apabila dikelola secara inovatif dan konsisten.
Namun, ia mengingatkan bahwa kemandirian ekonomi tidak dapat dibangun secara individual semata. Kolaborasi antara pemuda, pelaku usaha, komunitas, lembaga pendidikan, dan pemerintah diperlukan untuk menciptakan ekosistem kewirausahaan yang semakin kuat.
Dengan kolaborasi tersebut, pemuda diharapkan tidak hanya mampu meningkatkan kesejahteraan diri dan keluarga, tetapi juga memberikan kontribusi bagi kemajuan daerah serta membuka kesempatan ekonomi bagi masyarakat sekitar.
![]() |
| Ketua Umum DPP HIPMI Export Center (HEC) Iffan Izzulhaq (kanan) bersama Teguh Wiyono (kiri ) saat membahas penguatan ekspor UMKM dan komoditas unggulan daerah. |
Pemuda Harus Berani Mengambil Peran
Dalam momentum HSP ke-98 ini, Teguh berharap semangat persatuan yang diwariskan para pemuda pada 1928 tetap menjadi landasan bagi generasi sekarang untuk menghadapi tantangan zaman.
Jika dahulu pemuda bersatu memperjuangkan identitas dan kemerdekaan bangsa, kini semangat tersebut perlu diteruskan melalui perjuangan membangun sumber daya manusia yang unggul, ekonomi yang mandiri, dan masyarakat yang lebih sejahtera.
Ia juga menegaskan bahwa generasi muda perlu memiliki kepedulian sosial. Keberhasilan usaha, menurutnya, akan lebih bermakna ketika turut menciptakan manfaat, membuka kesempatan kerja, dan membantu menggerakkan perekonomian masyarakat. “Muda itu tentang aksi, bukan sekadar ambisi. Bangkit, berinovasi, dan jadikan bisnismu bagian dari kekuatan ekonomi Indonesia!” serunya.
Nama Teguh Wiyono sendiri belakangan santer diberitakan sejumlah media terkait kemungkinan mendampingi Plt. Bupati Ponorogo Hj. Lisdyarita, SH, sebagai bakal calon Wakil Bupati Ponorogo. Meski demikian, dinamika tersebut merupakan perkembangan politik tersendiri, sementara pesan yang disampaikannya dalam momentum Sumpah Pemuda menitikberatkan pada pemberdayaan generasi muda melalui kewirausahaan, inovasi, dan kolaborasi.
Melalui semangat Hari Sumpah Pemuda ke-98, Teguh berharap semakin banyak anak muda Ponorogo yang berani memulai langkah, mengembangkan potensi, dan menciptakan peluang bagi sesama.
Baginya, semangat kepemudaan tidak cukup berhenti pada gagasan dan cita-cita. Semangat itu harus diwujudkan melalui kerja nyata, keberanian berinovasi, serta komitmen untuk memberikan dampak positif bagi masyarakat dan Indonesia,"pungkasnya. (Ari FS)


