[JI] NEWS >>>

Siapkan Generasi Emas, Pemkab Ponorogo Luncurkan SSK dan PIK-R di Sekolah


PONOROGO (JI) – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Ponorogo terus memperkuat pendidikan kependudukan di lingkungan sekolah melalui peluncuran program Sekolah Siaga Kependudukan (SSK) dan Pusat Informasi dan Konseling Remaja (PIK-R). Program ini menjadi langkah strategis untuk membekali generasi muda dengan pengetahuan, kesadaran, serta kemampuan merencanakan masa depan demi mewujudkan generasi yang cerdas, sehat, dan berkualitas.

Peluncuran program tersebut dibuka langsung oleh Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Ponorogo, Dr. Agus Sugiarto, M.Si., di Sekolah Rakyat Terintegrasi (SRT) 5 Ponorogo, Kamis (29/10/2026). Kegiatan mengusung tema “Integrasi Kependudukan, Wujudkan Generasi Emas yang Cerdas, Sehat dan Berencana” dan dihadiri sejumlah tamu undangan, kepala sekolah, serta penyuluh keluarga berencana (KB) di Ponorogo.

Dalam sambutannya, Agus menegaskan bahwa membangun generasi unggul tidak bisa dilakukan secara instan. Dibutuhkan komitmen bersama, perencanaan matang, serta pendidikan yang mampu menjawab tantangan zaman.

“Ini menjadi fondasi untuk mengawal anak-anak kita, adik-adik kita, agar ke depan benar-benar bisa mewujudkan generasi unggul dan berkualitas,” ujarnya.

Menurut Agus, generasi muda saat ini menghadapi tantangan yang semakin kompleks, mulai dari pesatnya perkembangan teknologi hingga persaingan sumber daya manusia di tingkat global. Karena itu, sekolah tidak cukup hanya menjadi tempat menimba ilmu pengetahuan, tetapi juga harus menjadi ruang pembentukan karakter, kesadaran, dan kemampuan mengambil keputusan yang tepat.

Pendidikan kependudukan, lanjutnya, memiliki keterkaitan erat dengan kualitas sumber daya manusia, perencanaan masa depan, pencegahan stunting, hingga upaya mengurangi risiko pernikahan dini. Berbagai persoalan yang dihadapi remaja membutuhkan perhatian dan pendampingan bersama, baik dari sekolah, keluarga, maupun pemerintah daerah.

“Harapan kami, acara pagi hari ini tidak hanya menjadi pertemuan belaka, tetapi lebih kepada komitmen bersama. Itu yang penting,” tegasnya.

82 Lembaga Pendidikan Telah Mendapatkan SK

Dalam kesempatan tersebut, Agus mengungkapkan bahwa berdasarkan laporan yang diterimanya, sebanyak 82 dari total 1.025 lembaga pendidikan di Ponorogo telah memperoleh surat keputusan (SK) terkait program Sekolah Siaga Kependudukan.

Sementara itu, capaian klasifikasi sempurna dalam pelaksanaan program tersebut dilaporkan telah mencapai 43 persen. Capaian ini menjadi salah satu indikator perkembangan program pendidikan kependudukan di Ponorogo.

Meski demikian, Agus mengingatkan agar keberhasilan tidak hanya diukur dari penerbitan SK maupun pemasangan papan nama di lingkungan sekolah. Hal terpenting adalah implementasi program dalam kegiatan belajar mengajar sehingga benar-benar memberikan manfaat bagi siswa.

“Dengan adanya papan nama ini, kita berjanji kepada diri sendiri, kepada masyarakat, dan kepada anak-anak kita bahwa kita akan mewujudkan generasi muda yang siaga kependudukan,” katanya.

Agus juga meminta Dinas Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DPPKB) Ponorogo bersama pihak sekolah untuk memastikan program berjalan secara berkelanjutan melalui pembinaan dan pendampingan.

Ia mendorong agar materi pendidikan kependudukan disampaikan dengan metode yang kreatif dan menyenangkan. Visualisasi, permainan edukatif, sayembara, serta berbagai pendekatan interaktif dapat dimanfaatkan agar siswa lebih mudah memahami materi dan aktif terlibat dalam pembelajaran.

Dengan demikian, pendidikan kependudukan tidak sekadar menjadi materi tambahan, tetapi dapat menjadi bekal pengetahuan yang diterapkan dalam kehidupan sehari-hari.

SSK dan PIK-R Bekali Remaja Hadapi Tantangan Zaman

Sementara itu, Kepala DPPKB Kabupaten Ponorogo, Henry Indrawardana, S.E., M.Si., menjelaskan bahwa Indonesia saat ini berada dalam era bonus demografi. Kondisi ketika penduduk usia produktif memiliki proporsi lebih besar dibandingkan penduduk usia nonproduktif tersebut merupakan peluang untuk mendorong kemajuan bangsa.

Namun, peluang itu perlu diimbangi dengan kualitas pendidikan, kesehatan, keterampilan, serta kemampuan generasi muda dalam merencanakan masa depan.

Menurut Henry, program SSK dan PIK-R dirancang untuk meningkatkan pemahaman dan kesadaran siswa terhadap berbagai persoalan kependudukan, termasuk pernikahan dini, perilaku seksual berisiko, penyalahgunaan narkoba, kesehatan reproduksi, serta perencanaan kehidupan berkeluarga.

“Pembentukan Sekolah Siaga Kependudukan dan Pusat Informasi dan Konseling Remaja bertujuan membekali siswa serta memberikan pemahaman dan kesadaran, khususnya kepada generasi muda, mengenai berbagai isu kependudukan,” demikian inti penjelasan Henry.

Ia menambahkan, pendidikan kependudukan perlu diintegrasikan ke dalam kurikulum maupun kegiatan belajar mengajar agar pemahaman siswa terbentuk sejak dini.

Adapun PIK-R diharapkan menjadi ruang edukasi dan konseling yang nyaman bagi remaja untuk memperoleh informasi yang tepat, berdiskusi, serta mendapatkan pendampingan dalam menghadapi berbagai persoalan. Dukungan antarteman sebaya juga diharapkan tumbuh sehingga remaja tidak merasa sendirian ketika membutuhkan informasi atau bantuan.

Melalui kedua program tersebut, DPPKB Ponorogo berharap kesadaran siswa terhadap persoalan kependudukan semakin meningkat, perencanaan masa depan menjadi lebih baik, serta sinergi antara sekolah dan pemerintah daerah semakin kuat.

SRT 5 Ponorogo Jadi Lokasi Peluncuran

Peluncuran SSK dan PIK-R turut ditandai dengan penyerahan SK serta papan nama secara simbolis kepada sekolah yang telah terintegrasi dengan program Sekolah Siaga Kependudukan di Ponorogo.

Agus kembali menegaskan bahwa penyerahan tersebut harus diikuti dengan pelaksanaan program secara nyata. DPPKB bersama sekolah diharapkan terus melakukan pembinaan agar tujuan pendidikan kependudukan dapat tercapai secara optimal.

Kegiatan yang dipusatkan di SRT 5 Ponorogo tersebut sekaligus menjadi kesempatan bagi para undangan untuk melihat kondisi sekolah rakyat yang saat ini masih menggunakan fasilitas sementara.

Dalam sambutannya, Agus menyampaikan bahwa pembangunan fasilitas berikutnya dijadwalkan berlangsung pada pertengahan November 2026.

Dengan peluncuran SSK dan PIK-R, Pemkab Ponorogo berharap sekolah semakin berperan dalam menyiapkan generasi muda yang tidak hanya unggul secara akademis, tetapi juga memiliki kesadaran kependudukan, menjaga kesehatan, mampu mengambil keputusan secara bertanggung jawab, serta siap menghadapi tantangan masa depan. (Ari FS)

Berita Terbaru
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
Posting Komentar