[JI] NEWS >>>

Gembong Tengah Kutho Titik Nol Ex-PB Ponorogo Masuk 10 Pelestari Reyog Terbaik FNRP XXXI 2026

PONOROGO (JI) - Prestasi membanggakan berhasil ditorehkan Grup Reyog Gembong Tengah Kutho Titik Nol Ex-PB Ponorogo dalam ajang Festival Nasional Reyog Ponorogo (FNRP) XXXI Tahun 2026. Pada penampilan perdananya di panggung FNRP, grup yang mewakili wilayah eks Pembantu Bupati (PB) Ponorogo ini sukses menembus jajaran 10 Pelestari Reyog Terbaik, bersaing dengan puluhan kontingen dari berbagai daerah di Indonesia. 

Penampilan Gembong Tengah Kutho Titik Nol menjadi salah satu sajian yang menarik perhatian ribuan penonton di Alun-Alun Ponorogo. Mengusung garapan yang tetap berpijak pada pakem Reyog Ponorogo, kelompok ini mampu menghadirkan pertunjukan yang memadukan kekuatan seni tradisi, kekompakan pemain, serta semangat pelestarian budaya yang kuat. 

Nama “Gembong Tengah Kutho Titik Nol” sendiri merepresentasikan semangat masyarakat wilayah eks-PB Ponorogo yang meliputi Kecamatan Ponorogo, Babadan, Jenangan, Siman, dan sekitarnya untuk bersama-sama menjaga keberlangsungan kesenian Reyog sebagai identitas budaya daerah.

Keberhasilan masuk dalam jajaran 10 Pelestari Reyog Terbaik menjadi pencapaian istimewa mengingat FNRP XXXI tahun ini diikuti 32 kontingen dari berbagai daerah, termasuk peserta dari luar Kabupaten Ponorogo. Persaingan berlangsung ketat karena seluruh peserta menampilkan kemampuan terbaiknya dalam mempertahankan pakem sekaligus menghadirkan kreativitas garapan di atas panggung. 

Camat Ponorogo, Kanjeng Raden Arya Tumenggung (KRAT) Shandra Aji Hidayanto, S.STP., M.Si, mengatakan Gembong Tengah Kutho Titik Nol menyampaikan rasa syukur atas capaian tersebut. Menurutnya, keberhasilan ini merupakan hasil kerja keras seluruh pemain, pelatih, pendukung, serta masyarakat yang selama ini memberikan dukungan penuh terhadap upaya pelestarian Reyog Ponorogo.

“Alhamdulillah, pada penampilan perdana di FNRP kami bisa masuk 10 Pelestari Reyog Terbaik. Ini menjadi motivasi bagi kami untuk terus belajar, berbenah, dan menjaga warisan budaya Reyog agar tetap lestari serta dicintai generasi muda,” ujarnya.

Sementara itu, Sesepuh warok Ponorogo, Mbah Pur Warok Gedheng yang juga Pembina Reog Gembong Tengah Kutho Titik Nol menegaskan bahwa FNRP merupakan bagian penting dari upaya pelestarian dan pewarisan Reyog Ponorogo kepada generasi penerus setelah kesenian tersebut mendapat pengakuan dunia sebagai Warisan Budaya Takbenda UNESCO. 

Masuknya Gembong Tengah Kutho Titik Nol Ex-PB Ponorogo dalam jajaran 10 Pelestari Reyog Terbaik menjadi bukti bahwa semangat masyarakat akar rumput dalam melestarikan Reyog masih sangat kuat. Prestasi ini sekaligus menegaskan bahwa regenerasi dan pelestarian seni adiluhung khas Bumi Reyog terus berjalan, dari pusat kota hingga pelosok desa.

Dengan capaian tersebut, Gembong Tengah Kutho Titik Nol diharapkan mampu menjadi inspirasi bagi kelompok-kelompok Reyog lainnya untuk terus menjaga pakem, meningkatkan kualitas pertunjukan, dan mengharumkan nama Ponorogo di tingkat nasional maupun internasional,"pungkasnya. (Ari FS)

Berita Terbaru
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
Posting Komentar