[JI] NEWS >>>

Taruno Suryo SMA Muhammadiyah 1 Ponorogo Tampil All Out di FNRP XXXI 2026, Ribuan Penonton Terpukau dengan Kolaborasi Inklusif

PONOROGO (JI) - Penampilan Grup Reyog Taruno Suryo dari SMA Muhammadiyah 1 Ponorogo sukses memukau ribuan penonton yang memadati Panggung Utama Alun-Alun Ponorogo dalam ajang Festival Nasional Reyog Ponorogo (FNRP) XXXI Grebeg Suro 2026. Dengan penampilan energik, atraktif, dan penuh inovasi, Taruno Suryo berhasil mencuri perhatian sejak awal hingga akhir pertunjukan.

Sorak sorai dan tepuk tangan penonton terus menggema mengiringi setiap adegan yang ditampilkan. Penampilan yang matang, koreografi yang rapi, serta kekuatan artistik yang ditunjukkan para pemain membuat Taruno Suryo menjadi salah satu grup yang mendapat apresiasi tinggi dari masyarakat yang hadir.

Kepala SMA Muhammadiyah 1 Ponorogo, Sugeng Riadi, S.Pd., M.Pd., mengungkapkan rasa syukur atas penampilan maksimal yang ditunjukkan seluruh anggota grup.

"Alhamdulillah, melalui Reyog Taruno Suryo kami terus berupaya melestarikan budaya adiluhung Reyog Ponorogo sekaligus berdakwah melalui seni budaya. Reyog menjadi media yang sangat baik untuk menanamkan nilai-nilai karakter, kebersamaan, dan kecintaan terhadap budaya daerah," ujarnya.

Ia menjelaskan bahwa Taruno Suryo tahun ini diperkuat sekitar 120 personel yang telah menjalani proses latihan dan persiapan selama kurang lebih enam bulan.

"Seluruh anak-anak, para pelatih, pembina, serta bapak ibu guru sudah berjuang luar biasa. Mereka mendampingi dan mempersiapkan penampilan ini secara maksimal. Kami berharap kerja keras tersebut dapat membuahkan hasil terbaik di Festival Nasional Reyog Ponorogo tahun 2026," tambahnya.

Menurut Sugeng, terdapat warna berbeda yang ditampilkan Taruno Suryo pada tahun ini. Selain mengedepankan kualitas pertunjukan, grup reyog kebanggaan SMA Muhammadiyah 1 Ponorogo tersebut juga menghadirkan semangat inklusivitas melalui keterlibatan sejumlah pengrawit penyandang tunanetra.

"Tahun ini kami tampil berbeda. Di tim pengrawit terdapat beberapa anak tunanetra yang beberapa anak sekolah di SMA Muhammadiyah 1 Ponorogo serta alumni Muhipo juga. Mereka tergabung dalam Grup Reyog Panti Asuhan Tunanetra Terpadu Aisyiyah Ponorogo," jelasnya.

"Ucapan terimakasih kepada Ketua Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Ponorogo Drs. Muh. Syafrudin, MA., Pimpinan Cabang Muhammadiyah (PCM) Ponorogo Kota Drs. H  Bambang Driatmojo, M.Pd, dan Pembina Reyog Taruno Suryo, Koreografi Tari mas Panji, Komposer mas Dewayana atas dukung dan supportnya di group reyog Taruno Suryo SMA Muhammadiyah 1 Ponorogo,"ungkapnya.

Kehadiran para pengrawit tunanetra tersebut menjadi salah satu daya tarik tersendiri yang mendapat apresiasi luas dari penonton. Kolaborasi tersebut menunjukkan bahwa seni Reyog mampu menjadi ruang ekspresi yang terbuka bagi semua kalangan tanpa batas.

Grup pengrawit tunanetra tersebut dibina oleh Brigadir Luhur Ainul Fikri, anggota Satlantas Polres Ponorogo yang juga merupakan alumni SMA Muhammadiyah 1 Ponorogo. Di bawah pembinaannya, para pengrawit mampu tampil percaya diri dan memberikan kontribusi penting dalam membangun suasana pertunjukan yang megah dan berkelas.

Penampilan Taruno Suryo tidak hanya menjadi ajang kompetisi, tetapi juga membawa pesan kuat tentang pelestarian budaya, pendidikan karakter, dakwah melalui seni, serta pentingnya memberikan ruang yang setara bagi penyandang disabilitas untuk berkarya dan berprestasi.

Dengan konsep yang matang, kekompakan seluruh personel, serta sentuhan kolaborasi inklusif yang menginspirasi, Reyog Taruno Suryo SMA Muhammadiyah 1 Ponorogo optimistis mampu bersaing dengan grup-grup terbaik lainnya dan meraih prestasi membanggakan dalam Festival Nasional Reyog Ponorogo XXXI Grebeg Suro 2026. (Ari FS)

Berita Terbaru
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
Posting Komentar