Gajah Manggolo SMAN 1 Ponorogo Hipnotis Ribuan Penonton FNRP 2026, Sugeng Srikandi: Kandidat Kuat Juara
PONOROGO (JI) – Grup Reyog Gajah Manggolo SMAN 1 Ponorogo kembali membuktikan kualitasnya sebagai salah satu kekuatan reyog pelajar terbaik di Bumi Reyog. Tampil pada hari terakhir Festival Nasional Reyog Ponorogo (FNRP) XXXI Tahun 2026, Minggu (14/6/2026), di panggung utama Alun-Alun Ponorogo, Gajah Manggolo sukses menyuguhkan pertunjukan spektakuler yang memukau ribuan penonton.
Sejak awal hingga akhir pertunjukan, para pemain tampil penuh energi dengan memadukan kekuatan gerak tari, harmonisasi musik pengiring, serta penghayatan yang kuat. Penampilan tersebut mendapat sambutan meriah dari penonton yang memadati area festival.
Komite SMAN 1 Ponorogo, Sugeng Hariyono mengaku bangga dan puas atas penampilan yang ditunjukkan para siswa. Menurutnya, Gajah Manggolo kembali memperlihatkan kapasitasnya sebagai salah satu grup unggulan yang layak diperhitungkan dalam perebutan gelar juara FNRP 2026.
“Penampilan mereka sangat maksimal. Paduan gerak, kekompakan, dan energi para pemain menunjukkan kualitas yang sudah teruji. Ini bukan sekadar penampilan biasa, tetapi penampilan yang layak berada di level nasional,” ujarnya.
Lebih lanjut Sugeng Hariyono yang akrab disapa Sugeng Srikandi ini menjelaskan, keberhasilan tersebut merupakan buah dari proses latihan yang panjang dan terencana. Selama kurang lebih tiga bulan, seluruh personel menjalani latihan intensif dengan disiplin tinggi demi mencapai performa terbaik di panggung festival.
“Persiapan kami lakukan selama tiga bulan penuh dengan latihan keras dan konsisten. Kami juga mendapat dukungan koreografer dari Universitas Brawijaya Malang untuk memperkuat konsep garapan yang ditampilkan tahun ini,” tambahnya.
Di atas panggung, Gajah Manggolo berhasil menghadirkan sajian reyog yang kuat melalui perpaduan gerak tari yang dinamis, ritme gamelan yang harmonis, serta senggakan khas Wiro Sworo yang membangun suasana pertunjukan semakin hidup. Kombinasi tersebut mampu menciptakan atmosfer yang energik sekaligus membangun kedekatan emosional dengan para penonton.
Antusiasme masyarakat terlihat begitu tinggi. Tribun penonton dipenuhi ribuan pengunjung, bahkan banyak yang rela berdiri karena kehabisan tempat duduk. Panitia juga menambah kursi di sejumlah sektor, mulai area VVIP, bisnis hingga ekonomi untuk mengakomodasi membludaknya penonton yang ingin menyaksikan penampilan Gajah Manggolo.
Menurut Sugeng, tingginya animo masyarakat menjadi bukti bahwa Gajah Manggolo memiliki tempat tersendiri di hati masyarakat Ponorogo.
“Target kami tentu menjadi yang terbaik. Namun yang lebih penting, kami ingin memberikan tontonan yang berkualitas, menarik, dan mampu membangkitkan semangat serta kebanggaan terhadap budaya Reyog Ponorogo,” tegasnya.
Dengan penampilan yang solid, konsep garapan yang matang, serta dukungan luar biasa dari masyarakat, Gajah Manggolo SMAN 1 Ponorogo kembali menegaskan eksistensinya sebagai salah satu ikon reyog pelajar yang konsisten bersaing di papan atas Festival Nasional Reyog Ponorogo.
Kini publik menantikan hasil penilaian dewan juri. Banyak pihak menilai penampilan gemilang tersebut menjadi modal kuat bagi Gajah Manggolo untuk kembali meraih prestasi tertinggi dan mengukuhkan diri sebagai salah satu jawara FNRP 2026.
Seperti diketahui Grup Reog Gajah Manggolo SMAN 1 Ponorogo memiliki rekam jejak prestasi yang sangat membanggakan dalam ajang Festival Nasional Reog Ponorogo (FNRP), di antaranya, Tahun 2024 (FNRP XXIX) Berhasil meraih Penyaji Terbaik Peringkat 1 sekaligus memboyong Piala Bergilir Presiden. Prestasi ini dilengkapi dengan gelar Juara 1 Penata Musik Terbaik dan Juara 1 Koreografi Terbaik. Tahun 2025 (FNRP XXX), Kembali mengukir prestasi gemilang dengan meraih gelar Juara 2 pada festival tersebut. (Ari FS)



