Sardhulo Kridho Eks-PB Somoroto Sukses Hipnotis Ribuan Wisatawan Grebeg Suro 2026, Lanjutkan Tradisi Prestasi Kutho Kulon
PONOROGO (JI) – Penampilan memukau ditunjukkan Grup Reyog Sardhulo Kridho yang merupakan perwakilan wilayah Eks-PB Somoroto dalam ajang Festival Nasional Reog Ponorogo (FNRP) XXXI pada rangkaian Grebeg Suro 2026. Membawa kekuatan seniman dari lima kecamatan, yakni Kecamatan Kauman, Badegan, Sukorejo, Sampung, dan Jambon, Sardhulo Kridho sukses menyuguhkan pertunjukan yang atraktif, penuh energi, serta sarat nilai tradisi khas Bumi Reyog. FNRP XXXI menjadi agenda utama Grebeg Suro 2026 yang kembali menghadirkan puluhan grup reyog terbaik dari berbagai daerah.
Sejak awal penampilan di Panggung Utama Alun-Alun Ponorogo, para pemain Sardhulo Kridho mampu menghipnotis ribuan penonton. Harmonisasi musik pengiring yang rancak, gerakan jathil yang kompak, atraksi bujang ganong yang enerjik, hingga penampilan dadak merak yang gagah menjadi daya tarik tersendiri.
Grup yang berasal dari kawasan Kutho Kulon ini memang dikenal sebagai salah satu kekuatan besar dalam Festival Nasional Reog Ponorogo. Dari tahun ke tahun, kelompok-kelompok reyog yang berada di bawah naungan eks-PB Somoroto kerap menembus jajaran 10 Penyaji Terbaik pada ajang puncak Grebeg Suro.
Tak hanya itu, sejumlah penghargaan prestisius juga sering diraih oleh perwakilan wilayah ini, mulai dari kategori Penari Bujang Ganong Terbaik, Penyaji Musik/Pengiring Terbaik, hingga berbagai penghargaan teknis lainnya yang menunjukkan kualitas pembinaan seni reyog di wilayah barat Kabupaten Ponorogo.
Toni Khristiawan, Camat Kauman sekaligus Koordinator grup Sardhulo Kridho Eks-PB Somoroto menyampaikan bahwa penampilan tahun ini merupakan hasil kerja keras seluruh seniman dan pendukung dari lima kecamatan yang selama berbulan-bulan melakukan latihan secara intensif.
“Kami membawa semangat kebersamaan lima kecamatan. Reyog bukan hanya tontonan, tetapi juga identitas budaya yang harus terus dijaga dan diwariskan kepada generasi muda,” ujarnya.
Sementara itu Plt. Bupati Ponorogo, Bunda Lisdyarita, memberikan apresiasi tinggi atas penampilan Grup Reyog Sardhulo Kridho yang mewakili wilayah eks-PB Somoroto dalam Festival Nasional Reog Ponorogo (FNRP) XXXI Grebeg Suro 2026. Bunda Lisdyarita bersama tamu penting Ibu Anie Hashim Djojohadikusumo istri dari adik kandung Presiden Prabowo Subianto, Hashim Sujono Djojohadikusumo ini terpukau dengan penampilan para peserta Festival Nasional Reog Ponorogo Grebeg Suro 2026.
Menurutnya, Sardhulo Kridho berhasil menampilkan sajian reyog yang utuh, berkarakter, dan menunjukkan kualitas pembinaan seni budaya yang sangat baik di wilayah Kutho Kulon.
"Saya sangat mengapresiasi penampilan Reyog Sardhulo Kridho. Mulai dari tata gerak, kekompakan pemain, penguasaan panggung, hingga iringan musiknya terlihat sangat matang. Ini menunjukkan bahwa semangat melestarikan Reyog Ponorogo di wilayah eks-PB Somoroto masih sangat kuat," ujar Bunda Lisdyarita usai menyaksikan penampilan di Panggung Utama Alun-Alun Ponorogo. Kamis (11/6/2026).
Bunda Lisdyarita menilai kolaborasi lima kecamatan, yakni Kauman, Badegan, Sukorejo, Sampung, dan Jambon, menjadi kekuatan tersendiri yang mampu melahirkan pertunjukan berkualitas dan menghibur masyarakat.
"Kebersamaan para seniman dari lima kecamatan ini patut menjadi contoh. Mereka tidak hanya tampil membawa nama wilayah, tetapi juga membawa kebanggaan Kabupaten Ponorogo sebagai pusat budaya Reyog dunia," tambahnya.
Ia juga mengakui bahwa wilayah eks-PB Somoroto selama ini dikenal sebagai salah satu gudang talenta reyog yang konsisten mencetak prestasi dalam Festival Nasional Reog Ponorogo.
"Kita semua tahu, grup-grup dari eks-PB Somoroto hampir setiap tahun mampu bersaing di jajaran penyaji terbaik. Bahkan sering melahirkan Bujang Ganong terbaik maupun penata musik terbaik. Tradisi prestasi ini harus terus dipertahankan melalui regenerasi yang berkelanjutan," katanya.
Bunda Lisdyarita berharap penampilan Sardhulo Kridho tahun ini dapat menjadi motivasi bagi generasi muda untuk semakin mencintai dan melestarikan Reyog Ponorogo sebagai warisan budaya yang menjadi kebanggaan masyarakat Ponorogo.
"Anak-anak muda harus bangga menjadi bagian dari Reyog. Melalui festival seperti ini kita tidak hanya menjaga tradisi, tetapi juga memperkuat identitas budaya Ponorogo di tingkat nasional maupun internasional," pungkasnya. (Ari FS)




