[JI] NEWS >>>

Tampil Penuh Semangat di FNRP XXXI, Reyog Kridha Taruna SMAN 2 Ponorogo Targetkan Prestasi Terbaik

PONOROGO (JI) - Penampilan memukau ditunjukkan Grup Reyog Kridha Taruna SMAN 2 Ponorogo saat tampil dalam ajang Festival Nasional Reyog Ponorogo (FNRP) XXXI Grebeg Suro 2026 di panggung utama Alun-Alun Ponorogo. Dengan kekompakan dan semangat yang tinggi, ratusan penonton yang memadati arena festival dibuat terpukau oleh sajian seni budaya khas Bumi Reyog yang ditampilkan para pelajar tersebut.

Tampil dengan kekuatan sekitar 100 personel, Reyog Kridha Taruna menyuguhkan pertunjukan yang enerjik, atraktif, dan sarat nilai-nilai budaya adiluhung Reyog Ponorogo. Penampilan para penari, jathil, bujang ganong, hingga pembarong mampu menunjukkan hasil latihan yang matang selama beberapa bulan terakhir.

Kepala SMAN 2 Ponorogo, Mursid, S.Pd., M.Pd., mengaku bersyukur atas penampilan maksimal yang ditunjukkan para siswa dan seluruh tim pendukung.

"Alhamdulillah malam hari ini penampilan Reyog Kridha Taruna SMAN 2 Ponorogo berjalan dengan baik. Saya mengucapkan terima kasih kepada anak-anak dan seluruh tim kru Reyog SMAN 2 Ponorogo yang telah menampilkan pertunjukan dengan penuh semangat dan maksimal. Semoga apa yang sudah dilakukan ini benar-benar membuahkan hasil yang terbaik," ungkapnya.

Menurut Mursid, persiapan untuk mengikuti Festival Nasional Reyog Ponorogo tahun ini telah dilakukan selama kurang lebih tiga bulan. Berbagai latihan intensif dijalani demi menghadirkan penampilan terbaik di hadapan dewan juri maupun masyarakat yang menyaksikan.

"Persiapan kami kurang lebih selama tiga bulan dengan melibatkan sekitar 100 personel. Tentu ini bukan hanya tentang perlombaan, tetapi juga menjadi sarana mengenalkan dan menanamkan kecintaan generasi muda terhadap kesenian Reyog Ponorogo," tambahnya.

Ia menegaskan bahwa keterlibatan siswa dalam grup reyog sekolah merupakan bagian dari upaya pelestarian budaya lokal yang kini telah mendunia. Melalui kegiatan tersebut, para pelajar tidak hanya belajar seni pertunjukan, tetapi juga memahami nilai sejarah, filosofi, dan identitas budaya Ponorogo.

"Reyog merupakan budaya adiluhung yang menjadi kebanggaan masyarakat Ponorogo dan kini telah dikenal sebagai budaya internasional. Karena itu kami ingin anak-anak semakin dekat dan bangga terhadap warisan budaya daerahnya sendiri," jelasnya.

Mursid berharap penampilan maksimal yang telah ditunjukkan seluruh personel Reyog Kridha Taruna dapat mengantarkan SMAN 2 Ponorogo meraih prestasi terbaik pada FNRP XXXI tahun ini.

"Mudah-mudahan Reyog Kridha Taruna meraih hasil yang cemerlang. Kami berharap bisa mendapatkan prestasi terbaik dan membawa nama baik sekolah serta Kabupaten Ponorogo,"ungkapnya.

Sementara itu Kepala Dinas Kebudayaan, Pariwisata, Pemuda dan Olahraga Kabupaten Ponorogo, Judha Slamet Sarwo Edi, S.Sos., M.Si., memberikan apresiasi tinggi atas penampilan Grup Reyog Kridha Taruna SMAN 2 Ponorogo dalam ajang Festival Nasional Reyog Ponorogo (FNRP) XXXI Grebeg Suro 2026.

Menurut Judha, penampilan yang ditunjukkan para pelajar SMAN 2 Ponorogo mencerminkan kesungguhan generasi muda dalam menjaga dan melestarikan warisan budaya Reyog Ponorogo.

"Saya melihat penampilan Reyog Kridha Taruna SMAN 2 Ponorogo sangat luar biasa. Semangat para pemain terlihat sejak awal hingga akhir pertunjukan. Kekompakan, penghayatan, dan energi yang ditampilkan menunjukkan bahwa mereka telah melakukan persiapan dengan baik dan sungguh-sungguh," ujarnya.

Judha menilai keterlibatan sekolah dalam pembinaan kesenian reyog menjadi salah satu faktor penting dalam menjaga keberlangsungan budaya adiluhung Ponorogo di tengah perkembangan zaman.

"Kami mengapresiasi SMAN 2 Ponorogo yang secara konsisten memberikan ruang kepada para siswa untuk belajar, mencintai, dan mengembangkan kesenian Reyog. Ini adalah investasi budaya yang sangat penting karena regenerasi pelaku seni harus terus berjalan," katanya.

Ia juga menyebut bahwa Festival Nasional Reyog Ponorogo bukan sekadar ajang kompetisi, melainkan wadah pembelajaran, pembinaan karakter, dan penguatan identitas budaya bagi generasi muda.

"Melalui festival ini, anak-anak tidak hanya belajar tampil di atas panggung, tetapi juga belajar disiplin, kerja sama, tanggung jawab, dan rasa bangga terhadap budaya daerahnya. Nilai-nilai inilah yang harus terus diwariskan," tambahnya.

Judha berharap penampilan maksimal Reyog Kridha Taruna dapat membuahkan hasil terbaik dalam penilaian dewan juri.

"Mudah-mudahan kerja keras seluruh personel, pelatih, pembina, dan keluarga besar SMAN 2 Ponorogo mendapatkan hasil yang membanggakan. Apa pun hasilnya nanti, mereka sudah menunjukkan dedikasi luar biasa dalam melestarikan Reyog Ponorogo sebagai budaya yang telah mendunia," pungkasnya. (Ari FS)

Berita Terbaru
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
Posting Komentar