[JI] NEWS >>>

Bukan Sekadar Logo, “Sekar Kinanthi: Wening Daya” Jadi Simbol Semangat Baru Ponorogo di Usia 530 Tahun

PONOROGO (JI) – Usia 530 tahun bukan sekadar angka bagi Kabupaten Ponorogo. Di balik perjalanan panjang lebih dari lima abad, tersimpan semangat untuk terus menjaga jati diri budaya sekaligus melangkah menuju masa depan yang semakin maju.

Semangat itulah yang dituangkan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Ponorogo melalui logo Hari Jadi ke-530 Kabupaten Ponorogo, yang secara resmi diluncurkan bersamaan dengan gelaran Ponorogo Creative Festival (PCF) bertajuk Fashion Street Carnival, Kamis malam (6/8/2026).

Mengusung tema “Sekar Kinanthi: Wening Daya”, logo tersebut bukan hanya menjadi identitas visual peringatan Hari Jadi ke-530, tetapi juga membawa pesan tentang harmoni budaya, persatuan, gotong royong, kreativitas, serta semangat membangun Ponorogo yang semakin maju dan berdaya saing.

Pelaksana Tugas (Plt) Bupati Ponorogo, Bunda Lisdyarita, menegaskan bahwa logo tersebut merupakan representasi perjalanan panjang Ponorogo sekaligus refleksi semangat masyarakat dalam menjaga warisan budaya.

“Logo Hari Jadi ke-530 ini bukan hanya identitas visual, tetapi juga menjadi ruh yang menggambarkan perjalanan panjang Ponorogo. Melalui tema ‘Sekar Kinanthi: Wening Daya’, kami berharap Ponorogo terus berkembang dalam harmoni budaya, maju, kreatif, dan berdaya saing tanpa meninggalkan jati dirinya,” ujar Lisdyarita.

Menurutnya, filosofi yang terkandung dalam logo dirancang untuk menggambarkan karakter Ponorogo yang terus tumbuh tanpa kehilangan akar budayanya. Desain modern dipadukan dengan simbol-simbol yang sarat makna, sehingga menjadi gambaran perjalanan Ponorogo dari masa ke masa.

Salah satu elemen utama adalah bentuk angka 530 yang menyerupai bunga dan saling terhubung. Bentuk tersebut merepresentasikan Sekar Kinanthi, atau bunga kehidupan yang tumbuh dalam tuntunan nilai-nilai luhur.

Sementara empat kelopak yang menyatu menjadi simbol persatuan masyarakat, harmoni budaya, semangat gotong royong, serta sinergi dalam pembangunan daerah.

Tidak berhenti di sana, seluruh elemen logo bertemu pada satu titik pusat. Filosofi ini menggambarkan keberagaman masyarakat Ponorogo yang dipersatukan oleh satu tujuan bersama, yakni membangun daerah agar semakin maju dan memberikan manfaat bagi masyarakat.

Bentuk bunga yang mekar juga menjadi gambaran tumbuhnya peradaban, kebudayaan, perekonomian dan kreativitas masyarakat Ponorogo yang terus berkembang.

“Lekukan yang tidak terputus juga menjadi simbol kesinambungan sejarah Ponorogo selama 530 tahun. Harapan kami, semangat Hari Jadi ke-530 ini menjadi momentum untuk semakin memperkuat kebersamaan masyarakat sekaligus mendorong pembangunan daerah yang tetap berlandaskan nilai-nilai budaya lokal,” kata Lisdyarita.

Peluncuran logo tersebut terasa semakin istimewa karena dikemas dalam gelaran Ponorogo Creative Festival (PCF) Fashion Street Carnival. Perpaduan kreativitas, fesyen dan budaya menjadi gambaran bagaimana identitas lokal dapat dikemas secara modern dan menarik tanpa kehilangan ruh tradisinya.

Logo Hari Jadi ke-530 selanjutnya akan menjadi identitas resmi seluruh rangkaian kegiatan peringatan Hari Jadi Kabupaten Ponorogo tahun 2026.

Dengan demikian, perayaan 530 tahun Ponorogo diharapkan tidak hanya menjadi seremoni tahunan, tetapi juga menjadi momentum untuk meneguhkan kembali semangat bersama: berakar pada budaya, bergerak dengan kreativitas, dan melangkah menuju Ponorogo yang semakin maju serta berdaya saing. (Ari FS)

Berita Terbaru
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
Posting Komentar