Bukan Sekadar Seminar! Dindik Ponorogo Kobarkan Gerakan Anti Bullying, Pelajar Turun Lewat Poster
PONOROGO (JI) – Melawan bullying tidak cukup hanya dengan nasihat. Pesan tentang pentingnya menciptakan sekolah yang aman dan nyaman perlu terus digaungkan dengan berbagai cara. Semangat itulah yang diusung Dinas Pendidikan Kabupaten Ponorogo melalui Seminar Anti Bullying dan Lomba Poster Anti Bullying, Rabu (16/9/2026).
Mengusung tema “Bersama Mencegah Bullying untuk Mewujudkan Sekolah yang Aman, Nyaman, Berkarakter dan Berprestasi”, kegiatan berlangsung di halaman Gedung Terpadu Ponorogo dan diikuti peserta dari seluruh SMP Negeri se-Kabupaten Ponorogo.
Selain seminar dengan narasumber yang berkompeten di bidangnya, kegiatan tersebut juga diramaikan dengan lomba poster anti bullying. Lomba ini menjadi ruang bagi para pelajar untuk menyampaikan pesan pencegahan perundungan melalui kreativitas, gagasan dan karya visual.
Melalui poster, para peserta diajak tidak hanya menjadi penerima pesan, tetapi turut menjadi bagian dari kampanye menciptakan lingkungan sekolah yang bebas dari bullying. Pesan-pesan tentang saling menghargai, membangun empati, menghormati perbedaan dan berani mencegah perundungan dituangkan dalam karya kreatif para pelajar.
Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Ponorogo Drs. H. Nurhadi Hanuri, MM, mengatakan pencegahan bullying harus menjadi gerakan bersama. Sekolah tidak boleh hanya menjadi tempat mengejar prestasi akademik, tetapi juga harus menjadi ruang tumbuh yang aman bagi setiap peserta didik.
“Sekolah harus menjadi tempat yang aman dan nyaman bagi anak-anak. Tidak boleh ada peserta didik yang datang ke sekolah dengan membawa rasa takut karena mendapatkan perlakuan yang tidak baik dari lingkungan sekitarnya,” tegas Nurhadi.
Menurutnya, bullying juga tidak boleh dianggap sebagai persoalan sepele atau sekadar candaan. Sebab, setiap anak memiliki perasaan dan pengalaman yang berbeda.
“Kadang sesuatu yang dianggap bercanda oleh pelaku, belum tentu dirasakan sebagai candaan oleh korban. Karena itu, membangun empati dan saling menghormati harus menjadi bagian dari budaya sekolah,” imbuhnya.
Nurhadi berharap seminar dan lomba poster tersebut mampu menumbuhkan kesadaran sejak dini di kalangan peserta didik bahwa menciptakan sekolah yang aman merupakan tanggung jawab bersama.
Sementara itu, Plt Kepala Bidang SMP Dinas Pendidikan Kabupaten Ponorogo, Dhevit Yuniarko,. SE,. M.Si menegaskan bahwa kegiatan tersebut tidak berhenti pada seremoni. Pesan yang disampaikan melalui seminar maupun karya poster diharapkan dapat diteruskan dan diterapkan di sekolah masing-masing.
“Yang kita bangun bukan hanya bagaimana menangani ketika bullying sudah terjadi, tetapi bagaimana mencegah agar bullying itu tidak terjadi. Kuncinya adalah edukasi, kepedulian, pengawasan dan komunikasi,” ujar Dhevit.
Ia menilai lomba poster menjadi salah satu cara kreatif untuk melibatkan pelajar secara langsung dalam kampanye anti bullying.
“Anak-anak kita libatkan untuk menyuarakan sendiri pesan anti bullying. Dengan kreativitas mereka, pesan tentang saling menghargai dan menciptakan sekolah yang aman bisa lebih mudah diterima oleh teman-temannya,” katanya.
Kegiatan tersebut turut dihadiri unsur Dinas Kesehatan, Dinas KB, APSI, MKKS, PGRI, Bank Jatim Cabang Ponorogo, serta Keluarga besar Dinas Pendidikan Kabupaten Ponorogo, dan berbagai pihak yang memiliki kepedulian terhadap tumbuh kembang dan perlindungan peserta didik.
Kolaborasi lintas sektor ini menjadi bagian penting dalam membangun ekosistem pendidikan yang sehat. Sebab, persoalan bullying tidak dapat dibebankan hanya kepada sekolah, tetapi membutuhkan kepedulian guru, peserta didik, orang tua, pemerintah dan masyarakat.
Melalui seminar dan lomba poster anti bullying, Dinas Pendidikan Kabupaten Ponorogo ingin menanamkan pesan sederhana namun penting: sekolah bukan tempat untuk saling menjatuhkan, melainkan tempat untuk tumbuh, belajar, berteman dan meraih prestasi bersama.
Dari seminar menuju aksi, dari poster menuju gerakan. Bersama mencegah bullying, bersama membangun sekolah Ponorogo yang aman, nyaman, berkarakter dan berprestasi. (Ari FS)




