[JI] NEWS >>>

Bunda Lisdyarita Lantik Pengurus Paguyuban Hadroh Gebang Tinatar, Dorong Seni Religius Budaya Islam Terus Berkembang

PONOROGO (JI) – Seni hadroh di Kabupaten Ponorogo memasuki babak baru. Sebanyak 55 grup hadroh kini berhimpun dalam Paguyuban Hadroh Gebang Tinatar yang diharapkan menjadi wadah bersama untuk mengembangkan seni budaya Islam sekaligus memperkuat syiar agama Islam di Kota Reog.

Kepengurusan Paguyuban Hadroh Gebang Tinatar masa bakti 2026-2031 resmi dilantik oleh Plt Bupati Ponorogo Hj. Lisdyarita di Pringgitan, belakang Rumah Dinas Bupati Ponorogo, Kamis (10/9/2026).

Sunarso dipercaya memimpin Paguyuban Hadroh Gebang Tinatar sebagai ketua. Sementara KRRA MN Gendut Wreksodiningrat dipercaya sebagai pembina.

Pembentukan paguyuban tersebut lahir dari komitmen bersama para pelaku seni hadroh untuk menjaga, mengembangkan dan melestarikan seni budaya Islam di Ponorogo. Gagasan tersebut salah satunya merupakan embrio dari pelaksanaan Festival Hadroh dalam rangkaian Hari Jadi Ponorogo.

Dengan berhimpunnya 55 grup, Paguyuban Hadroh Gebang Tinatar diharapkan tidak sekadar menjadi organisasi kesenian, tetapi juga menjadi ruang silaturahmi, kreativitas sekaligus sarana syiar Islam melalui seni.

Ketua Paguyuban Hadroh Gebang Tinatar, Sunarso, mengatakan pembentukan paguyuban ini merupakan bentuk komitmen bersama untuk menyatukan potensi kelompok-kelompok hadroh yang selama ini berkembang di berbagai wilayah Ponorogo.

“Paguyuban ini lahir dari komitmen bersama untuk seni budaya Islam sekaligus sebagai sarana syiar agama Islam. Embrionya berawal dari Festival Hadroh dalam rangka Hari Jadi Ponorogo,” ujarnya.

Menurutnya, keberadaan 55 grup yang tergabung menjadi modal besar untuk mengembangkan kegiatan hadroh secara lebih terorganisir. Selain memperkuat silaturahmi antarkelompok, paguyuban juga akan membangun kemitraan dengan Pemerintah Kabupaten Ponorogo.

“Kami berharap ke depan bisa membangun kemitraan dengan pemerintah daerah, sehingga dapat bersinergi secara berkelanjutan. Tidak hanya untuk kegiatan seni, tetapi juga kegiatan sosial dan keagamaan,” jelasnya.

Sementara itu, Plt Bupati Ponorogo Hj. Lisdyarita mengapresiasi terbentuknya Paguyuban Hadroh Gebang Tinatar. Menurutnya, hadroh merupakan salah satu bentuk ekspresi seni yang memiliki nilai religius dan dapat menjadi media positif untuk membangun kebersamaan masyarakat.

Bunda Lisdyarita berharap paguyuban yang baru terbentuk dapat menjaga kekompakan serta terus mengembangkan kreativitas. Sinergi antara komunitas seni dan pemerintah daerah juga dinilai penting agar berbagai potensi masyarakat dapat berkembang secara berkelanjutan.

“Semoga Paguyuban Hadroh Gebang Tinatar ini bisa menjadi wadah silaturahmi, berkarya dan mengembangkan seni hadroh di Ponorogo. Pemerintah daerah tentu berharap adanya sinergi yang baik dan berkelanjutan,” pesan Bunda Lisdyarita.

Menariknya, Paguyuban Hadroh Gebang Tinatar juga menyiapkan agenda rutin. Kegiatan hadroh rencananya digelar setiap malam Minggu Pahing atau sekitar 30 hari sekali.

Agenda rutin tersebut diharapkan menjadi ruang bertemu bagi seluruh anggota paguyuban sekaligus panggung bagi grup-grup hadroh untuk tampil, bertukar pengalaman dan mempererat persaudaraan.

Dengan kepengurusan masa bakti 2026-2031, Paguyuban Hadroh Gebang Tinatar membawa harapan baru bagi perkembangan seni budaya Islam di Ponorogo. Berawal dari semangat Festival Hadroh, kini 55 grup disatukan dalam satu wadah dengan misi menjaga tradisi, memperkuat syiar dan membangun kemitraan dengan pemerintah daerah. (Ari FS)

Berita Terbaru
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
Posting Komentar