[JI] NEWS >>>

Ferry Dian Kristianto: Bakal Calon Pendamping Bunda Lisdyarita Harus Punya Rekam Jejak dan Program Solutif



PONOROGO (JI) – Munculnya sejumlah nama yang disebut-sebut berpotensi menjadi bakal calon Wakil Bupati Ponorogo pendamping Bunda Lisdyarita mendapat perhatian dari kalangan pemuda. Salah satunya Pemuda Peduli Ponorogo, Ferry Dian Kristianto (Ferry DK).

Menurut Ferry, setiap warga negara memiliki hak untuk mencalonkan diri maupun dicalonkan dalam kontestasi politik. Namun, hak tersebut menurutnya harus dibarengi dengan kesiapan dan kemampuan yang realistis untuk menjalankan amanah sebagai pemimpin daerah.

“Mencalonkan diri sebagai wakil bupati itu memang hak semua orang, ataupun dicalonkan. Tetapi semuanya harus realistis,” ujar Ferry.

Ia menilai, figur yang nantinya diproyeksikan menjadi pendamping Bunda Lisdyarita tidak cukup hanya bermodalkan popularitas atau keinginan maju dalam kontestasi politik. Ada sejumlah aspek yang harus menjadi pertimbangan, mulai dari rekam jejak, pengalaman, persyaratan formal, hingga dukungan atau rekomendasi partai politik.

Selain itu, calon wakil bupati juga dituntut memiliki pengetahuan yang memadai mengenai arah kebijakan pemerintahan serta memahami berbagai persoalan yang dihadapi masyarakat Ponorogo.

“Mulai dari rekam jejak, pengalaman, persyaratan formil, termasuk rekomendasi dari partai. Yang tidak kalah penting adalah pengetahuan tentang kebijakan dan pemahaman terhadap problematika Ponorogo,” tegasnya.

Ferry berharap munculnya nama-nama bakal calon Wakil Bupati Ponorogo bukan sekadar menjadi ajang eksistensi untuk memperkenalkan diri kepada masyarakat. Menurutnya, masyarakat membutuhkan figur yang benar-benar memiliki integritas serta mampu menawarkan gagasan dan program yang bisa menjawab persoalan daerah.

“Harapan saya ini bukan sekadar ajang eksistensi untuk memperkenalkan diri kepada khalayak. Tetapi benar-benar harus memiliki integritas dan program-program yang solutif,” katanya.

Sebagai pemuda sekaligus petani muda yang tergabung dalam Himpunan Kerukunan Tani Indonesia (HKTI), Ferry menilai sektor-sektor strategis yang menjadi kekuatan Ponorogo harus menjadi perhatian serius bagi calon pemimpin ke depan.

Ia menyebut pertanian dan peternakan sebagai sektor yang memiliki potensi besar untuk terus dikembangkan. Penguatan ekonomi kreatif dan UMKM yang selama ini telah berjalan juga perlu mendapat perhatian agar mampu memberikan dampak lebih besar terhadap perekonomian masyarakat.

“Potensi daerah harus benar-benar dipahami. Pertanian, peternakan, ekonomi kreatif dan UMKM Ponorogo yang sudah berjalan harus diperkuat. Selain itu, infrastruktur juga menjadi bagian penting yang tidak boleh diabaikan,” jelasnya.

Menurut Ferry, calon wakil bupati idealnya bukan sekadar menjadi pelengkap dalam pemerintahan. Figur tersebut harus mampu menjadi partner strategis kepala daerah, memahami kebutuhan masyarakat, serta memiliki kemampuan menerjemahkan persoalan di lapangan menjadi kebijakan yang konkret.

Karena itu, ia mengajak masyarakat untuk mencermati setiap figur yang muncul dengan melihat kapasitas, integritas, pengalaman, rekam jejak, serta gagasan yang ditawarkan. Bukan hanya berdasarkan popularitas maupun pencitraan.

“Ponorogo membutuhkan pemimpin yang memahami persoalan  masyarakat dan mampu menghadirkan solusi. Jadi yang terpenting bukan hanya siapa orangnya, tetapi apa yang bisa dilakukan dan program apa yang benar-benar bisa dirasakan masyarakat,” pungkas Ferry DK. (Ari FS)

Berita Terbaru
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
Posting Komentar