60 Taruna-Taruni A.XIII Sterida Dikukuhkan, Ditempa 11 Hari untuk Siap Hadapi Masa Depan
PONOROGO (JI) – Sebanyak 60 Taruna-Taruni Angkatan XIII SMK PGRI 2 Ponorogo (Sterida) resmi dikukuhkan, Sabtu (12/9/2026). Pengukuhan tersebut menjadi penanda berakhirnya rangkaian pembentukan karakter dan kedisiplinan yang telah mereka jalani secara intensif selama 11 hari.
Kepala SMK PGRI 2 Ponorogo, Agus Salim, S.Kom, menyampaikan pesan penuh makna kepada para Taruna-Taruni yang baru dikukuhkan. “Lebih baik bermandi keringat hari ini, daripada mengais air mata di kemudian hari.”
Kalimat tersebut menggambarkan filosofi pendidikan ketarunaan di Sterida. Menurutnya, proses pembentukan karakter memang membutuhkan perjuangan, kedisiplinan, ketekunan, dan kesiapan untuk menghadapi berbagai tantangan.
Enam puluh Taruna-Taruni A.XIII tersebut bukanlah peserta yang menjalani proses secara instan. Mereka telah melewati proses seleksi yang ketat dan harus bersaing dengan ratusan pendaftar lainnya sebelum akhirnya dinyatakan terpilih menjadi bagian dari Taruna-Taruni Sterida.
Setelah dinyatakan lolos, mereka kemudian menjalani gemblengan selama 11 hari. Bahkan, lima hari di antaranya dilaksanakan melalui karantina penuh di lingkungan sekolah.
Program tersebut terlaksana melalui kerja sama SMK PGRI 2 Ponorogo dengan Koramil Kecamatan Babadan. Selama proses pembinaan, para Taruna-Taruni mendapatkan tempaan untuk membangun kedisiplinan, ketahanan mental, tanggung jawab, kepemimpinan, serta karakter yang menjadi bekal penting menghadapi masa depan.
“Yang dibentuk bukan hanya fisiknya, tetapi juga mental, kedisiplinan dan karakternya. Semua itu menjadi bekal bagi anak-anak untuk menghadapi dunia kerja maupun melanjutkan cita-cita mereka,” kata Agus.
Menurutnya, keberhasilan program ketarunaan Sterida juga tercermin dari perjalanan para alumninya. Tidak sedikit alumni yang kemudian mampu menapaki karier sebagai abdi negara, baik TNI maupun Polri, serta diterima bekerja di berbagai perusahaan besar dan bergengsi.
Pengukuhan Taruna-Taruni A.XIII pun berlangsung penuh kebanggaan dan haru. Para wali murid turut dihadirkan dalam momentum tersebut sebagai bentuk apresiasi atas dukungan, doa, dan perjuangan keluarga selama anak-anak mereka menjalani proses pendidikan dan pembinaan.
Kehadiran orang tua menjadi bagian penting dalam perjalanan para Taruna-Taruni. Sebab, keberhasilan mereka melewati rangkaian pendidikan ketarunaan tidak hanya lahir dari tekad pribadi, tetapi juga dukungan keluarga dan lingkungan pendidikan.
Kini, setelah melewati berbagai tahapan pembinaan, 60 Taruna-Taruni A.XIII Sterida siap melangkah ke tahap berikutnya dengan membawa semangat disiplin, tanggung jawab dan karakter yang telah ditanamkan selama proses pendidikan.
Suasana pengukuhan semakin meriah ketika para Taruna-Taruni baru menampilkan marching band Sterida. Dengan penuh kekompakan dan semangat, mereka memainkan pertunjukan secara penuh sebagai penutup rangkaian acara.
Sementara itu, Dr. Sutejo, M.Hum, Ketua YPLP PGRI Kabupaten Ponorogo (Yayasan Pembina Lembaga Pendidikan Persatuan Guru Republik Indonesia), memberikan apresiasi terhadap proses pendidikan ketarunaan yang diterapkan di SMK PGRI 2 Ponorogo.
Ia menilai pendidikan tidak cukup hanya berorientasi pada kemampuan akademik. Pembentukan karakter, kedisiplinan, tanggung jawab, serta kesiapan menghadapi kehidupan setelah lulus juga menjadi bagian penting yang harus ditanamkan sejak bangku sekolah.
Pengukuhan Taruna-Taruni A.XIII menjadi momentum penting bagi Sterida untuk terus melahirkan generasi muda yang tidak hanya memiliki kompetensi, tetapi juga berkarakter, disiplin dan siap bersaing di masa depan. (Ari FS)




