Teguh Wiyono Dukung Closing Ceremony Kemilau Pekan Raya Ponorogo 2026, Dorong UMKM dan Ekonomi Kreatif Semakin Berkembang
PONOROGO (JI) – Gelaran Kemilau Pekan Raya Ponorogo 2026 mencapai puncaknya melalui Closing Ceremony yang digelar Jumat (6/11/2026) di Alun-Alun Ponorogo. Kegiatan yang menjadi salah satu agenda hiburan dan promosi potensi daerah tersebut mendapat perhatian dari tokoh muda Ponorogo, R.T. Teguh Wiyono, SE, SH, S.Pd, MM.
Teguh Wiyono yang dikenal sebagai pengusaha muda Ponorogo, kader muda potensial PDI Perjuangan, sekaligus figur yang diperbincangkan sebagai bakal calon Wakil Bupati (Bacawabup) Ponorogo pendamping Bunda Lisdyarita, memberikan apresiasi terhadap penyelenggaraan Kemilau Pekan Raya Ponorogo 2026.
Menurutnya, kegiatan seperti ini memiliki nilai strategis bagi kemajuan daerah. Tidak sekadar menjadi hiburan masyarakat, tetapi juga menjadi ruang promosi produk unggulan daerah, pengembangan UMKM, serta wadah bagi pelaku ekonomi kreatif untuk memperluas jaringan dan memperkenalkan produknya kepada masyarakat.
Kemilau Pekan Raya Ponorogo 2026 yang berlangsung pada 3–6 November 2026 menghadirkan 88 stan inovasi dan UMKM. Berbagai potensi daerah ditampilkan melalui konsep empat ekosistem dalam satu nama, sekaligus menjadi bukti bahwa Ponorogo memiliki banyak peluang untuk terus berkembang.
"Event seperti ini sangat positif dan perlu terus dikembangkan. Selain memberikan hiburan kepada masyarakat, kegiatan ini juga membuka peluang ekonomi, khususnya bagi pelaku UMKM dan generasi muda yang memiliki kreativitas serta semangat berwirausaha," menjadi pesan yang relevan dengan semangat Teguh dalam mendorong kemajuan Ponorogo.
Puncak acara Closing Ceremony semakin semarak dengan penampilan Ndarboy Genk serta sejumlah artis dan pengisi acara lainnya. Kehadiran para musisi tersebut diharapkan mampu memberikan pengalaman hiburan yang berkesan bagi masyarakat Ponorogo.
Teguh Wiyono juga menaruh harapan agar kegiatan serupa dapat menjadi agenda berkelanjutan dengan kualitas penyelenggaraan yang semakin baik. Menurutnya, kolaborasi antara pemerintah daerah, pelaku usaha, komunitas kreatif, dan generasi muda merupakan salah satu kunci membangun daerah.
Sebagai tokoh muda yang bergerak di dunia usaha dan organisasi, Teguh memandang bahwa pembangunan Ponorogo membutuhkan keberanian berinovasi, ruang partisipasi bagi anak muda, serta kebijakan yang memberikan kesempatan lebih luas kepada masyarakat untuk berkembang.
Dukungan terhadap kegiatan positif seperti Kemilau Pekan Raya Ponorogo juga sejalan dengan semangat membangun Ponorogo yang semakin maju, produktif, kreatif, dan memiliki daya saing.
"Harapannya, Ponorogo semakin hebat, UMKM semakin naik kelas, anak-anak muda semakin produktif, dan semakin banyak peluang usaha serta lapangan pekerjaan yang tumbuh di daerah," demikian semangat yang ingin didorong dalam pembangunan Ponorogo ke depan,"pungkasnya. (Ari FS)

