[JI] NEWS >>>

Kades Karangpatihan, Membagikan Bantuan Alat Penggiling Kedelai kepada 30 Pengusaha Tempe

PONOROGO (JI) - Kepala Desa Karangpatihan, Kecamatan Balong, Kabupaten Ponorogo, Eko Mulyadi, secara langsung membagikan bantuan alat penggiling kedelai kepada 30 pengusaha tempe di wilayah desanya, Rabu (26/3/2025). Pembagian bantuan ini merupakan bagian dari upaya pemerintah desa untuk mendukung pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) yang bergerak di sektor produksi tempe, salah satu makanan tradisional yang sangat digemari masyarakat.

Kepala Desa Karangpatihan, Eko Mulyadi menjelaskan bahwa pemberian alat penggiling kedelai ini bertujuan untuk membantu para pengusaha tempe dalam meningkatkan kualitas dan kuantitas produksi mereka. “Dengan adanya bantuan alat ini, diharapkan para pengusaha tempe di desa ini bisa lebih efisien dalam proses produksi, yang pada gilirannya akan meningkatkan pendapatan mereka,” ujarnya.

Lebih lanjut Eko Mulyadi menjelaskan hari ini saya menyerahkan bantuan peralatan penggiling kedelai kepada Ibu-ibu yang tergabung dikelompok usaha tempe. Dengan bantuan ini saya berharap akan menambah semangat para Ibu dalam menjalankan usahanya, meski masih kategori usaha kecil. Ibu-Ibu yang membuka usaha kecil adalah gambaran ketangguhan yang tak terlihat namun penuh makna.

Pun dengan keseriusan mengembangkan usaha warga desa ia memulai dari langkah sederhana, mengubah ide menjadi kenyataan. Setiap usaha yang ia jalankan adalah bukti dedikasi dan keinginan untuk mandiri, menciptakan peluang bagi dirinya dan orang di sekitarnya. Di balik usaha kecilnya, ada impian besar yang terus berkembang, menyinari jalan menuju kemandirian dan kesuksesan yang sejati,"ungkapnya.

Bantuan yang diberikan berupa alat penggiling kedelai yang dapat mempercepat proses pengolahan kedelai menjadi bahan dasar tempe. Selama ini, pengusaha tempe di Karangpatihan mengandalkan alat manual yang memakan waktu lebih lama dan tenaga yang lebih banyak. Dengan adanya alat giling ini, mereka bisa menghasilkan tempe lebih cepat dan dalam jumlah yang lebih banyak, sehingga dapat memenuhi permintaan pasar yang terus meningkat.

Salah satu penerima bantuan, Jemitri mengungkapkan rasa syukur atas bantuan tersebut. “Alhamdulillah, saya sangat terbantu dengan adanya alat ini. Sebelumnya, kami harus menggiling kedelai secara manual, dan itu cukup memakan waktu. Sekarang, prosesnya lebih cepat dan bisa menghasilkan lebih banyak tempe,” kata Jemitri yang juga sebagai Ketua Kelompok Usaha Tempe, Desa Karangpatihan usai menerima bantuan alat penggiling kedelai.

Pemberian bantuan ini juga menjadi momentum bagi pemerintah desa untuk terus mendorong pengembangan UMKM di Desa Karangpatihan. Pemerintah desa berkomitmen untuk terus memberikan dukungan kepada para pelaku usaha lokal agar dapat bertumbuh dan berkembang, serta meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

Dengan bantuan ini, diharapkan para pengusaha tempe di Karangpatihan semakin berkembang dan mampu bersaing di pasar yang lebih luas. Ke depan, desa ini juga berencana memberikan pelatihan lebih lanjut kepada para pengusaha tempe terkait pengelolaan usaha dan pemasaran produk tempe mereka.

Pemberian bantuan alat penggiling kedelai ini mendapat apresiasi dari berbagai pihak, dan diharapkan dapat menjadi contoh bagi desa-desa lain untuk terus mendukung pelaku UMKM dalam menghadapi tantangan ekonomi di masa depan. (Ari FS)

Berita Terbaru
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
Posting Komentar