571 Atlet Ramaikan Krida PSHT Pusat Madiun, Pesilat Muda Didorong Tembus Panggung Nasional hingga Internasional
PONOROGO (JI) – Atmosfer sakral, khidmat, dan penuh wibawa menyelimuti pembukaan Krida Ranting/Komisariat Persaudaraan Setia Hati Terate (PSHT) Pusat Madiun, Jumat malam, 25 September 2026.
Bertempat di GOR Krida Budaya, Jalan Merak No. 17, Kota Madiun, prosesi pembukaan yang dimulai pukul 20.00 WIB tersebut berlangsung tertib dan penuh penghormatan. Momentum ini turut dihadiri langsung Ketua Umum, Ketua Dewan Pusat, serta jajaran Pengurus Pusat PSHT Madiun.
Pembukaan Krida bukan sekadar ajang adu kemampuan di gelanggang. Lebih dari itu, kegiatan tersebut menjadi ruang pembinaan, regenerasi, sekaligus pembentukan karakter para pesilat agar mampu mengedepankan prestasi tanpa meninggalkan nilai-nilai persaudaraan dan budi luhur.
Sambutan pertama disampaikan Kangmas Ir. Tono Suhariyanto. Ia menyampaikan perkembangan positif pelaksanaan Krida tahun ini, yang ditandai dengan meningkatnya jumlah peserta secara signifikan.
Jika pada tahun sebelumnya tercatat 430 atlet, tahun ini jumlah peserta meningkat menjadi 571 atlet.
Peningkatan tersebut menjadi gambaran tingginya antusiasme sekaligus semangat regenerasi di lingkungan PSHT Pusat Madiun.
Dalam kesempatan tersebut, Tono mengingatkan para atlet muda agar tidak hanya fokus mengejar kemenangan. Kualitas diri, sportivitas, kedisiplinan, serta kemampuan menjaga nama baik organisasi harus menjadi bagian penting dalam setiap langkah mereka di gelanggang maupun di tengah masyarakat.
Nasihat serupa disampaikan Ketua Umum PSHT, Kangmas Drs. R. Moerdjoko HW.
Ia menekankan bahwa semangat bertanding harus berjalan seiring dengan kepatuhan terhadap prinsip sportivitas. Prestasi, menurutnya, bukan satu-satunya ukuran keberhasilan seorang pesilat.
Lebih jauh, para peserta diharapkan mampu menunjukkan karakter berbudi luhur serta menjadi teladan dalam kehidupan bermasyarakat.
“Semangat harus tetap menyala, tetapi sportivitas dan nilai-nilai persaudaraan jangan sampai ditinggalkan,” menjadi pesan penting dalam momentum tersebut.
Sementara itu, Ketua Dewan Pusat PSHT, Kangmas H. Issoebiantoro, S.H., memberikan wejangan yang sarat motivasi kepada seluruh atlet dan jajaran pengurus.
Ia mendorong para pesilat untuk memiliki visi yang lebih luas. Krida diharapkan tidak berhenti sebagai kompetisi di tingkat ranting maupun komisariat, tetapi menjadi bagian dari proses panjang untuk melahirkan atlet-atlet berkualitas yang mampu membawa nama PSHT Pusat Madiun ke level yang lebih tinggi.
Regenerasi yang dilakukan melalui ajang tersebut diharapkan mampu melahirkan pesilat tangguh, berkarakter, dan memiliki kesiapan untuk berkompetisi di tingkat nasional hingga internasional.
Puncak prosesi pembukaan berlangsung sekitar pukul 20.35 WIB. Kangmas H. Issoebiantoro, S.H. secara resmi menyatakan Krida Ranting/Komisariat PSHT Pusat Madiun tahun 2026 dibuka.
Pernyataan tersebut disambut penuh penghormatan oleh jajaran pengurus dan para atlet yang telah siap memasuki gelanggang.
Dengan jumlah peserta yang mencapai 571 atlet, Krida tahun ini menjadi momentum penting bagi PSHT Pusat Madiun untuk memperkuat pembinaan generasi muda, mengasah potensi atlet, sekaligus meneguhkan bahwa prestasi dan persaudaraan harus tumbuh bersama.
Seluruh peserta pun diharapkan mampu menjadikan ajang tersebut bukan semata-mata tentang siapa yang menang atau kalah, tetapi tentang proses menempa diri, menjaga kehormatan organisasi, serta membuktikan nilai-nilai luhur PSHT melalui sikap dan prestasi. (Ari FS)


